Pacar Ganda

Pacar Ganda
Part 48


__ADS_3

Saat Rina akan menghabiskan minumannya, tiba-tiba ada seorang pria mendekat kepada Rina. Pria itu tiada lain adalah Donny mantannya dahulu.


"Rina" panggil Donny


"eh... Donny, apa kabarnya?? sudah lama kita ga ketemu" kata Rina


"hahahaha.... sudah lama ga ketemu" kata Donny sambil dengan nada sinis


Donny lalu duduk di depan Rina dan sambil berkata "kalau begitu aku sih lega melihat kamu seperti ini"


"maksud kamu?? melihat aku seperti ini??" kata Rina


"ya... selama ini aku hati ku merasa hancur parah, benar-benar galau. tapi aku sangat khawatir dengan kondisi kamu. apa kamu akan baik-baik saja" kata Donny


"oh... sorry banget ya Don" kata Rina


"hah... sudah terlambat" kata Donny


"iya sorry banget... termasuk aku minta maafnya karena terlambat meminta maaf sama kamu" kata Rina


"kenapa kamu terus melakukan hal yang ga bermanfaat ini sih... ?? mudah sekali mengucapkan maaf. jadi berhentilah mengatakan maaf mu itu, berhentilah kalau kamu menyesali tindakan kamu itu" kata Donny sambil dengan nada marah


Tempat makan itu menjadi rame karena kemarahan Donny, seluruh orang yang ada di sana melihat ke arah meja Rina. Rina pun menjadi malu di lihat banyak orang, hatinya sangat kesal dengan kelakuan Donny. sudah datang tidak di inginkan dan waktu yang sangat tidak tepat. berbicara sangat aneh, sambil marah-marah.


Donny berdiri sambil marah-marah "kamu ini ga usah lagi mengatakan hal seperti itu, kalo kamu tau betapa sulitnya itu bagi aku" kata Donny


Rina benar kesal banget hari ini, sudahlah kali ini Rina tidak memperdulikan Donny sedikit pun. handphonenya terus menyala menandakan ada panggilan masuk. dan itu panggilan dari Faisal yang masih berada di kantor malam itu.


Faisal masih bersama Raka di kantor itu, mereka masih mengkhawatirkan Rina sampai saat ini juga. Mereka berdua mencari ke rumahnya dan ternyata rumahnya kosong, pagarnya di kunci. lalu Faisal menelepon kembali tetapi masih tidak di angkat. Raka mencoba bertanya kepada tetangganya. ternyata tetangganya juga tidak tau keberadaan Rina sekarang. kata tetangganya memang dari pagi ga ada.


"kenapa kunci pagarnya di gembok ya?? Pak Faisal apa dia masih belum mengangkat teleponnya" kata Raka


"ya.." kata Faisal


"haduh... kenapa dia ga mengangkat teleponnya sih" kata Raka sambil jongkok kelelahan


"kamu mau nunggu sampai Rina datang??" kata Faisal


"ya mau gimana lagi, aku khawatir sama dia, mungkin perasaan ku akan lega jika aku sudah melihat wajahnya" kata Raka


"hah..." Faisal menghela nafasnya, sambil ikut berjongkok dengan Raka


"hihihi" Raka menertawakan Faisal


Faisal langsung menoleh kepada Raka, kenapa dia tiba-tiba tertawa seperti itu??. "hihihi... sorry, niatnya mau tertawa di dalam hati tapi ga kuat hehehe" kata Raka


"bisa-bisanya kamu tertawa dalam kondisi seperti ini??" kata Faisal


"terserahlah... bingung aku juga" kata Raka


"hah... kata pepatah orang, kalau kamu tidak bisa menghindarinya maka nikmatilah" kata Faisal


Faisal masih belum sadar bahwa Raka sedang menertawakan dirinya. seorang bos besar berpenampilan rapih jongkok sambil memegang tas dan handphone.


