Pacar Ganda

Pacar Ganda
Part 7


__ADS_3

Pagi ini seluruh perwakilan team sedang melakukan meeting di ruangan meeting. kali ini Rina bagian persentasi tentang produk. meeting ini sangat spesial karena perusahaan Rina akan bekerjasama dengan perusahaan lain.


"seperti yang kalian lihat, ini adalah foto Ayudia, Ayudia ini adalah bedak padat brand terbaru kita. keunggulan dari brand ini adalah partikelnya sangat halus, yang bikin kulit kalian makin halus. kulit mu akan terlihat seperti di filter foto kamera. jadi saya sarankan nama produk ini lebih cepat melambung dari pada produk yang lainnya. dengan memakai harga seperti produk sebelumnya, dan produk yang kemarin kita edarkan harganya di naikan, sehingga harapan saya produk ini lebih laris dan cepat menjadi top brand. Saya rasa nama produk ini sudah lebih baik dan mudah di ingat sama target pasar kita. terlebih manfaat dari produk ini cocok untuk yang suka foto-foto pake filter dan nantinya ga usah lagi pake filter. dan saya juga sudah siapkan modelnya untuk produk ini. sesuai dengan kriteria produk ini. model yang pertama bernama angel, saya mengundang selebgram yang memang biasa memakai produk kecantikan. dengan followers mencapai 500rb. dengan membuat program promo menarik kami mengantisipasi bahwa kami akan menarik banyak perhatian dari pada sebelumnya.


lalu tiba-tiba persentasi Rina terhenti karena ada gangguan teknis, Resti yang sebagai operator, dia mengklik pada laptop nya. tapi slide foto yang sedang di persentasi kan oleh Rina terhenti begitu saja. semua karyawan yang ikut meeting pandangannya tertuju pada Resti. Resti pun kebingungan. Tari tak ambil diam, dia langsung menanyakan apa yang terjadi


"ada yang salah Res??" kata Tari


"ku rasa aku tak memindahkan filenya" kata Resti


pak Faisal angkat bicara


"apaan ini??" kata pak Faisal


Rina memanggil Deden, staf yang paling dekat dengan Rina


"Deden sini" panggil Rina


Deden langsung menemui Rina, dan Rina langsung membisikan kepada Deden.


"kamu pergi ke ruang tunggu, di situ ada tas aku. nah di dalamnya ada drive USB, tolong ambilkan ke sini. agak cepat ya Den..." kata Rina


"baik Bu" kata Deden sambil menganggukkan kepalanya


lalu Deden segera pergi ke ruang tunggu. dan sambil menunggu Deden membawakan drive USB Rina kembali persentasi seadanya.


"mungkin beberapa dari kalian mempertanyakan foto seorang model, bukan selebriti. nah ini lah alasan saya memilih dia. setelah saya berkomunikasi dengan beliau, beliau itu bisa menunjukkan beberapa angel titik foto yang nampak bisa menarik perhatian" kata Rina


lalu Deden kembali dengan membawa drive USB, dan memberikan kepada Resti. Resti memasang Drive USB tersebut ke laptop nya.


Resti memberi kode kepada Rina, bahwa sudah siap bisa di mulai kembali. dan akhirnya meeting siap berjalan kembali.


"selanjutnya, saya akan membahas tentang rencana kampanye" kata Rina


Resti, Tari dan Deden tertunduk lemas. raut mereka terlihat oleh pak Faisal. seperti ada masalah teknis kembali.


singkat cerita, meeting pun telah usai. para tamu sudah kembali. Resti di sidang oleh pak Faisal, dan samping Resti ada Rina dan Tari yang ikut persidangan. Resti memulai pembicaraan.


