Pacar Ganda

Pacar Ganda
Part 17


__ADS_3

Pada ke esokkan harinya Rina sudah berada di kantor, dari semenjak awal datang dia batuk-batuk ga karuan. dia meminum air hangat di botol minum miliknya. di pintu ruangan terlihat Raka baru saja datang dan berpapasan dengan Faisal. mereka saling memandang. Rina kaget bahwa dia berpapasan begitu saja. Faisal memandang Raka dengan sinis. Raka hanya menganggukkan kepalanya tanda hormat kepadanya. Faisal tak banyak bertanya atau mengajak ngobrol seperti kemarin. dia langsung pergi begitu saja. ternyata rencana Rina untuk membuat mereka tak jadi teman baik berhasil. Raka hanya melihat Faisal pergi melewati dirinya, lalu Raka langsung duduk di meja kerjanya.


"Bu Rina... maaf ini laporan nya bisa di check lagi??" kata Resti


"oh... oke" kata Rina


Resti melihat ada yang aneh dari wajah Rina. Rina hari ini sangat pucat sekali.


"ibu keliatan pucat hari ini, apa ibu lagi sakit??" kata Resti


"aku agak sedikit flu sama batuk ajah... tapi ga apa-apa kok" kata Rina


"wow... ada masalah apa ini?? hey Rin... kamu ga enak badan?? kamu udah batuk-batuk loh dari kemarin, lebih baik kamu pulang saja terus istirahat di rumah" kata Tari


"engga Tar... aku baik-baik saja. jangan terlalu khawatir sama aku" kata Rina


lalu Raka berdiri dari tempat duduknya, lalu menghampiri Rina juga.

__ADS_1


"Bu Rina... apa kamu lagi sakit??" kata Raka


"ga masalah... aku hanya kedinginan" kata Rina


Deden yang berada di sebelah Tari, dan tidak jauh dari Rina dia sudah memakai masker.


"coba liat kelakuan si Deden, udah pake masker segala" kata Tari


"enggak... bukan itu maksud aku, ini karena debu ajah" kata Deden


"kita sudah cukup banyak menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk ini, mending kamu istirahat ajah" kata Raka


"Raka... kamu ga ada hak buat memutuskan hal itu" kata Faisal


"oh... iya, saya minta maaf pak" kata Raka


"jika kamu kurang sehat, kamu hari ini bisa masuk setengah hari dan bisa pulang lebih awal" kata Faisal

__ADS_1


"ya betul Bu... mending istirahat saja dulu" kata Deden


"ga apa-apa emang kalo begitu??" kata Rina


"ya Bu... mending istirahat ajah di rumah. biar cepat membaik jadi pas masuk bisa fit lagi" kata Resti


"ya udah... maaf pak saya pulang dulu" kata Rina


"ya... silahkan" kata Faisal


Rina terdiam sebentar melihat wajah Faisal yang agak sedikit kesal kepada Raka. Rina takut terjadi apa-apa. Dalam hati Faisal dan dalam pengaruh kata-kata Rina juga Faisal memang sedikit kesal. dia terlihat belagu, sok mengambil keputusan. begitu juga di dalam hati Raka, dia berbuat seperti itu karena informasi dari Rina bahwa Faisal itu orangnya kejam. dia takut Rina tak di perhatikan oleh nya. bahkan dia Rina mungkin saja tidak di izinkan bekerja. tapi Raka merasa lega ketika Faisal memberikan sebuah kebijakan, bahwa Rina di perbolehkan pulang


"em... Res, sorry ini nanti saya akan periksa. tolong rapihkan di meja saya ya" kata Rina


"oh... oke Bu, yang penting ibu sehat dulu ajah" kata Resti


"oke ya udah, terimakasih" kata Rina

__ADS_1


Rina pun mengepak bawaannya dan dia berjalan ke luar kantor dan pulang.


__ADS_2