
Orang yang menyelamatkan Ivan dari serangan monster beruang adalah seorang pria yang berumur sekitar 25 tahun. Pria tersebut membawa pedang yang cukup besar. Pedang itu menebas monster beruang menjadi 2 bagian.
"Kamu tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" tanya pria tersebut.
"Apa kau becanda? Apanya yang tidak apa-apa, lihatlah! Lukaku sangat parah!" jawab Ivan dengan kesal.
"Ahh iya, aku tidak melihatnya tadi," ucap pria tersebut.
"Minum potion ini!" Orang itu memberikan potion pada Ivan dan menyuruh untuk meminumnya.
"Ini bukan racun kan?" tanya Ivan ragu-ragu untuk meminumnya.
"Bukan, minum saja itu," jawab pria tersebut.
Setelah Ivan meminum potion yang diberikan oleh orang itu, lukanya sedikit demi sedikit menjadi sembuh.
"Glek...glek...glek...
"Aahhh." Ivan selesai meminum potion yang diberikan pria tersebut.
Ivan terkejut melihat luka yang ditubuhnya sembuh tapi dia tidak tau apa yang di berikan pria itu padanya. Setelah lukanya sembuah dia kemudian bangkit dan berdiri lagi. Setelah itu karena dia ingin tahu tentang potion yang di berikan oleh pria itu dia mulai bertanya padanya.
"Wah lukaku sembuh... Apa yang tadi kamu berikan paman?" tanya Ivan terkejut.
"Karena dia laki-laki, aku panggil dia paman saja," pikir Ivan.
"Apa kamu tidak tau? Ini Heal potion. Ini dapat menyembuhkan luka-luka. Heal potion ini bahkan sudah tersedia di seluruh dunia. Apa di daerah sini tidak ada?" jawab pria tersebut.
Pria tersebut keheranan karena Ivan tidak tau tentang Heal potion itu.
"Aku tidak tau. Aku tidak pernah melihatnya di desaku," jawab Ivan.
"Apa di sekitar ini ada sebuah desa? Hmmm ini bagus hehehe," pikir pria tersebut sambil tersenyum jahat.
"Apa di sekitar sini ada sebuah desa?" tanya pria tersebut untuk memastikan.
"Ya, di depan sana desa tempat tinggalku," jawab Ivan.
"Bolehkah aku bermalam di desamu? Ini sudah sangat sore jadi aku tidak tau harus dimana aku bermalam nanti," tanya pria tersebut.
"Hmmm...karena paman sudah menolongku tadi, boleh-boleh saja," jawab Ivan.
Kemudian Ivan penasaran identitas pria yang menolongnya. Apa dia seorang petualang? Dia sangat kuat. Pikiran Ivan terus menerus memikirkan itu. Kemudian Ivan menguatkan tekadnya untuk bertanya.
"Apa pamam seorang petualang? Paman sangat kuat sampai dapat mengalahkan monster beruang itu dalam sekali serang saja," tanya Ivan.
"Ya, paman seorang petualang dan sekarang sedang menjalankan sebuah Quest," jawan pria tersebut.
"Ternyata benar pria itu seorang petualang. Aku akan bertanya tentang menjadi seorang padanya nanti," pikir Evan.
"Kalau begitu, ayo paman! Ikuti denganku! Aku akan mengantar paman ke desaku," ucap Ivan.
__ADS_1
"Tunggu dulu!" Pria tersebut menghentikan langkah Ivan.
"Ada apa? Apa paman menunggu seseorang?" tanya Ivan.
"Ya, aku sedang menunggu temanku. Aku meninggalkannya sewaktu mendengar suara monster beruang," jawab pria tersebut.
"Ohh begitu... baiklah kita akan menunggu temannta paman datang," ucap Ivan.
Kemudian Ivan dan pria itu menunggunya. Setelah beberapa lama menunggu, teman petualang pria itu datang.
"Hey! Kamu meninggalkanku di dalam sana, ada apa denganmu?" tanya teman pria tersebut dengan kesal.
"Maaf maaf, tadi aku mendengar suara monster beruang dan langsung menghampirinya kesini," jawab pria tersebut.
"Aku kira ada apa... ternyata hanya menghampiri monster beruangan saja. Tapi kamu bilang dulu padaku kalau mau pergi! Tadi kamu langsung pergi saja tanpa bilang padaku," ucap teman pria tersebut.
"Ahh baiklah, aku akan bilang dulu padamu kalau aku mau pergi," jawab pria tersebut.
Mereka terus mengobrol sampai lupa dengan Ivan yang sedang menunggunya.
Saat petualang pria tersebut selesai berbicara dengan temannya, kemudian temannya melihat seorang anak kecil, itu adalah Ivan yang sedang duduk menunggu.
"Apa paman sudah selesai?" tanya Ivan yang kesal menunggu.