"kenapa kamu tidak menerimanya sekarang?? kami mungkin di takdirkan untuk bersama" kata Raka

__ADS_1


"bisakah kamu berkata lebih sopan lagi saat berbicara dengan ku" kata Faisal


"yeah... ini kan di luar kantor, bebas ajah kan?? kamu juga bukan Rina kan?? hahahaha" kata Raka


Faisal merasa Raka ada benarnya juga, dia males untuk berdebat dengan orang yang usianya di bawah dia


"om... emang om ga perduli ya dengan kondisi Rina sekarang?? atau emang ini sebuah kebenaran. mungkin aku ini terlalu keras kepala, menurut mu gimana kalo aku ga pernah membenci Rina sekali pun. apakah cinta aku sama Rina bisa bertahan selamanya?? andai saja kalo aku putus dengan Rina mungkin karena aku lelah pacaran sama dia" kata Raka


"siapa yang tau... mungkin Rina juga merasakan keterbatasan dalam hubungan ini" kata Faisal


mereka berdua merenung, berfikir Rina sampai melakukan hal ini. Faisal mencoba untuk menghubungi Rina lagi. tapi tidak lama menunggu teleponnya langsung di angkat tapi Rina tak menjawab.


"halo Rin... kamu di mana sekarang?? kamu lagi di rumah??" kata Faisal


ada sebuah gelas pecah terdengar, dan suara yang sangat berisik terdengar.


"gimana om, Rina sedang di mana sekarang??" kata Raka


"entahlah... dia tidak menjawab, tapi ada suara gelas yang pecah" kata Faisal


"mungkin di tempat makan" kata Raka


"bentar tapi dimana ya?? oh... iya aku tau ada sebuah tempat makan di sekitar sini yang sering di kunjungi Rina" kata Faisal


"ya aku tau tempat itu...!! ayo kita ke sana" kata Raka


Raka pergi buru-buru, tapi Faisal malas untuk pergi. dia hanya diam saja, lalu Raka mengajak kembali "ayo om... cepat" dan akhirnya Raka pergi


Di restoran masih ada Rina dan Donny, Donny memang ga sengaja menjatuhkan gelas. Rina sangat panik ketika teleponnya tadi tidak sengaja terangkat. ketika yang berjualannya membersihkan gelas itu, Rina mengambil alih dan bertanggung jawab. Rina membersihkan pecahan gelas itu.


"semuanya hancur setelah aku bertemu dengan kamu" kata Donny


Donny masih kesal kepada Rina. tapi Rina menanggapi dengan santai penuh pemakluman. dan Rina duduk kembali di tempat duduknya.


"kamu lagi mabuk ya??" kata Rina


"jujur... aku takut pacaran lagi dengan orang lain. itu semua karena kamu. sementara ini aku masih ragu, kalo aku pacaran lagi aku takut terluka lagi" kata Donny


"ya aku benar-benar minta maaf sama kamu, aku udah bikin kamu seperti ini" kata Rina


"heh... apa aku ingin mendengarkan kata maaf dari kamu?? jadi apa yang aku katakan ini membuat kamu merasa bersalah?? kata maaf itu cuman bisa melegakan hati kamu ajah. tapi aku tetap tidak akan pernah bisa melupakannya" kata Donny


lalu Faisal datang "sudah cukup hentikan"


Rina pun kaget Faisal dan Raka tiba-tiba datang, "hah... Faisal, Raka" kata Rina


"kamu baik-baik saja sayang??" kata Raka


"wow... apa-apaan ini??" kata Donny


"apa yang kamu lakukan di sini??" kata Faisal


"siapa mereka Rin?? apa mereka laki-laki korban perselingkuhan kamu??" kata Donny


Rina hanya bisa diam dan tidak berkata-kata lagi.

