Pacar Ganda

Pacar Ganda
Part 10


__ADS_3

Di pagi harinya Rina sedang bersiap-siap untuk bekerja, dia bercermin di cermin kamarnya. di bawah cermin ada 3 pelembab wajah dengan jenis yang sama. Rina kebingungan memilih memakai yang mana, Rina berbicara pada dirinya sendiri di hadapan cermin.


"aku harus pake yang mana??" kata Rina sambil memegang salah satu pelembab wajah.


Lalu Rina meneteskannya ke tangan dan menggunakannya di bagian wajah. lalu Rina merias wajahnya, sesudah itu dia mengambil perhiasan di kotak perhiasan di meja riasnya. dia mengambil anting yang jarang sekali di pake. lalu Rina mencobanya di kuping sebelah kiri lalu Rina berkata "oke juga, terlihat sempurna hehehehe" dan Rina menaruhnya lagi di kotak perhiasan. Rina mencari sesuatu yang hilang di kotak perhiasannya, anting yang kecil tapi sangat indah jika di gunakan. dia mencarinya di atas meja riasnya. dan ternyata ketemu juga, ternyata terjatuh di bawah meja rias. dan Rina pun berangkat dari rumahnya.


Rina berjalan kaki sendiri di komplek menuju jalan raya, tak terlihat Raka berada di area rumah Rina sedang mangkal. ada sebuah ruko yang menjual kue kering yang sangat laris. beberapa hari yang lalu Rina ingin membelinya, tapi tak kebagian. beberapa kali mencoba membeli kue kering itu selalu kehabisan. dan hari ini Rina sangat beruntung. dia masih kebagian kue kering itu. saat sampainya di jalan, tepatnya di tempat perhentian bus, tak lama Rina berdiri di situ tiba-tiba bus datang. dan saat Rina menaikinya, sangat kebetulan bus yang di tumpangi Rina saat akan melintasi lampu lalulintas, selalu hijau. dan juga jalanan sangat lenggang tidak ada macet di titik manapun. seolah-olah hari ini, hari keberuntungan Rina. hari perayaan atas keberhasilan Rina yang sudah pacaran dengan dua pria sekaligus.


Sampailah Rina di kantor. di sebuah ruangan ada karyawan lagi ngumpul. terlihat di sana ada Faisal, Tari, Resti dan Deden. Resti memberi tau semua orang berkumpul.


"itu dia ibu assisten manager kita" kata Resti


Faisal yang berdiri membelakangi pintu masuk, dia langsung melihat ke arah pintu dan ya benar Rina sudah datang.


semua orang yang berkumpul di sana melihat tertuju kepada Rina.


Rina sangat kaget sekali, ketika Deden membalik badan melihat Rina di sebelahnya ada Raka sedang berdiri menatap kepada Rina, dengan berpakaian rapi layaknya dia akan bekerja di perusahaan Rina bekerja.


Kue kering yang sedang di pegang oleh Rina sentak terjatuh ketika melihat Faisal dan Raka berdiri berdampingan. ketika Rina melihat pemandangan ini, hal yang ada di benaknya "aku kacau" kata Rina


Lalu Faisal mengenalkan Raka kepada Rina


"Bu Rina... perkenalkan ini design editor yang akan bekerjasama dengan kita, dia juga akan ikut meeting hari ini" kata Faisal


semua orang bertepuk tangan atas kehadiran Raka. Lalu Raka menghampiri Rina sambil tersenyum. Rina hanya diam melihat Raka.


"Halo saya Raka, saya menjadi design editor untuk proyek kali ini. mohon kerjasamanya" kata Raka sambil memberikan tangannya untuk berjabat tangan dengan Rina. Rina malah diam, seperti tak mau berjabat tangan. padahal kondisi dirinya sedang sok berat. tak tanggung-tanggung Raka mengambil tangan Rina dan berjabat tangan.

__ADS_1


"oh... iya, saya juga" kata Rina


Pagi ini Rina sangat kacau, entah apa yang harus dia lakukan. rasanya ingin pergi lari dari perkumpulan ini. lalu Tari menghampiri Raka untuk menanyakan minuman untuk meeting hari ini.


"maaf pak... apakah bapak mau minum kopi hari ini??" kata Tari


"oh... boleh, terimakasih" kata Raka


"eh... pegang ini, saya akan membawanya ke cafe, ada sesuatu yang harus di bahas dengannya" kata Rina sambil memberikan kertas map nya kepada Tari


"ayo kita pergi" kata Rina


saat Rina dan Raka, Faisal melihat dari kejauhan.


"oke" kata Tari sambil melihat sikap Rina yanv sangat aneh.


sementara itu Rina yang mengajak Raka ke luar ruangan, Rina membawa Raka ke sebuah sudut kantor untuk berbicara.


"ada apa ini??" kata Rina


"Semalam aku kan udah bilang, aku akan ngasih hadiah buat kamu, dan ini surprise" kata Raka


"hadiah?? hadiah apa??" kata Rina


"ya aku ngojek itu cuman sampingan ajah, ternyata kantor kamu lagi butuh editor gitu, ya udah aku ambil job ini.... yang mungkin kita memang di takdirkan untuk bersama" kata Raka


"oh... oh... ya kamu benar, seperti nya kaya gitu" kata Rina

__ADS_1


Raka pun senang surprise nya berhasil dan Raka memegang tangan Rina.


"aku senang banget kalo melihat kamu bahagia seperti ini, aku akan mendukung mu di sisi lain" kata Raka


"aku sangat tersentuh" kata Rina sambil kebingungan


akhirnya Rina menemukan sebuah ide


"oh... sayang, kamu harus menyembunyikan hubungan kita. jangan ada yang tau kalo kita itu pacaran" kata Rina


"loh kok... kenapa harus gitu??" kata Raka


"ih... kamu malah nanya kenapa?? buat menjaga profesional ajah Raka, bayangkan kalo karyawan lain mengetahui bahwa kita itu pacaran. nanti di sangka nya aku yang menyiapkan posisi kamu sekarang, sayang kan ini proyek yang kamu usahakan dengan susah payah, aku sangat kesel sih kalo aku denger orang-orang berbicara kaya gitu" kata Rina


"oh... iya, bener juga ya, aku ga kepikiran seperti itu loh... sayang aku sangat senang bareng kamu hehehehe" kata Raka sambil memeluk Rina


"Raka jangan gini ah..." kata Rina


"santai ajah... aku ga akan ngeliatin kalo kita itu pacaran di tempat kerja, aku juga janji ga akan buat kamu kesal kok" kata Raka


"terimakasih ya sayang, ya udah keburu siang terus keburu mereka curiga juga kita kembali ke tempat kerja kita" kata Rina


"oke siapa takut" kata Raka


"sayang... yang bener jalannya ah, jangan berdekatan kaya gini, nanti orang bisa curiga loh" kata Rina


"iya siap ibu" kata Raka

__ADS_1


Raka dan Rina kembali ke ruangannya, mereka bersiap untuk bekerja.


__ADS_2