"Ahhh maaf, aku bicara terlalu lama. Ayo kita pergi ke desamu!" jawab pria tersebut.
"Hey! Siapa anak itu?" tanya teman pria tersebut.
Kemudian pria tersebut mendekat ke temannya dan berbisik padanya, "Kita akan beraksi lagi. Di sekitar sini ada sebuah desa dan dia akan mengantar kita berdua ke desanya. Desa itu mungkin akan ada banyak makanan ataupun harta lainnya."
"Apa itu benar? Kalau begitu aku akan memanggil teman kita sekarang," ucap teman pria tersebut dengan berbisik.
"Tunggu! Jangan kita lakukan sekarang. Kita akan mendatangi desa itu dulu dan mengecek apakah ada orang kuat yang menjaganya," ucap pria tersebut berbisik.
"Baiklah."
Kemudian mereka ikut pergi bersama dengan Ivan menuju desa tempat tinggalnya. Ketika di tengah perjalanan Ivan mendengar suara teriakan adiknya yang sepertinya sedang mencarinya.
"Itu...suara Evan. Apa dia mencariku?"pikir Ivan.
"Evan!" teriak Ivan memanggil adiknya yang sedang mencarinya.
Setelah mereka bertemu, mereka kembali melanjutkan perjalanan pulang bersama dengan 2 petualang tersebut.
Hanya beberapa menit saja mereka sampai di desa tempat tinggal Ivan dan Ivan. Ketika hendak masuk ke dalam desa, mereka di hentikan oleh warga yang menjaga desa.
Walaupun desa ini berada di tempat plosok yang jauh dari kota dan tidak memiliki satu orangpun petualang, desa ini tetap aman karena setiap hari warganya bergiliran menjaga keamanan desa.
"Berhenti! Siapa kalian?" Warga desa menghentikan 2 pria tersebut.
Kemudian dari belakang mereka muncul 2 anak laki-laki. Warga tersebut mengenalnya, dia adalah Ivan dan Evan.
__ADS_1
"Ahh Ivan Evan siapa mereka berdua?" tanya warga tersebut.
"Mereka yang telah menyelamatkanku saat diserang oleh monster beruang," jawab Ivan.
"Apa kamu tadi pergi ke hutan?" tanya warga tersebut.
"Ahh iya, aku tadi pergi kehutan," jawab Ivan.
"Apa! Kamu masih kecil tapi berani masuk ke hutan itu, jangan masuk ke hutan itu lagi! Bagaimna kalau kamu dalam bahaya!" Warga tersebut memarahi Ivan.
"Baik, aku tidak akan masuk ke hutan itu lagi," ucap Ivan.
"Untung saja kamu di selamatkan oleh mereka, bagaimana kalau mereka tidak ada? Apa kamu akan kembali ke sini? Itu mungkin tidak," ucap warga tersebut.
"Baiklah kalian berdua ayo masuk!" ucap warga tersebut menyuruh Ivan dan Evan masuk ke dalam desa.
Kemudian mereka berduapun masuk ke dalam. Sementara itu, ketika 2 pria tersebut ingin masuk ke dalam desa, mereka di hentikan oleh warga tersebut. Mereka masih belum dibolehkan masuk.
"Tunggu! Kalian berdua belum boleh masuk!" ucap warga tersebut menghentikan 2 pria tersebut.
"Tunjukan dulu kartu identitas kalian! Setahuku seorang petualang memilki kartu identitas," ucap warga tersebut.
"Ahh tunggu! Aku akan mengambilnya," ucap salah pria tersebut.
Kemudian salah satu pria tersebut mengambil kartu identitas petualangnya dan memberikannya ke warga tersebut.
"Ini!" Pria tersebut memberikan kartu identitas petualangnya.
"Hey, kamu juga cepat tunjukan kartu identitas petualangmu!" ucap pria tersebut pada temannya.
"Ahh baiklah!" jawab teman pria tersebut.
Setelah mereka menunjukan kartu identitas petualangnya, mereka diperbolehkan untuk masuk ke dalam desa.
"Tadi Ivan dan Evan keluar lewat mana ya? Aku tidak melihatnya sama sekali," pikir warga tersebut.
Sementara setelah kedua pria tersebut masuk ke desa, mereka kesal dengan perlakuan dari warga desa tersebut.
"Ahh sialan! Masuk ke sini saja harus menunjukkan kartu idenritas kita," ucap salah satu petualang.
"Iya, untung kita membawanya," ucap teman pria tersebut.
"Hah! Sebentar lagi kalian akan musnah dari dunua ini!" ucap salah satu pria tersebut.
"Baiklah ayo kita amati desa ini!" ucap teman pria tersebut.
#Sangkyuuu
Jangan lupa like yaa
Votenya juga
__ADS_1