Pacar Ganda

Pacar Ganda
Part 14


__ADS_3

Saat ketegangan itu terjadi, Rina sangat terpojok dengan kondisi seperti itu. tidak ada cara lain selain dia melepaskan tangannya sendiri. dia mencoba cara dengan berdiri dan berpura-pura sangat bahagia. dan menepis seluruh gelas yang ada di tangan mereka


"hey... ayolah, ini kan makan malam pertama kita dengan desainer baru. kita jangan membuat bosan dia seperti ini lah" kata Rina


lalu Rina berteriak kepada pelayan cafe


"pelayan... beri kami 10 botol bir, dan gelasnya ya" kata Rina


pelayan cafe yang mendengar itu, langsung mendekati Rina


"bagaimana pesannya Bu??" kata pelayan cafe


"iya saya pesan bir... 10 botol ya, jangan pake lama" kata Rina


pelayan itu langsung kembali ke bar counter untuk menyiapkan pesanan Rina. bartender cafe sangat cepat mempersiapkan menunya. lalu pelayan itu memberikan seluruh bir tersebut.


dan birnya sudah berada di meja mereka, lalu Rina sendiri lah yang menuangkan bir ke dalam gelasnya. sesekali botol bir yang masih terisi dengan tutupnya terbuka, Rina memutar bir tersebut. dan sampai bir nya muncrat ke arah Deden. semua orang tertawa melihat keseruan yang di lakukan oleh Rina. dan Rina menuangkan kembali ke dalam gelas yang masih belum terisi.


Setelah gelas semua terisi, Rina menumpuk semua gelas, dan menyenggol nya dengan gelas lain. lalu terjatuh lah semua minuman yang di tumpuk tadi. semuanya semakin girang, dan semangat walaupun meja mereka sangat basah oleh tumpahan bir. setelah itu bir yang masih tersisa di bagikan kepada mereka yang berada di meja tersebut. dan semua orang melakukan cheers kembali lalu meminumnya bersama, termasuk dengan Rina.


"oke... kita semua adalah tim, mari kita cheers dan katakan semangat" kata Rina


"semangat" kata yang lainnya.


Rina benar-benar memimpin acara ini, suasana nya di buat semakin seru, tidak membosankan dan tidak lagi formal. dalam sekejap Rina membuat suasana itu seperti pesta, atau perayaan ke berhasilan seseorang.


Rina meminum racikan bir yang di racik dengan minuman lain olehnya, lalu kembali membagikan kepada yang lain. setelah membagikan kepada yang lain, Rina meminum semuanya tanpa berhenti.


"wow... Bu Rina, benar-benar hal ini sungguh luar biasa" kata Raka


"kenapa ini rasanya manis sekali??" kata Tari sambil menutup hidungnya

__ADS_1


"iya... ini benar-benar enak" kata Deden


"betul enak sekali" kata Faisal


"hahahaha... sudah lama saya tidak mencoba hal ini, oke saya permisi sebentar. saya mau ke toilet dulu" kata Rina


"iya silahkan Bu..." kata Raka


Rina pergi ke toilet, sementara yang lainnya masih melanjutkan minum-minum.


"wah... aku belum pernah minum minuman ini loh" kata Deden


"iya bener... ini racikan Bu Rina, keren banget" kata Tari


sementara Rina yang berada di toilet dia merasa pusing, pusing dengan keadaan di tambah dia habis minum. tangannya memegang ke tembok untuk menahan tubuhnya, lalu dia menghela nafasnya. dia membuka handphone nya lalu menelepon Yuda kembali, dan menceritakan semuanya yang terjadi baeusan. dan cerita ini sebuah hal yang memang membuat menarik Yuda. jadi agak seru Yuda mendengarkan cerita dari Rina.


"apa...?? Rin bentar ini sangat menarik, jadi tangan kanan mu di pegang sama pacar pertama mu, terus yang sebelah kiri di pegang juga sama pacar kedua mu, pada saat bersamaan??" kata Yuda


"yeh... bukan itu maksud dan intinya Rin, oh ya terus bagaimana kamu menghandle itu semua??" kata Yuda


"yah... aku langsung memberikan sedikit atraksi lah, mau ga mau" kata Rina


"atraksi.... atraksi apaan??" kata Yuda


"eh... bentar ini dimana ya naro tisunya" kata Rina


"heh... Rin, gw jadi bingung ma elo Rin. jadi gini saat gw atau orang lain tumbuh dewasa. apa sih yang mereka lakukan?? termasuk lu juga ya, loe tuh sama kaya yang lain?? kata Yuda


"hah... apa maksudnya?? apa yang kamu lakukan ketika orang lain pacaran??


"wow.... aku sih ga percaya, kamu mau membongkar semuanya sekarang" kata Yuda

__ADS_1


"masalah terbesar nya adalah... hubungan mereka berdua jauh lebih baik dari yang aku kira, tidak seperti dengan karyawan lain selalu menilai atasannya yang kurang bermakna" kata Rina


"emang apanya yang jadi bikin masalah??" kata Yuda


"tentu saja itu masalah teberat nya... bagaimana kalo mereka sampai bercerita masalah pribadinya?? dan tiba-tiba mereka secara ga sadar mereka ngomong tentang aku gimana?? lalu berpacaran sama mereka berdua dan tamatlah karir ku" kata Rina


"ya ga apa-apa kali, selama mereka berdua belum dekat kan" kata Yuda


"ya... aku senang dengan pikiran sederhana mu" kata Rina


"ya udah jadi semuanya baik-baik saja" kata Yuda


"terus mana 100ribunya" kata Rina


"100ribu apa??" kata Yuda


"kan kamu sendiri yang bilang, kamu akan membayar ku per episode" kata Rina


"hah.... kamu ingat ajah Rin tentang hal itu. oke nanti gw transfer lah" kata Yuda


"nah gitu dong... sesuai perjanjian" kata Rina


"oke-oke lah" kata Yuda


"ya... udah tunggu episode berikutnya" kata Rina


"oke..." kata Yuda


"oke bye...!!!" kata Rina


obrolan mereka sudah berakhir, setelah itu Rina bergabung kembali dengan teman kantornya. dan acaranya sudah selesai lalu mereka pun bubar dari cafe tersebut dan persiapan kembali bekerja.

__ADS_1


__ADS_2