__ADS_1


"Rin... apa mereka tau tentang dirimu hahaha. apa mereka sedang galau juga??" kata Donny


"heh... siapa kamu ini?? ngomong secara terang-terangan seperti itu" kata Raka


"mungkin kamu lagi mabuk, jadi ngomong kamu banyak ngelanturnya. mending kamu pulang saja" kata Faisal.


"hey kalian berdua dengar ini, aku ini orang yang sudah di campakkan oleh Rina. terus siapa kalian ini?? kok bisa kenal sama Rina" kata Donny


"saya cowoknya Rina" kata Raka


"oh gitu, kamu cowoknya Rina. sesuai pengamatan saya, emang kamu kriterianya Rina. terus kamu siapa" kata Donny sambil bertepuk tangan


Faisal diam... mungkin karena gengsi untuk mengakui pacar Rina juga. Donny memperhatikan Faisal.


"jangan bilang kamu berpacaran dengan mereka berdua" kata Donny


"ya... kami berdua pacar Rina, emang kenapa??" kata Raka


"hahahaha... kalian berdua itu emang kumpulan manusia konyol, apa kalian ga punya harga diri??" kata Donny


"hey... kamu jangan berbicara seperti itu??" kata Raka


"hahahaha... mengemis dari setengah cintanya, emangnya puas ya?? apakah menurut kalian hubungan konyol seperti ini akan berlanjut?? dasar orang-orang yang sangat bodoh" kata Donny


pada akhirnya Rina mengungkapkan kekesalannya "hei... aku tak keberatan apa yang kamu katakan kepada ku. tapi jangan melampiaskan kepada mereka, emang apa yang kamu tau??" kata Rina


"sudahlah mending kita pergi sekarang" kata Faisal sambil mengambil tangannya Rina


mereka bertiga pergi meninggalkan Donny, tapi Donny masih tetap ngoceh


"ada hal yang aku tau pasti" kata Donny


mereka pun berhenti untuk menanggapi ucapan Donny


"kalian itu tidak akan lama lagi di putuskan seperti aku" kata Donny


tidak banyak kata, Faisal langsung mendekati Donny dan langsung memukul Donny. Donny tersungkur dan di mulutnya berdarah. Donny bangun lagi dan mengusap darah yang keluar dari mulutnya. "kamu memukul ku?? ayo sini" kata Donny


Raka berusaha memisahkan dan menahan Faisal, "sudah Faisal. apa yang kamu lakukan??" kata Raka


Lalu Donny mencoba untuk memukul Faisal, karena Donny dalam keadaan mabuk jadi pukulannya sangat lemah jadi mudah di hindari. pukulan dari Donny tidak mengenai Faisal. dan Donny tersungkur sendiri


"sudah... sudah... cukup Faisal" kata Rina


"hentikan Pak Faisal" kata Raka


Faisal mengehentikan serangannya, dia tetap berdiri dengan santai. "kamu juga hentikan" kata Raka berbicara dengan Donny


Tapi Donny bukannya berhenti, dia mendorong Raka sampai terjatuh. Rina begitu ketakutan. dia takut terjadi apa-apa. apalagi harus bersangkutan dengan hukum. lalu Donny berdiri lagi


"hei... sini kau, kurang ajar" kata Donny


Donny menyerang kembali Faisal, pukulannya dapat di tahan oleh Faisal. lalu Faisal menghabisi Donny. Rina hanya bisa berteriak "hentikan Faisal... hentikan...!!!"


di tempat itu juga ada Yuda yang akan pulang ke rumahnya, dia mendengar rame-rame di sekitar tempat jualan makanan. dan Yuda melihat Faisal sedang memukuli orang. Raka mencoba menghentikan pertengkaran mereka.

__ADS_1


Yuda yang berada dari kejauhan berlari, dan menghampiri Rina "awas jangan dekat-dekat, menjauh lah" kata Yuda. Yuda langsung mengamankan mereka semua. Rina hanya bisa memejamkan mata dan merasa pusing dengan hubungan ini semua


__ADS_2