
Sesampainya di rumah Rina langsung berbaring di tempat tidur kamarnya, keadaan sangat sunyi, dan terasa dingin karena AC. Lampu yang menyala hanya lampu tidur saja. masih memakai baju kerjanya dia berdiam dan merenung dengan kelelahan yang menyelimuti dirinya. lelah bada dan lelah pikiran. dan dia berbicara sendiri.
"aku kena masalah besar... harus bagaimana ini saat nanti aku masuk kantor??" kata Rina
di dalam hatinya dia berkata, sambil memejamkan matanya. "tapi aku senang, aku tidak lagi menyembunyikan sesuatu dari mereka"
lalu Rina berguling ke arah kanan, perasaannya sedikit kesal karena bingung harus bagaimana lagi sekarang?? Rina mencoba memejamkan matanya mencoba untuk tidur. tapi pikiran ini membuat Rina susah tidur. dan akhirnya Rina tertidur.
Keesokan harinya, Rina masuk kantor seperti biasa. dia datang paling pertama. di mejanya ada 3 buah roti coklat untuk cemilan pagi ini. sambil ngemil sambil bekerja menatap laptop yang ada di atas mejanya. setelah dia mengangkat kepalanya, sudah ada Raka yang duduk di meja kerjanya. Raka sangat fokus sekali dengan kerjaannya. seperti tidak memperdulikan di sekitarnya.
Di susul karyawan lain yang langsung bekerja, terlihat Faisal yang mendatangi Deden dan mengecek pekerjaan Deden.
"kupikir kita bisa melakukan rencana ini sekitar Minggu ke empat, karena belum menghitung jumlah persediaan dan bahan yang habis, jadi kita belum bisa memesannya" terdengar suara Deden berbicara kepada Faisal
Rina melihat kanan kiri. Rina melihat Resti yang sedang bingung dengan pekerjaannya.
"Res..." kata Rina sambil mendekati Rina
__ADS_1
"iya Bu" kata Resti
"ada file yang saya buat tahun lalu, mungkin bisa membantu kamu dalam mengerjakannya. nanti saya kirim ke kamu ya" kata Rina
"oh oke siap Bu" kata Resti
Tari yang berada di depan Resti bertanya kepada Rina "Rin... kapan batas laporan waktu persetujuan kami??"
"nanti ya Selasa depan, jadi masih ada waktu buat mengerjakannya" kata Rina
"oke... kalo gitu, aku harus cek kembali anggaran ku dulu" kata Tari
"oh ya... makasih banget ya Rin, kamu terbaiklah.. maksudku, dengan kejadian kemarin itu aku sangat khawatir di tambah kamu terlihat kurang baik juga kan. dan akhirnya aku menemukan kembali Rina dulu hehehe" kata Tari
"oh... benarkah, mungkin aku abis tidur nyenyak tadi malam hehehehe" kata Rina
walaupun ada obrolan diantara mereka tetapi Faisal cuek ajah, dan Raka pun masih fokus dalam kerjaannya. hanya Faisal dan Raka menoleh saja
__ADS_1
"Den... kenapa di sini ada format seperti ini?? apa kamu masih belum tau bagaimana cara kerjanya??" kata Faisal
"aduh maaf pak...!!" kata Deden
Rina ikut menjawab persoalan-persoalan tentang itu
"Pak Faisal...saya pikir itu karena formatnya telah di ganti waktu kemarin-kemarin" kata Rina
"apa saya terdengar seperti sedang berbicara dengan anda Bu Rina" kata Faisal
Rina langsung tertegun, dan melongo "oh oke maaf" kata Rina
"kerjakan lagi Den... sampai benar" kata Faisal sambil pergi dari ruangan dan Faisal kembali ke ruangannya. Rina terus memperhatikan Faisal saat berjalan keluar kantor.
setelah Faisal pergi, Tari mendekati Deden dan memijat pundak Deden dan sambil berkata "udah Den... mending kita ngopi dulu"
"oke... yu ah kita ngopi dulu ajah" kata Deden
__ADS_1
"hey... hey... bentar aku ikut dong" kata Resti
semua staf sudah berangkat ke kantin buat ngopi tersisa Rina dan Raka berdua di ruang kantor tersebut.