Pacar Ganda

Pacar Ganda
Part 28


__ADS_3

Setelah Rina menutup teleponnya, perutnya sudah keroncongan di pastikan siang itu Rina sudah kelaparan. tangannya memegang perut sambil sedikit membungkuk. saat itu juga handphone yang masih di pegang Rina menyala ada pesan masuk.


"Rin... beres kerja kamu mau ngapain?? aku mau ke toko komik, kalo kamu mau ikut aku traktir kamu mie ayam." chat dari Yuda


"aku juga ingin membaca buku komik sekarang" balasan dari Rina


baru saja Rina membalas pesan itu, Faisal datang tepat di depan Rina


"eh... my lovely" kata Rina


"apakah dia ada di sini juga" kata Faisal sambil melihat ke kanan dan ke kiri.


"ya.. saya memeriksa seluruh lokasi di sekitar sini, tepatnya tempat yang muncul di Instagramnya dia. tapi kayanya dia sudah lama pergi dari sini" kata Rina


"em..." kata Faisal sambil kedua tangannya memegang pinggang


"sayang... kenapa kamu sebelumnya melakukan itu sih?? sampai-sampai si Raka yang duduk di belakang sendiri melihat kita" kata Rina


"em... ya, aku ga sadar. apa itu sebuah kesalahan buat mu??" kata Faisal


"sayang... aku tau, kamu bukan tipe orang yang melakukan kesalahan yang seperti itu" kata Rina


"em... Raka, apa dia suka sama kamu??" kata Faisal


"hah?? apa??" kata Rina sambil bengong


"terakhir kali, dia seperti memanggil mu "sayang... sayang" seenaknya dia ajah, terus memperhatikan kamu. dan cara dia mencoba melindungi kamu hari ini" kata Faisal


"oh... itu" kata Rina


"aku pikir kamu juga yang harus di salahkan, harusnya kamu berikan batasan yang jelas, terus harusnya kamu kasih tau sama dia kalo kamu itu udah punya pacar" kata Faisal dengan berbicara dengan serius


"oh... itu udah, aku udah memberi tau" kata Rina


"namun, kalo dia masih seperti itu juga, maka kamu harus mengatakannya lebih jelas lagi sama dia. kalo bisa katakan padanya pacar mu ada di samping mu. dan itu aku" kata Faisal


"sayang" kata Rina

__ADS_1


"ya udah aku mau keliling lagi" kata Faisal


setelah Faisal membicarakannya sesuatu dengan Rina, Faisal pergi lagi mencari model itu. dan Rina di tinggal sendirian.


Di tempat lain Yuda sedang berdiri sambil melihat handphone, lalu temannya datang untuk memberikan minuman kaleng kepada Yuda. "ya makasih" kata Yuda


"heh... bagaimana kalo kita minum-minum setelah bekerja?? Feny akan mentraktir kita" kata Anda teman satu pekerjaannya


"hari ini ya??" kata Yuda


"ya hari ini" kata anda sambil meminum soft drink


pada saat itu Yuda melihat balasan chat dari Rina. dan dia sudah tanggung janji mau ke toko komik hari ini.


"aku paling join di lain waktu ajah, kalian harus pergi tanpa aku" kata Yuda


"maksud kamu apaan?? mungkin kamu ini ada acara lain gitu??" kata Anda


Faisal tidak menjawabnya, pandangannya terfokus sama handphonenya. Anda mengintip sedikit ke arah handphone Yuda.


Yuda kaget ternyata dia mengintip saat Yuda sedang membalas chat.


"teman yang lebih tua 5 tahun dari kamu" kata Anda


"beraninya kau" kata Yuda


"haduh... kamu ini Yuda, bukannya kamu ini baru di tolak sama Kristi. kamu ga akan mendapat balasan kalo cuma nge liatnya seperti itu. ah... kamu ini ga ada kerjaan" kata Andaenhha


Yuda kembali meminum soft drink nya.


T"Yuda... kamu suka sama dia kan??" kata Anda


"engga kaya gitu juga kali" kata Yuda


"udah lah ngaku ajah... aku selalu melangkah di belakang kamu eh... jangan-jangan itu strategi kamu lagi, tapi kenapa ga berhasil juga ya bulan ini" kata Anda


setelah beres mendengarkan Anda berbicara, Faisal fokus kepada handphonenya lagi.

__ADS_1


"seorang teman pria yang selalu ada di sisinya selama 5 tahun, wow... ini agak menakutkan kayanya" kata Anda sambil menyindir kepada Yuda


"aku tidak menyukainya, cuman aku nyaman ajah berada di dekatnya. dan menyenangkan juga kalo main sama dia" kata Yuda


"Yuda... bisakah aku menampar mu dengan kenyataan?? kecuali kamu pacaran sama dia. baru itu masuk akal ketika kamu ga bisa menjauhi teman perempuan mu itu. jika teman mu itu menikah di masa depan, apa kamu akan menghubungi dia secara diam-diam untuk mengajak mu main?? panggil dia di belakang suaminya dan katakan, bisa kah kita berdua tidur bersama??" kata Anda


Yuda hanya memalingkan wajahnya dari Anda, tapi Anda terus menerus menyindirnya.


"hai... aku lagi santai hari ini, karena suami ku sedang keluar lagi kerja ke luar kota hari ini, seperti itu kan?? kalo kamu jujur , lakukan lah dengan cepat" kata Anda


kondisi pembicaraan semakin ngaco, Yuda menganggap Anda sedang mabuk.


"oke... ini bisa pegang dulu" kata Yuda sambil memberikan soft drink kepada Anda, lalu Yuda mencekik Anda dengan pelan.


"eh... eh.... Yuda... Yuda" kata Anda


"cara mu memanggil nama ku kenapa ya malah membuat aku kesal??" kata Yuda


"hei Yuda... ini nasihat buat kamu" kata Anda


"cukup... aku dengar kamu punya salinan novel wanita kurang baik, apa kau belum selesai membacanya??" kata Yuda


"belum beres semua Yuda... belum sempet aku" kata Anda


"hei... bisa aku pinjam besok??" kata Yuda


"oke... oke..." kata Anda


"oke terimakasih" kata Yuda sambil melepaskan cekikkannya


"haduh... kamu ini kenapa jadi pemarah akhir-akhir ini??" kata Anda


"heh... kamu harus memberikan ini kepada ku" kata Yuda sambil mengambil kembali soft drink nya


Anda hanya melihat ke arah Yuda dan diam, sesekali meminum soft drink kepunyaan dia. sementara itu Yuda masih bergelut dengan handphonenya.


"kenapa ga di jawab sih??" kata Yuda berbicara sendiri

__ADS_1


__ADS_2