
Di sebuah perpustakaan rumah.Rina sedang bercerita dengan adiknya yang baru saja lama tak bertemu. dengan buku komik di tangannya, Rina bercerita tentang kehidupan nya terutama hal asmara nya.
"hei... kenapa kaka waktu itu mempermainkan mereka??" kata Yuda
"siapa yang mempermainkan?? aku sangat serius, aku memilih yang berhak siapa yang aku mau jadikan pacar aku" kata Rina
"ya ga harus begitu caranya, kaka kasih harapan sama mereka tapi kaka malah milih cowok atlit basket itu" kaya Yuda
sambil menutup komiknya "memang begitu ceritanya, mereka merebutkan cinta aku, tapi aku kan ga pernah cinta sama mereka. dan mereka juga emang udah siap terima yang akan nantinya terjadi" kata Rina
Yuda menaikan kakinya ke kursi, lalu dia duduk bersila
"hey... kok begitu ya cara pacaran kaka??" kata Yuda
"ya ga tau... turunan dari orang tua kali" kata Rina
"bentar... aku baru denger alasan seperti itu, jadi itu penyebab nya. aku laporin loh" kata Yuda
"hahahaha... becanda kali, cuman becanda serius amat, lagian aku harus memutuskan dan yang penting mereka ga sakit hati, terus itu lebih adil kan.... tapi perlu di akui itu sebuah hal sulit bagi aku, coba aku harus memilih 2 orang tampan. persaingan mereka begitu sama, mirip Messi dan Ronaldo. oh ya kamu harus liat" kata Rina
"kenapa harus sih?? engga ah...." kata Yuda
"bukannya kalo memperhatikan pria, pria sendiri yang lebih teliti melihatnya, sini liat" kata Rina sambil menunjukkan handphone nya
"coba nih... pilihkan buat aku" kata Rina
"haduh kamu ini apa-apaan sih??" kata Yuda
"udah liat dulu, nih yang pertama pak Faisal" kata Rina
"bos kaka??" kata Yuda
"iya bener.... ibaratnya ini Cristiano Ronaldo" kata Rina
"bentar... bukannya kaka suka cerita kalo dia itu cowok kasar dan kejam ya??" kata Yuda
"aku suka dia karena emang dia ga gitu sama aku... senyuman nya itu loh manis, dan badannya wih mantap banget" kata Rina
__ADS_1
"hah... kok kaka bisa tau kaya gitu" kata Yuda
"em..." kata Rina sambil menjauh dari adiknya
"ya sudah... dia tersingkir, lanjut yang berikut nya" kata Yuda
lalu Rina mendekat lagi kepada Yuda, dan memperlihatkan foto Raka
"ini yang ke dua, namanya Raka. karena dia tampan banget ga ada bandingannya jadi dia seorang Messi" kata Rina
Yuda men slide layarnya dan melihat foto-foto Raka yang lainnya
"dia kaya banci" kata Yuda
"tapi dia juga tinggi loh, aku kalo meluk mungkin bisa segini" kata Rina
dan memang benar tubuh Rina sebahunya Raka
"ya... berati dia lebih tinggi dari Messi dong" kata Yuda
"hey... terus buat apa tadi nanya-nanya" kata Yuda
"ya aku pikir kamu bisa memandang lain dari aku, tapi yah begitulah ga guna" kata Rina
"terus kaka mau pilih yang mana??" kata Yuda
"jadi yang mau aku pilih nih.... (terdiam sejenak), rahasia pokoknya hehehehe" kata Rina
"eh... kenapa orang-orang ini bisa menyukai kaka??" kata Yuda
"kamu nanya?? kamu bertanya-tanya??" kata Rina
"seriusan kenapa??" kata Yuda
sambil memegang rambutnya dia memperlihatkan sudut pipi kiri dan kanannya
"aku terlihat cantik kan ketika di sudut ini, dan ini. heh... lihat dong" kata Rina
__ADS_1
"iya aku ini liat" kata Yuda
"gimana aku udah pantas kan di sukai banyak pria??" kata Rina
"haduh... rambut kaka bau" kata Yuda sambil memukul kepalanya dengan bantal
"enak ajah... kemarin aku udah keramas tau, apa separah ini ya baunya" kata Rina sambil mencium rambutnya
"wah... sangat menjijikkan, bau sampah" kata Yuda sambil meninggalkan Rina
"apa?? loh... kamu pergi sih??" kata Rina
"engga... aku mau ke warung dulu beli rokok" kata Yuda
"hey... sekalian aku nitip es krim rasa vanila ya" kata Rina
"oke" kata Yuda terdengar dari jauh
saat sendiri Rina kembali melihat foto-foto Faisal dan Raka, lalu slide berikutnya yang tadi tak terlihat oleh Yuda ada foto temannya Yuda
Rina berbicara kepada dirinya sendiri "jadi siapa Rin yang bakalan kamu pilih?? Faisal si bos kasar dan kejam atau si tukang ojek tapi tampan Raka" kata Rina
Rina sambil melamun pengalaman kemarin ketika jalan pertama kalinya bersama Faisal, yang tiba-tiba saat jalan Faisal memegang tangan Rina.
Lalu Rina mengingat kembali pengalaman saat pertama jalan dengan Raka, makan nya entah sengaja pelan-pelan atau memang cara makannya seperti itu, sampai-sampai Rina bertanya "kenapa ga enak ya?? makannya kurang lahap"
kembali lagi Rina mengingat saat Faisal memegang tangannya, Faisal berkata "sangat ga enak di dengar, mulai sekarang kamu panggil saya Faisal saja karena aku ingin kita menjadi sepasang kekasih"
terus balik lagi mengingat Raka, saat Rina tanyakan cara makannya, Raka menyimpan sendoknya lalu memandang wajahnya Rina dan dia berkata "aku bingung mencari kata-kata yang indah, tapi... apa boleh buat, aku pingin kamu jadi pacar aku" kata Raka
Beberapa detik Rina tak bisa menjawab, dia masih kebingungan terima atau tidak?? Rina menguatkan dalam hatinya untuk yakin akan jawabannya. setelah di pikir-pikir Rina menemukan jawaban itu. Kepada Faisal Rina menjawab "aku mau jadi kekasih mu" lalu ketika Raka menembaknya Rina pun menjawab "aku mau jadi pacar kamu"
Nah... di sini lah tampak kalo Rina ini bukan wanita yang baik, ketika menjalankan kehidupan asmaranya. ga kebayang bukan bagaimana ngejalanin hubungan ini semua??
Walaupun Rina ini sosok wanita yang baik ketika dia berada di lingkungan temannya, terlihat seperti wanita yang sangat di idamkan oleh pria. bahkan teman-temannya sampai menilai jika Rina mempunyai suami, maka suaminya itu sangat beruntung banget mendapatkan Rina. dan sahabat Rina amat sangat menyayangkan jika Rina jatuh hatinya kepada pria yang salah. pria buruk dengan kelakuannya, tidak menarik apalagi belum mapan.
"
__ADS_1