
Aku telah membeli perlengkapan untuk menjalankan sebuah Quest dengan party yang mengajakku. Sebenarnya aku tidak perlu membeli perlengkapn karena aku dapat mengeluarkan sihir ku tanpa tongkat sihir dan untuk Zirah aku sudah mempunyai pertahanan. Sepertinya mereka ingin membuang para pemula lagi.
"Hehehe sebentar lagi aku akan bermain dengan mereka," gumam ku.
Aku sedang berjalan menuju ke guild bersama Nina.
"Ada apa? Apa kamu berbicara sesuatu padaku?" tanya Nina.
"Apakah dia mendengarnya?" pikir ku
"Tidak, aku tidak sedang berbicara," jawab ku.
"Bohong...aku tadi mendengarnya sedikit. Apa kau membicarakanku?" tanya Nina dengan sedikit tidak percaya padaku.
"Tidak, aku tidak membicarakanmu," jawab ku.
"Berarti kamu tadi berbicara... kamu bilang tidak sedang berbicara..."
"Ahhh aku salah bilang tadi," pikir ku.
"Ya, aku berbicara sesuatu tadi...tapi itu tidak penting."
Kemudian Nina melihatku dengan menyipitkan matanya.
"A**hh... sepertinya dia tidak percaya padaku."
"Aku akan mengalihkan pembicaraan saja kalau begitu."
"Oh yaa apa kamu tidak membeli sesuatu tadi?" tanya ku untuk mengalihkan pembicaraan.
"Tidak..aku tidak membeli apapun.Sebenarnya aku ingin membeli tongkat sihir baru tapi, saat ini uangku tidak cukup, karena untuk menyewa penginapan," jawab Nina dengan nada rendah.
"Kenapa tidak bilang padaku! Kamu butuh berapa untuk membeli tongkat sihir itu?" Aku bertanya padanya.
"Tidak...tidak usah, aku tidak membutuhkannya lagi," jawab Nina menolak.
"Baiklah, kalau kita kesana lagi aku akan membelikannya untukmu."
"Sudah ku bilang aku tidak membutuhkannya lagi!" ucap Nina tetap menolak.
"Tidak apa-apa, aku akan membelikannya untukmu sebagai hadiah karena telah membantuku di kota ini."
"Baiklah terima kasih, aku akan menerimanya," ucap Nina dengan senang.
Tak lama kemudian, kami telah sampai di depan guild. Hanya membutuhkan waktu 5 menit saja berjalan menuju guild.
Aku melihat ke samping kanan dan samping kiri untui menemukan seseorang yang mengajak party.
"Aahh itu dia orang yang mengajakku."
"Nina terima kasih sudah mengantarku sampai kesini. Aku akan membelikan tongkat sihir untukmu setelah aku menyelesaikan Questnya," ucap ku berpamitan.
"Baik, berhati-hatilah pada mereka...jangan sampai kamu terbunuh oleh mereka," ucap Nina.
"Tenang saja aku bisa menjaga diriku sendiri," jawab ku meyakinkan Nina.
"Sampai jumpa lagi..." ucap ku.
"Sampai jumpa," jawab Nina dengan sedikit Khawatir.
Kemudian aku menemui party mereka. Aku sengaja berlari dan berakting seperti orang kelelahan agar mereka tidak marah karena menungguku terlalu lama.
"Dari mana saja kamu?! Kita telah menunggu lama disini!" Salah seorang petualang bertanya.
"Aahh maaf menunggu lama, aku tadi mencari toko yang menjual perlengkapan healer tapi banyak yang tidak ada," ucap ku sambil terengah-engah seperti orang kelelahan.
"Aahh tidak apa-apa," jawab mereka dengan tersenyum paksa.
"Apakah mereka tidak marah? Sepertinya mereka menahannya?"
"Sebelum memulai Quest, aku akan memperkenalkan diri dahulu, namaku Ivan pemimpin party ini dan Job ku seorang Warrior," ucap Ivan memperkenalkan diri.
"Namaku Evan saudaranya Ivan, Job ku juga sama dengan saudaraku."
"Namaku Riska Job ku seorang Mage," ucapnya dengan acuh.
