Pacar Ganda

Pacar Ganda
Part 8


__ADS_3

Di malam hari setelah pulang kerja, Rina dan Faisal, tentunya malam ini Faisal mengantarkan Rina dengan mobil mewahnya. di tengah perjalanan mereka berhenti sejenak, ada sesuatu yang mereka bicarakan. mereka berbicara sambil berpegangan tangan.


"aku merasa senang dengan hal ini, kita ga usah lagi repot-repot mewaspadai karyawan di kantor" kata Rina


"Rin... saat proyek nanti kita memulainya, mungkin kita tak banyak waktu untuk berpacaran" kata Faisal


"ya... aku faham, selama sekitar dua bulan mungkin hubungan kita tanpa ruh cinta yang selalu membayangi" kata Rina


"maksud kamu??" kata Rina


"maksudnya... kita bersamaan tapi sebatas bawahan dan atasan, my love... meskipun begitu aku senang masih bisa bersama kamu" kata Rina


"em... haruskah aku menyerahkan portofolio editor kepada mu dulu, sebelum besok kita akan kunjungi??" kata Faisal


"ga perlu dong sayang... kan itu yuridiksi mu, aku yakin pasti kamu dapet yang kompeten lah..." kata Rina


di tengah pembicaraan mereka, bunyi getaran handphone di tas Rina. Rina menduga itu sebuah telepon dari Raka. Rina melihat ke kanan dan ke kiri kebingungan, haruskah mengangkat nya atau tidak??


"bentar... suara apa tuh?? kaya suara telepon, handphone kamu bunyi tuh??" kata Faisal


"ah... kayanya orang yang ga penting, udah lah biarkan saja" kata Rina


Rina diam tanpa kata, bingung jika di matikan akan bermasalah hubungan nya dengan Raka, tapi jika tak di matikan handphone itu terus berbunyi. Faisal melihat ke arah tas Rina


"tuh... bunyi terus angkat ajah lah" kata Faisal


"ah... ga penting lah, ngabisin waktu ajah. sayang aku capek banget hari ini yuk jalan lagi tuh bentar lagi nyampe rumah aku" kata Rina


Rina merasa gerah padahal AC mobil sudah di nyalakan, saking gugupnya Rina akan membuka kaca mobil sambil berkata "kok gerah banget ya".


saat akan membuka Faisal menahannya, dan menarik Rina ke dekatnya. badan Rina yang tertarik sontak wajahnya menghadap ke arah Faisal. dan mereka berhadapan, saling memandang. dan mereka berciuman cukup lama.


Lalu mereka melanjutkan perjalanan kembali, sesampainya depan rumah Rina mereka berciuman kembali.


"apakah malam ini aku harus ikut dengan mu juga??" kata Faisal


"aku sih ya boleh ajah... tapi kan kamu harus pulang dan besok harus bekerja kembali" kata Rina


"iya juga sih..." kata Rina


"sama aku malu, rumah ku masih berantakan. soalnya aku sibuk banget akhir-akhir ini hehehehe nanti deh aku ajak lain kali" kata Rina


"ya udah... beristirahatlah" kata Faisal


Rina pun masuk ke dalam rumahnya, dia berjalan ke dapur. ternyata ada sebuah hidangan di meja makan lengkap dengan nasinya. seperti ada yang mau makan.


"hah... apa ini??" kata Rina


Tiba-tiba di belakang Rina ada seseorang yang berjalan. dia langsung memeluk Rina dari belakang. Rina kaget, saat melihat ternyata Raka yang sudah ada di dalam rumah.


"kenapa pulang nya lama banget sih??" kata Raka


"ya ampun kamu sayang... aku jadi kagt loh... eh Raka sayang ku... aku udah bilang jangan hubungi aku dulu saat ini, aku bisa saja mengadakan meeting sama klien aku" kata Rina


"aku khawatir sayang kamu kenapa-kenapa, ini udah hampir larut malam loh" kata Raka


"sayang... aku kan udah biasa lembur, pulang malam kaya gini. kalau pun begitu udah aku bilang jangan lakuin gitu lagi ya" kata Rina


lalu Rina membalik ke arah Raka, mereka saling bertatapan


"kamu ga usah merasa bersalah, aku yang salah nyuruh kamu jangan menghubungi aku" kata Rina


"iya... maafin aku ya sayang, aku janji... aku ga akan menghubungi kamu, kalau kamu menyuruh ku jangan menghubungi kamu sekarang" kata Raka


"iya ga apa-apa... paling aku bisa melempar handphone sialan itu hahahaha" kata Rina


"hah..." kata Raka


"engga kok... aku ga marah" kata Rina

__ADS_1


"beneran nih?? kamu ga marah" kata Raka


"iya seriusan aku ga marah, hehehehe" kata Rina


"ya udah, ayo kita makan. kamu pasti lapar banget" kata Raka


"oke deh" kata Rina


mereka langsung duduk di meja makan dan bersiap untuk makan bersama, makan yang sudah di siapkan oleh Raka sebelumnya.


"kapan kamu beli semua makanan ini??" kata Rina


"barusan... pas kamu sebelum datang" kata Raka


"terimakasih ya sayang makanannya" kata Rina


lalu Rina memakan makanannya, mencoba satu suap makanan yang di hidangkan Raka.


