Pacar Ganda

Pacar Ganda
Part 13


__ADS_3

Ke esokan harinya, Saat Raka makan siang dengan karyawan lainnya. banyak sekali pujian yang di berikan kepadanya.


"ini minuman yang kita pesan buat semua" kata Tari


"Raka... minuman apa yang paling kamu suka??" kata Resti


"hahahaha aku suka minuman rebusan jahe" kata Raka


"lah kenapa??" kata Tari


"tau ga rebusan air jahe itu enak pas di minum malem-malem saat udara dingin, selain ya vitamin nya bagus. hangatnya bisa bikin fokus saat mendesign" kata Raka


"kamu punya selera yang unik, cocok buat seorang desainer" kata Tari


"tapi aku kurang suka deh yang anget-anget gitu" kata Deden


"kamu bisa minum teh lemon Den... biar sedikit seger dan ga bikin ngantuk juga menurut aku" kata Raka


"oh ya... kamu tinggal di mana??" kata Resti


"aku tinggal daerah taman kota, tapi saya biasa di bukit indah" kata Raka


"kenapa di bukit indah??" kata Deden


"karena pacar ku tinggal di daerah bukit indah" kata Raka


Rina yang sedang minum di sebelah Raka tersedak dan batuk. dan Deden memberikan tisu kepada Rina.


"oh... kamu punya pacar??" kata Tari


" bukannya Bu Rina tinggal di bukit indah juga ya??" kata Resti


"iya bener... Bu Rina tinggal di bukit indah juga, apakah kalian pernah bertemu sebelumnya??" kata Tari


"belum kali ya...!!! soalnya bukit indah itu agak luas juga areanya hehehehe" kata Rina


"wah... Bu Rina tinggal di bukit indah juga toh, mungkin kita di takdirkan untuk bersama hahahaha ??" kata Raka


suasana meja makan ramai setelah kata bilang seperti itu


"wah... iya, emang beneran takdir ya" kata Deden


"oh benar... bukannya pak Faisal bergabung dengan kita ya hari ini?? kata Resti


"dia ga akan mungkin datang kalo pas kumpul-kumpul kaya gini" kata Rina

__ADS_1


lalu Deden menoleh ke arah pintu cafe, seperti melihat orang yang datang


"eh... itu kaya pak GM" kata Deden


setelah orang itu membuka pintu dan masuk ke cafe ternyata benar Faisal datang.


"tuh kan benar pak GM" kata Deden


sentak hal itu bikin Rina kembali panik. dan karyawan lain berdiri memberi salam kepada Faisal.


" sorry... saya agak telat" kata Faisal sambil duduk di samping Rina


"pak Faisal... bukannya kamu jarang ikut ya kalo makan-makan seperti ini??" kata Rina


"karena ini adalah pertemuan dengan pak designer, emang kenapa kalian ga nyaman dengan kehadiran saya??" kata Faisal


"oh engga pak... kita ga apa-apa ada bapak di sini, justru aku lebih menyukai nya" kata Raka


Tari memberikan gelas kepada Faisal, dan Raka menuangkan minuman kepada Faisal. sementara Rina hanya bisa diam sambil berpikir, apa yang harus dia lakukan dengan kondisi seperti ini.


"sejujurnya... ku pikir bapak keren ketika saat pertama kali kita bertemu" kata Raka


"saya??" kata Faisal


"ya... bapak terlihat sangat terhormat diantara karyawan lain dan stelan jas bapak sangat pas, terus akan lebih baikmemiliki tempat duduk yang ekslusif... sebenarnya cita-cita saya masih kecil, saya ingin seperti bapak" kata Raka


"bapak juga luar biasa selama meeting tadi" kata Raka


"dalam aspek apa??" kata Faisal


"saya pikir itu adalah saat anda melihat draft proposal pertama" kata Raka


"Raka..." kata Rina dengan nada yang sangat keras, pembicaraan tadi membuat Rina emosi dan tak terkontrol


dan itu sangat mengejutkan Raka. "oh... iya" kata Raka


"eh... maksud saya bisa minta minum juga??" kata Rina


"oh... tentu saja" kata Raka


lalu Raka menuangkan minuman segelas kepada Rina. sambil minumannya di tuangkan Rina berkata "saya sangat senang bisa bekerjasama dengan kamu"


"tidak sebahagia saya, karena bisa bekerjasama dengan anda Bu Rina" kata Raka


"oh... takdir" kata Deden

__ADS_1


Faisal langsung melotot ke arah Deden, dan Rina melihat wajah Faisal yang begitu emosi mendengar yang di ucapkan Deden.


"kamu pernah mukbang ga?? aku pernah loh, makan mie instan satu dus, sepertinya makan kamu cukup banyak??" kata Tari


"iya emang keliatan dari badannya ya... kamu makannya banyak, jadi cocok buat spesialis mukbang hahahaha" kata Raka


saat mereka asik ngobrol... Faisal mencuri-curi kesempatan untuk memegang tangan Rina. Rina langsung kaget dan melihat ke arah wajah Faisal


"iya benar... emang Tari suka banget makan" kata Deden


"sebenarnya asik ngumpul seperti ini, semoga nanti bisa ngumpul seperti ini lagi ya" kata Tari


setelah Rina memperhatikan wajah Faisal lalu dia menoleh ke arah Raka


"iya... semoga ajah bisa ngumpul seperti ini lagi ya, dan makin sering juga" kata Raka sambil memegang tangan Rina


kedua tangan Rina di pegang oleh ke dua pria yang berbeda, hal ini membuat semakin panik tak tertahankan


"apa gelas kalian sudah penuh semua?? ayo kita cheers" kata Tari sambil mengacungkan gelas yang berisi soft drink


Rina kebingungan, dia tidak bisa mengacungkan tangannya karena ke dua tangannya sedang di pegang.


"ayo kita bersulang" kata Resti sambil mengacungkan tangan dengan membawa segelas air


Rina makin bingung dan panik, mana bisa dia bersulang?? yang Faisal tau Rina bisa bersulang dengan tangan sebelahnya, begitu juga yang ada di dalam pikiran Raka, Rina bisa bersulang dengan tangan sebelahnya lagi.


"pak GM, mari kita bersulang" kata Raka


"saya??" kata Faisal


"ya... karena kita secara resmi mulai sekarang akan menyenangkan jika bapak menyampaikan sepatah atau dua patah kata kalimat" kata Tari


"ya... betul pak, saya setuju kata Tari" kata Deden


"ah... ya baiklah" kata Faisal


Rina hanya bisa menunduk, dan yang lainnya bersiap mendengar kata yang akan di ucapkan oleh pak Faisal. tapi memang karena karakter Faisal yang begitu dingin, kalimat yang di ucapkan nya adalah


"ayo... kita lakukan yang terbaik" kata Faisal


"ayo kita tos...!!" kata Deden


mereka semua tos... kecuali Rina hanya melihat, dan hal itu membuat aneh semua orang yang ada di situ. termasuk Raka dan Faisal. pandangan semua orang tertuju pada Rina. dan itu hal yang sangat aneh. Rina tak bisa apa-apa, dia hanya pasrah di pandangi oleh semua orang yang ada di meja itu.


"

__ADS_1


"


__ADS_2