Pacar Ganda

Pacar Ganda
Part 15


__ADS_3

Kali ini Rina sedang duduk di meja kantor, badannya terlihat lelah. mungkin akibat dari banyaknya pikiran. dalam laci meja kantor ada sebungkus permen penambah stamina, dia memakannya mungkin berharap bisa memulihkan kondisinya.


Tidak lama setelah memakannya Raka datang menghampiri kepada Rina. dia datang sambil bersiul. entah memberikan sebuah kode atau bagaimana dia hanya mendekati dan berdiam sejenak di belakang Rina lalu melihat apa yang Rina kerjakan, dan Raka kembali menjauh dari Rina terus duduk di meja kerjanya. Rina kebingungan apa maksudnya?? dia melirik kanan dan kiri, tak ada yang aneh. sementara di ruangan itu hanya ada Rina, Resti dan Raka.


Setelah Rina melihat dekat tumpukan buku ternyata ada sebungkus kue kering. dan di atas bungkus itu ada sebuah pesan yaitu "tetap semangat ya sayang ku... hari ini pikirkan saja aku". hal itu membuat Rina bahagia hingga tersenyum.


Dan Faisal datang ke ruangan mereka, sambil memanggil Raka


"Raka" kata Faisal


"siap pak...!!" kata Raka sambil berdiri mendekati Faisal


"saya memeriksa draf ke 2 yang kamu kirim kepada saya" kata Faisal


"oh ya bagaimana pak" kata Raka


" bagaimana cara mu bisa cepat menyelesaikan tugas itu?? kerja yang bagus bro...!!" kata Faisal


dari kejauhan Rina menguping pembicaraan mereka.


"apa yang mereka bicarakan??" kata Rina


saat Rina menguping pembicaraan mereka, Tari berbicara di samping Rina "Raka itu orangnya baik ya!!" sontak suara Tari membuat Rina terkejut. dan Rina melepaskan surat yang berada di atas kue kering tadi yang di berikan oleh Raka.


"Rin... Raka itu orangnya ramah dan benar baik kepada rekan kerjanya, terus cerdas tapi ga melewati batas. dan yang bikin menggelitik dia itu ganteng" kata Tari


"oh ya... benarkah begitu??" kata Rina


"em... seandainya kalo dia belum punya pacar, walaupun aku ga tau siapa ceweknya. aku cemburu banget sama dia" kata Tari


"ya... hehehehe" Rina hanya menganggukkan kepala dan tersenyum mendengar kata-kata dari Tari


"eh bentar... liat si pak GM. bukannya itu senyuman yang paling lebar selama dia berada di sini??" kata Tari


"iya betul tar... itu momen senyuman yang patut di abadikan" kata Rina


"wah... kayanya mereka semakin hari semakin akrab, bisa jadi bestie kali ya... mereka juga terlihat sangat akur." kata Tari

__ADS_1


"ah... jangan sampai terjadi" kata Rina


"hah?? kenapa emangnya??" kata Tari


"oh... maksudnya, ga ke pikiran ajah sebelumnya mereka bisa jadi sahabat" kata Rina


Rina berpura-pura bekerja dan Tari pergi duduk di mejanya. Rina kembali menguping pembicaraan mereka, Rina sangat khawatir kalau mereka bisa berteman dekat. Rina memikirkan sesuatu bagaimana caranya mencegah hal itu.


Di meja depan tampak Tari dan Resti sedang mencoba sampel produk yang akan di pasarkan.


"oh... ini kelebihan nya pasti sedikit matte" kata Resti


lalu seluruh tim bergabung dengan mereka, termasuk Faisal. mereka langsung membicarakan produk itu.


"ya cocok lah, pas banget ketika di pake cuacanya kaya gini" kata Deden


"iya juga sih... jadi ga terlalu pengap pas lagi cuaca panas-panasnya" kata Resti


"nah betul... itu dia yang saya maksud" kata Deden


"ya udah kita fokus pada titik bahwa itu produk spesial saat musim panas" kata Faisal


Raka sedang mencermati produk itu... lalu berkata "ini bukannya yang suka di pake kamu ya Rin...??"