"gimana rasanya yang??" kata Raka


Rina berhenti sebentar mencicipi... dan bertanya baru kali ini dia makan makanan ini, sambil memandang kepada Raka


"apa ini??" kata Rina


"kenapa emangnya" kata Raka


"wah... enak banget sumpah, aku suka banget rasanya" kata Rina


"hahahaha... kamu ini bisa ajah, syukurlah kalo kamu suka" kata Raka


Rina mencoba lauk yang lainnya


"mantap nih makanannya, enak banget... kamu hebat loh bisa masak se enak gini" kata Rina


"aku ga terlalu yakin sama skill masak aku, cuman khusus makanan yang ini nih... mungkin aku jago menebak selera kamu" kata Raka


Rina lalu meneruskan makannya... terlihat sangat rakus seperti nya memang lapar banget


"oh... emang ada apa tadi di kantor??" kata Raka


"aku tadi stress berat, aku lagi persentasi dengan karyawan baru kan... tiba-tiba dia melakukan kesalahan, dan ya aku di marahin sama atasan aku, harus bekerja lebih baik lag, padahal bukan salah aku" kata Rina


"wah... keterlaluan sini aku marahin balik atasan kamu" kata Raka


"benarkah??" kata Rina


"iya... coba telepon dia" kata Raka


"oke... tunggu bentar" kata Rina


"aku hanya bercanda" kata Raka sambil ketakutan


"sust... " kata Rina


"sayang aku cuman bercanda loh" kata Raka


"sust.... diem dulu, jangan berisik" kata Rina


"sayang... ih" kata Raka


"halo... pak, ini ada yang mau bicara. iya siap tunggu sebentar. nih... cepetan kamu bicara" kata Rina sambil memberikan handphone nya


"iya..." kata Raka sambil mengambil handphone Rina, dan tangannya begitu gemetar


"ayo cepat ngomong" kata Rina


"ha... halo pak, em... pak... em maaf saya udah mengganggu, malem-malem menelepon. aku... em... aku" kata Raka


Rina yang ada di depannya tersenyum melihat Raka yang ketakutan

__ADS_1


"halo..." kata Raka, dia mengecek handphone nya ternyata dalam keadaan tidak melakukan panggilan


Rina semakin keras tertawa nya "hahahaha"


"mana dia?? dia menutup teleponnya" kata Raka


"hahahaha... sayang itu cuman bercanda, hahahaha tuh kan kamu ga berani ngomong gitu" kata Rina


"sayang kamu keterlaluan banget sih" kata Raka


"hahahaha.... sorry, sorry. kamu lucu banget tau" kata Rina


lalu handphone Rina benar bunyi, ada chat masuk lewat WhatsApp nya


"sayang... ada chat masuk" kata Raka


Rina dengan sangat cepat merebut handphone nya dari genggaman Raka, dan membaca pesan chat tersebut


"Bu Rina... hari ini kerja mu sangat bagus, beristirahatlah" chat dari Faisal


Rina hanya melongo melihat chat tersebut, semua tubuhnya tak bisa bergerak. Rina terdiam


"ada apa yang?? serius banget bacanya??" kata Raka


"bentar ada pesan penting... eh, bukannya kamu sekarang harus buru-buru pulang ya?? gimana si ibu yang minta antar jemput anaknya sekolah jadi kan??" kata Rina


"oh... iya, jadi. cuman kalo pulang sekarang ini terlalu cepat sih" kata Raka


"kita bisa bertemu lagi besok kan" kata Rina


"bener juga sih... kita bisa ketemu lagi besok, tapi bentar aku ada hadiah buat kamu"


"hadiah... apaan??" kata Rina


"iya... tuh" kata Raka sambil menunjuk ke arah kanan Raka, tepatnya di atas meja untuk menyimpan foto atau hiasan lain


Di situ terdapat ada dua boneka Teddy bear, yang satu berwarna coklat dan yang satunya lagi berwarna putih.


"itu bukan boneka Teddy Bear kan??" kata Rina


"ini sesuatu yang lebih baik dari yang kamu tanyakan" kata Raka


"kalo, gitu apaan dong??" kata Rina


"apa coba, mau ku beri tau??" kata Raka


"iya" kata Rina


Raka lalu mendekat kepada Rina, tepatnya di tengah meja. lalu Rina juga mendekat kepada Raka, lalu Raka membisikan kepada Rina "rahasia hahaha" kata Raka


setelah itu Raka berdiri dan berjalan menuju kursi sebelah boneka tersebut.


"apa itu?? perasaan ku ga enak nih" kata Rina


"hah, apa??" kata Raka sambil mengambil jaketnya, dan memakainya.


"engga... kamu ingin aku melihatnya ke depan gitu??" kata Rina


"tentu saja... itu sesuatu yang pantas buat kamu lihat di depan" kata Raka sambil mendekat kepada Rina, lalu mencium pipinya


dan setelah Rina di cium, Rina merasa kaget dan masih bingung maksudnya Raka apa??


"aku pulang dulu ya... bye..!!" kata Raka


lalu Raka pun pulang, menuju keluar pintu rumah Rina. tiba-tiba Raka kembali lagi


"ada yang ketinggalan" kata Raka, lalu dia mencium pipi Rina lagi. dan Raka benar dia langsung pulang


Rina hanya diam, dan tersenyum bahagia dan sangat lucu dengan tingkahnya Raka.

__ADS_1


"hah... dia emang cowok yang sangat ganteng dan lucu" kata Rina


__ADS_2