Pacar Ganda

Pacar Ganda
Part 47


__ADS_3

Saat pagi hari suasana di kantor sangat sepi, di sana hanya ada Raka dan Deden. yang lainnya masih belum datang. Raka melihat ke arah meja kerja Rina yang masih kosong. Raka merasa rindu kepada Rina pagi ini. memang Rina tak akan masuk hari ini. karena dia sedang cuti tahunan. untuk sekedar mengobati rasa rindunya, Raka menanyakan kabar lewat WhatsApp.


"aku dengar kamu lagi libur cuti hari ini, apa kamu baik-baik saja?? apa aku melakukan kesalahan kemarin??. maaf ya jika aku salah. jawab ya telepon aku" kata Raka


Raka menunggu balasan dari Rina, tapi sekian lama Rina tak kunjung membalas.


"em... bukannya kita mau cuti bersama, padahal bisa kan ngobrol dulu ketika hubungan seperti ini" kata Raka di dalam hatinya


Lalu Resti dan Tari datang ke kantor, saat jalan masuk ke kantor mereka sambil membicarakan Rina.


"eh... si Rina ga akan masuk loh hari ini" kata Tari


"oh... ya kenapa??" kata Resti


"dia ambil cuti tahunan. katanya sih ga enak badan" kata Tari

__ADS_1


"oh iya... padahal kemarin-kemarin dia ga kenapa-kenapa, terus sekarang bisa sakit gitu ya??" kata Resti


Sementara di ruangan General Manager, Faisal tampak gelisah sambil memegang handphone. handphone nya terus menghubungi Rina. tapi tak kunjung di angkat juga. lama kelamaan dia merasa jenuh, dan Faisal pun pergi ke pantry untuk membuat kopi.


Saat Faisal berada di pantry, Raka datang menemui Faisal. Raka akan membicarakan tentang Rina. tapi sebelumnya Raka melihat kondisi sekitarnya di khawatirkan ada orang yang akan menguping pembicaraan mereka.


"ada apa kamu ke sini??" kata Faisal


"Pak Faisal... apakah Anda bisa menghubungi Rina??" kata Raka


"ya begitulah... tapi aku pikir dia bisa di hubungi orang lain kecuali kita. dia bilang sama Tari kalo dia lagi ga enak badan" kata Raka


"kenapa ya dia bisa begitu??" kata Faisal


"saya kurang tau Pak... mungkin baiknya kita jenguk dia saat kita pulang kerja nanti" kata Raka

__ADS_1


"ya benar juga..." kata Faisal


hari berjalan seperti biasa di kantor dan tidak ada kendala apapun tanpa Rina. hari sudah mulai gelap, waktunya jam pulang.


Malam ini Rina datang ke sebuah tempat makan pinggir jalan yang di tutupi sebuah tenda. dia berdiam diri sendiri. memesan sebuah minuman yang beralkohol.


"akhirnya semuanya menjadi seperti ini" kata Rina sambil meneguk minumannya di dalam sloki. lalu Rina berdiam diri memikirkan hal yang terjadi pada dirinya. dia melihat sekelilingnya ada beberapa orang yang datang ke cafe itu berpasangan-pasangan. mereka mengobrol. ada yang sedang asik bercanda dan ada yang berbicara romantis.


Berbeda dengan halnya Rina, dia hanya datang seorang diri. dan andaikan saja dia membawa pacar mungkin bisa lebih dari satu. tidak akan seperti mereka. Rina mengingat obrolan dengan Yuda saat malam kemarin.


"berhentilah kita berteman, mari kita pacaran dengan ku. tapi aku tak ingin di cintai seperti mereka. berhentilah mencintai mereka putuskan mereka. dan kita fokus pacaran" kata Yuda


"aku tak yakin dengan perasaan ku, apa aku benar-benar mencintai mu. tapi kalo aku mencintaimu bukan berarti aku tidak mencintai Raka dan Faisal. aku belum bisa memberikan keputusan saat ini" kata Rina


"baiklah... ternyata benar ini Rina yang ku kenal. hati-hati pulangnya Rin. baik-baik lah" kata Yuda

__ADS_1


seperti itu malam tadi yang di ingat oleh Rina


__ADS_2