"maafkan saya di hari yang penting ini" kata Resti


"tak apa Res... seharusnya aku periksa dulu sebelum persentasi, tapi aku tidak sempat memeriksanya" kata Rina

__ADS_1


"ya... sebagai pemula, wajar ajah sih Res kamu melakukan kesalahan" kata Tari


"ya tetap saja, harusnya aku tetap melakukan yang terbaik" kata Resti


"tapi materi yang kamu temukan itu keren sekali loh Res... kalau bukan kau yang bikin, aku mana bisa menjawab pertanyaan dengan benar" kata Rina


"yup... aku setuju banget" kata Tari sambil tersenyum


"terus gimana Bu Rina??" kata Resti


"bagaimanapun, kita sudah menunjukkan yang terbaik. jadi ya udah lupakan hari ini kita enjoy kan ajah hari ini" kata Rina


pak Faisal hanya diam saja, semuanya di serahkan kepada Rina.


"betul... oke ayo kita pergi, gimana kita minum untuk merayakannya??" kata Tari


"wih... mantap nih, steak dan wine gitu" kata Rina


"nah... seperti itu" kata Tari


"hey Resti... kamu mau ikut??" kata Rina


"ah... kalo di ajak sih, ayo ajah" kata Resti


"saya tidak menyangka secepat ini kalian bisa tertawa bercanda" kata pak Faisal dengan nada yang sangat tegas.


Tari dan Resti hanya bisa menunduk.


"untung saja kalian punya assisten manager seperti Rina, yang bisa merespon dengan cepat kalo tidak kesalahan ini sangat fatal" kata pak Faisal


"iya pak... saya tidak akan melakukan kesalahan lagi, lain kali" kata Rina


"saya tidak berbicara dengan Anda, saya berbicara dengan Resti" kata pak Faisal


"saya tidak cukup baik sebagai pemimpinnya, saya minta maaf pak general manager" kata Rina


pak Faisal menghela nafasnya "Bu Rina, ikut saya. ada yang saya perlu bicarakan" kata pak Faisal


setelah itu Resti melihat kepada Rina.


"tak apa-apa Resti" kata Rina

__ADS_1


Resti dan Tari keluar dari ruangan meeting, di ruangan meeting hanya ada Faisal dan Rina.


"kau harus menyadari betapa pentingnya persentasi hari ini, ini bukan sesuatu yang harus kamu bela, karena alasan dia adalah bawahan mu" kata Faisal


"aku engga membelanya karena dia bawahan saya, kesalahan tak terduga bisa saja terjadi, terlepas seberapa banyak yang kita persiapkan. dan saya pikir itu mendorongnya, menjadi metode yang lebih baik daripada mengkritik nya" kata Rina


pak Faisal terdiam, tidak bisa berkata apa-apa lagi


"apakah anda sudah beres berbicara dengan assisten manager Rina??" kata Rina sambil tersenyum


dan pak Faisal hanya menganggukkan kepalanya, lalu Rina mendekati Faisal langsung memeluknya.


"kamu sudah melakukan pekerjaan yang baik untuk mempersiapkan presentasi hari ini, para investor menyukai nya, jadi ku pikir kuta bisa melanjutkan dan menandatangani kontrak" kata Faisal


"ini berkat dukungan mu, Faisal tercinta" kata Rina sambil merapikan dasi Faisal


"ketika ada sesuatu yang mengganggumu, beri tau daripada menyelesaikan nya sendiri. aku mengatakan ini sebagai atasan mu bukan sebagai pacar mu" kata Faisal


"baiklah... aku janji" kata Rina


Rina kembali memeluk sambil berkata


"tetaplah seperti ini, sebentar saja" kata Rina


"heh... gimana kalo ada orang yang melihat nya, sudah lepaskan" kata Faisal


"engga apa-apa, tidak akan ada orang yang berani masuk, aku udah suruh pergi semuanya" kata Rina


tiba-tiba Deden masuk ke ruangan


"ah... aku mau pulang" kata Deden


Rina langsung melepaskan pelukan hangat nya. dan Deden sedikit kaget. lalu semua terdiam sejenak


"mulai sekarang, kamu jangan buat kesalahan seperti ini lagi" kata Faisal sambil berakting


"baik aku akan lebih berhati-hati lagi" kata Rina


lalu Faisal pergi dari ruangan meeting, "selamat tinggal" kata Faisal


lalu Rina pun ikut pergi

__ADS_1


"selamat jalan Bu" kata Deden


__ADS_2