"Namaku Antonio dan Job ku seorang Archer."
Mereka memperkenalkan diri masing-masing. Kemudian aku juga mulai memperkenalkan diri.
"Panggil saja Cery dan Job ku seorang Healer," ucap ku memperkenalkan diri.
"Baik, Cery."
Kemudian aku diam-diam mulai mengidentifikasi status mereka.
"Identifikasi!"
[Nama : Evan
Ras : Manusia
Umur : 19
Job : Warrior
[Level : 20
Hp : 4500
Mp : 1900
Stamina : 100
Power : 125
Attack : 100
Agility : 30
Defense : 160
Int : 35
-----------------------
[Nama : Riska
Ras : Manusia
Umur : 18
Job : Mage
[Level : 19
Hp : 3500
Mp : 3000
Stamina : 70
Power : 150
__ADS_1
Attack : 190
Agility : 30
Defense : 100
Int : 30
----------------------
[Nama : Antonio
Ras : Manusia
Umur : 16
Job : Archer
[Level : 20
Hp : 4000
Mp : 2000
Stamina : 80
Power : 150
Attack : 140
Agility : 35
Defense : 120
Int : 30
-----------------------
"Baiklah kita akan langsung menuju Hutan Black Forest untuk memulai Quest," ucap Ivan berdiri dari tempat duduknya.
"Hutan Dark Forest? Aku tidak tau apapun! sebaiknya aku mengikuti mereka saja.'
"Lagian aku mempunyai peta di status ku jadi aku tidak akan tersesat."
Kemudian Kami pun mulai berjalan menuju hutan Dark Forest untuk menjalankan Quest.
"Kalau boleh tanya, di mana letak hutan Black Forest itu?" Aku bertanya pada mereka sambil berjalan.
"Hutan Dark Forest terletak di sebelah timur kota Argo, jaraknya sekitar setengah jam dari sini jika berjalan kaki," Ivan menjawab pertanyaanku.
"Begitu saja kamu tidak tau! Bagaimana bisa kamu menjadi petualang?! Sudahlah jangan banyak tanya! Kamu cukup ikuti kami saja!"
Tiba-tiba seorang wanita mulai berbicara dengan keras dia adalah Riska.
"Baiklah..." Aku menuruti mereka.
Saat kami hendak keluar dari kota menuju hutan Dark Forest tiba-tiba di hentikan oleh para prajurit penjaga.
"Berhenti! Mau kemana kamu!" ucap prajurit penjaga sambil menghentikan kami dengan tombak yang dipegangnya.
"Kami mau pergi ke Hutan Dark Forest untuk menjalankan Quest dari guild," jawab Ivan.
"Kalau begitu, tunjukkan Surat izin dari guildnya!" ucap prajurit penjaga.
Kemudian Ivan mengambil selembar kertas dari kantongnya dan memberikannya ke prajurit penjaga.
"Ini dia!" ucapnya sambil memberikan kertasnya ke prajurit penjaga.
"Baiklah silahkan, berhati-hatilah sekarang banyak goblin yang berkeliaran di hutan itu!" ucap prajuri penjaga sambil menarik tombaknya.
"Terima kasih," ucao Ivan berterima kasih.
Kemudian party kami pun mulai keluar dari kota Argo dan melanjutkan perjalanan menuju Hutan Black Forest.
Setelah berjalan selama 30 menit, akhirnya kami sampai di hutab Dark Forest.
"Baiklah kita sudah sampai di Hutan Dark Forest, kita akan segera memasukinya," ucap Ivan.
Kami mulai memasuki hutan Dark Forest.Hanya beberapa langkah muncul 3 monster slime.
[Monster Slime
Level : 5
Hp : 120
Mana : 100
"Hey Ivan dimana para goblin itu? Kenapa yang muncul hanya Monster Slime?" tanya Riska Karena merasa jengkel.
"Kita harus menyusuri hutan ini lebih dalam," jawab Ivan
"Apa kita harus membunuhnya?" Aku bertanya dengan sengaja.
"Tidak perlu! Itu hanya moster yang le...."
Belum selesai mengatakannya Riska kemudian mengeluarkan sihirnya.
"Fire ball!" Riska mengeluarkan skill fire ball untuk membunuh slime.
