Pacar Ganda

Pacar Ganda
Part 18


__ADS_3

Dengan alasan karena sakit Rina pulang lebih awal dari yang lainnya. dan pada saat dalam perjalanan Rina menelepon Yuda seperti biasa dia bercerita kejadian tadi di kantor


"hei... aku sakit flu, jadi aku di suruh pulang cepat, kita makan mie ayam ceker yang terkenal itu yuk" kata Rina


"ah aku ga bisa" kata Yuda


"ya ampun... bukannya kamu lagi libur ya, ayolah sebentar saja" kata Rina


"iya aku emang lagi libur... tapi kan aku punya kesibukan juga. em... orang macam apa katanya sakit tapi ngajak makan mie ayam ceker coba??" kata Yuda


"itukan bagian teknik pengobatan, lagi pilek itu harus banyak makan dan makan yang pedas dan hangat jadi banyak keluar keringat juga" kata Rina sambil batuk-batuk


"Rin... kamu emang sakit beneran??" kata Yuda


"kamu pikir aku lagi sandiwara apa?? sampai aku di suruh pulang lebih awal segala. kamu anggap aku ini wanita seperti apa??" kata Rina


"apa kamu punya obat-obatan di rumah??" kata Yuda


"obat...??" kata Rina


"sinyalnya jelek Rin... gimana??" kata Yuda


"apa??" kata Rina


"ya udah aku telepon nya tutup dulu" kata Yuda


"haduh... si Yuda apa-apaan sih, pake di tutup segala telepon nya" kata Rina berbicara sendiri


pada saat itu pula Raka datang


"Rina..." kata Raka


"hah... Raka, gimana sama kerjaan mu??" kata Rina

__ADS_1


"aku juga mengambil setengah hari kerja, karena alasan lainnya, sekalian saja nanti di rumah aku sekalian buatkan kamu bubur atau makanan apa gitu" kata Raka


"aku ga sakit separah itu kali, ya cuman di istirahat kan sebentar juga udah sembuh lagi" kata Rina


lalu tangan Raka di tempelkan di jidat Rina, untuk mendiagnosa separah apa demam Rina. Rina kaget lagi ngomong tiba-tiba Raka melakukan hal seperti itu.


"Rin... demam kamu sangat tinggi loh, ga akan baik jika kamu di tinggal sendirian. jadi aku mau menemani kamu ajah" kata Raka


"aku benar-benar ga apa-apa" kata Rina


"udahlah ayo kita pulang" kata Raka


dan akhirnya Rina dan Raka pulang di bonceng pake motor Raka.


sesampainya di rumah Rina, Raka memboyong Rina sampai dalam rumah, lalu Raka mendudukkan Rina di sofa.


"sayang... ga usah berlebihan kaya gini, aku emang ga apa-apa" kata Rina


"harusnya kamu itu berobat dulu loh ke dokter" kata Raka


"kalo gitu minum madu ajah" kata Raka


"hah?? sayang udah aku bilang, aku tuh ga apa-apa. aku pikir bakalan enakan kalau aku beristirahat" kata Rina


"iya tapinya aku kan yang khawatir sama kamu, aku bakalan lega, kalo sakit kamu ini di obatin" kata Raka


"baiklah kalau begitu...!!! aku bakalan minum obat" kata Rina


"nah gitu dong... coba pesan madunya ke teman aku biar madunya original" kata Raka


Rina lalu memesan madu dari temannya Raka. sebelum teman Raka mengirimkan madu na cukup detail bertanya kepada Rina, mulai flu nya gimana.


Raka tersenyum kepada Rina dia sangat lega ketika Rina mau berobat

__ADS_1


" nih aku udah pesan... jadi ga khawatir lagi kan??" kata Rina


lalu Raka mengalungkan sebuah selimut ke tubuh Rina, dan berkata " jangan khawatir madunya bentar lagi tiba, aku mau masak bubur dulu buat kamu, istirahat lah"


setelah itu Raka pergi ke dapur untuk menyiapkan bubur untuk Rina. Raka mulai membuatkan bubur. bubur itu sangat spesial dan kaya akan nutrisi. sehingga walaupun Rina sedang sakit pun akan berselera untuk makan.


Bubur pun selesai di buat, Raka langsung menghidangkan buburnya kepada Rina. tercium buburnya sangat wangi bikin perut terasa lapar. Rina langsung memakannya, Rina sangat lahap memakan bubur yang di sediakan oleh Raka. dalam sekejap bubur itu habis


"terimakasih ya sayang" kata Rina


kebetulan saat Raka tadi membuatkan bubur, yang ngirim madu sudah datang. Raka langsung yang menerimanya, jadi saat Rina habis makan Raka langsung memberikan madu tersebut.


"kamu harus minum madu ini sayang" kata Raka sambil membuka bungkus madu yang masih terlilit oleh lakban


"cepat juga ya datangnya...!!" kata Rina


"iya... nah, minum ini dulu terus istirahat dan tidur siang" kata Raka


perasaan Rina sangat senang di perhatikan oleh orang yang dia cintai, dia senyum-senyum dan terharu


"sayang... hari ini aku seperti seorang putri loh" kata Rina


Rina melihat Raka yang sedang membuatkan madu, di mata Rina Raka begitu tampan saat perhatian kepada dirinya. setelah beres Raka menyeduh madunya Rina langsung meminum nya.


"sayang... kamu mengalami begitu banyak masalah karena aku" kata Rina


"itu bukan masalah sayang...aku senang menjaga mu saat kamu sakit kaya gini" kata Raka sambil membelai rambut Rina


lalu mereka pun saling berpandangan, dan Rina langsung memeluknya. Raka pun membalas pelukannya. lalu mereka melepaskan pelukannya dan mengganti dengan berpegangan tangan sambil saling memandang. bibir Raka mulai mendekati bibir Rina. saat Raka akan mencium Rina, dia di tahan oleh tangan Rina.


"sayang... nanti kamu ketularan loh" kata Rina


"ga masalah" kata Raka

__ADS_1


langsung Raka mencium bibir Rina, begitu juga Rina membalas ciuman Raka. tapi saat itu handphone Rina berbunyi, terdengar ada sebuah pesan masuk, pesan itu dari Faisal. dan pesan itu berisi.


"aku khawatir dengan keadaan mu sekarang, di tambah kamu sulit sekali aku hubungi. aku nanti ke rumah kamu ya" pesan dari Faisal.


__ADS_2