Semua orang kaget dan terdiam saat mendengar apa yang Raka katakan, lalu semua orang melihat tertuju kepada Raka. Raka tertunduk karena keceplosan berbicara seperti itu.


"ups... maaf saya salah" kata Raka


"Raka... saya ingin kamu lebih berhati-hati kalau memanggil kepada atasan ya" kata Faisal


"baik pak... saya akan lebih berhati-hati" kata Raka


"oke... mari kita lanjutkan kembali" kata Faisal


khawatir hal ini menjadi sebuah masalah yang berlarut-larut Rina kembali beraksi


"oh ya... ini akan cocok untuk berbagai macam kulit kan??" kata Rina

__ADS_1


"ya betul" kata Deden


setelah itu Rina hanya memandang wajahnya Raka dengan tatapan yang menggoda, lalu Rina menoleh ke samping dan melihat ke arah Faisal. obrolan terus berlanjut masalah produk. tak ada satupun yang memperhatikan gelagat Rina yang sangat aneh itu. hal itu berlangsung sampai mereka istirahat.


Saat jam istirahat Faisal meminum kopi. lalu Rina mendekati Faisal.


"kamu lagi ngopi ya??" kata Rina


"ya... ada apa kamu datang kesini??" kata Faisal


"kebetulan ajah aku lewat, terus aku liat ada kamu. ya udah aku masuk ajah" kata Rina


Faisal yang sedang membawa makanan di tangan kanannya dan kopi di tangan kirinya. dia lalu menyimpan makanan itu dan memegang tangan Rina. dan Faisal pun tersenyum.


"em... kemarin kamu bilang ga akan menyentuh aku di tempat kerja" kata Rina


"kamu sih... kamu bikin aku jadi berubah pikiran" kata Faisal


"oh... cewek yang mengubah seorang Faisal ya hehehe" kata Rina


Faisal hanya senyum malu, dia tak bisa membendung rasa cinta kepada Rina. kali ini Faisal semakin berani dan dia memegang pundak Rina lalu menyenderkan kepala Rina ke dadanya. Rina senyum dan agak takut melakukan hal ini.


"sayang... kamu marah tadi??" kata Rina


"soal apa??" kata Faisal


"pas lagi meeting tadi, marah sama Raka??" kata Rina


"oh..." kata Faisal


"kamu ga suka ya... kalo ada orang yang kurang sopan. aku liat kamu kaya yang menahan amarah gitu. dan bersikap objektif. aku pulang bersama beberapa kali karena kita kan satu arah nih pulang nya. kayanya dia mungkin nyaman banget kali ya sama aku, jadi dia ngomong nya agak sedikit santai gitu ga kaya ngobrol sama atasan jadi kebiasaan" kata Rina


"ya harus nya kamu memberikan batasan yang jelas lah sama dia" kata Faisal


" ya udah aku coba itu juga sayang, kayanya dia ga terlalu mengerti kali. soalnya aku ngomong nya terlalu halus kali ya. dan aku juga ga ada maksud berkata yang macam-macam, maaf ya sayang bukan bikin kamu kecewa atau apa gitu. dia ngomong sama aku kalo dia itu agak sulit memahami untuk berkerjasama sama kamu gitu" kata Rina


Faisal hanya terdiam dan berfikir sejenak. tidak ada kecurigaan terhadap Rina saat ini. Faisal begitu percaya kepada kekasihnya itu. dan hal itu menjadi sebuah kata-kata yang sangat kepikiran oleh Faisal.

__ADS_1


setelah mereka berbicara di pantry, mereka kembali bekerja di ruangan nya masing-masing. Rina sangat fokus terhadap pekerjaannya. begitu juga dengan tim lainnya fokus dengan tugas mereka masing-masing. hal itu menjadi waktu yang tidak terasa. saking seriusnya, waktu sudah menunjukkan jam pulang. tanpa ada acara lagi mereka langsung pulang. tetapi berbeda Rina dan Raka, mereka pulang bersamaan


__ADS_2