Dalam seketika 3 monster slime itu lenyap.
"Hei Riska! Kenapa kamu membunuhnya! Kita harus menghemat mana untuk membunuh goblin!" ucap Ivan dengan kesal menyuruh Riska untuk menghemat mananya.
"Tapi monster itu membuatku merasa jengkel!" jawab Riska dengan kesal.
Ledakan dari Fire ball menarik perhatian para monster goblin. Para monster goblin mulai mendatangi party kami. Dihadapan party kami muncul 8 monster goblin membawa senjata seperti pisau.
[Monster Goblin
Level : 10
Hp : 800
Mana : 200
"Lihatlah aku membuat para goblin kemari....hahaha," ucap Riska sambil tertawa.
"Bersiap menyerang!" ucap Ivan memberi perintah.
"Aku akan maju menyerang dengan adikku, dan kalian serang dari belakang," ucap Ivan mengatur strategi.
"Baik," jawab kami bersamaan.
Kemudian Ivan dan Evan maju ke depan menyerang para goblin sedangkan yang lain menyerang dari belakang.
"Ayo sini serang aku hahaha!" ucap Ivan memprovokasi monster goblin.
Grrrrroww...grrrrrr
"Sekarang serang mereka!" teriak Ivan.
"Fire ball....!!!"
__ADS_1
"Rain Arrow...!!"
Riska dan Antonia menggunakan skillnya.
Bola api dan hujan panah menyerang para goblin membuat mereka semua mati.
"Cery! Kamu sembuhkan aku dan adikku!" Ivan meminta untuk aku menyembuhkan mereka.
"Baiklah....Heal!" Aku menggunakan skillku.
"[Anda berhasil menggunakan skill Heal
Mana : -150
"Wah Hp ku pulih kembali..." Ucap Ivan dengan senang.
"Baru membunuh 8 goblin saja sudah naik level hahaha," ucap Ivan sambil tertawa.
"Apa kalian juga naik level?" Tanya Ivan.
"Ya Aku juga naik level"
"Aku juga"
"Aku juga"
"Aku juga"
Mereka semua naik level sedangkan aku tidak. Aku berbohong pada mereka bahwa aku juga naik level agar mereka tidak curiga.
"Baiklah kita akan memasuki hutan Lebih dalam lagi," ucap Ivan.
Kemudian kami pun memasuki hutan Dark Forest lebih dalam lagi.....tetapi tidak terlalu dalam juga.
#Sangkyuuu
Jangan lupa like Yaaaa
Status saat ini
[Nama : Cery
Ras : Manusia
Umur : 16
Job : Healer
[Level : 24
Hp : 6200/6200.......+ 350/menit
Mana : 4600/4600.......+300/menit
Stamina : 275.......+45/menit
Power : 535
Attack : 390(+20)
Agility : 290
Defense :250(+20)
Int : 200
Pp : 8
Ps : 1560
Poin skill : 1
Skill : Heal(lvl max) : Dapat menambah 550 hp seseorang
Mana : 150
Cd : 5 detik
Skill : Heal wave(lvl 4) : Dapat menambah 1600 hp disekitar area pengguna
Mana : 600
Cd : 25 detik
Skill : Abnormal status heal(lvl 3) : Dapat memulihkan abnormal status seseorang.Kebal terhadap serangan +45% selama 5 detik
Mana : 300
Cd : 8 detik
Skill : Blessing(lvl 3) : Dapat meningkatakan attack anggota 17% dan Hp 17% dan meningkatkan damage pada monster 45% selama 5 detik
Mana : 325
Cd : 8 detik
Skill : Indentifikasi
Mana : 10 detik
Cd : -
Skill : One hit
Mana : Max mana
Cd : 27 hari
Inventory :
Cakar beruang 1×
Mantel beruang(dipakai)
Pedang beruang setan(dipakai)
Topeng Naga(dipakai)
Fake Ring(dipakai)
Pedang Sword of Darkness(Rusak)
Heal potion 10
Mana potion 10
Zirah ringan(dipakai)
Tongkat healer(dipakai)
13 Koin dan 61 koin perak
Title : Pembasmi Bandit
__ADS_1