Pacar Ganda

Pacar Ganda
Part 20


__ADS_3

Ketika Faisal berdiri di depan rumah Rina, dan akan menekan bel rumah Rina. Faisal berdiam sejenak. dia berpikir seperti ada yang lupa, dia mengingat apanya yang lupa, dan beberapa menit kemudian baru dia ingat, ya ternyata Faisal lupa membeli obat ke apotek.


Faisal tidak jadi menekan bel rumah Rina. dia kembali dulu ke apotek untuk membelikan obat untuk Rina. saat dia berjalan, dia mampir dulu ke warung untuk membeli rokok. Faisal pun merokok sejenak di warung itu. dia duduk di bangku yang telah di sediakan oleh warung.


Saat Faisal duduk sambil merokok, ada pria lain di sampingnya ikut merokok juga. pria itu adalah Yuda. keduanya saling memperhatikan, sesekali Faisal melihat jam yang berada di tangannya.


Sementara di rumah Rina, Raka membuka bungkusan makanan itu


"sayang... kamu lagi ga enak badan gitu, emang boleh ya memakannya?? nanti makanannya kerasa hambar kan kalo lagi sakit" kata Raka


"ih... kamu ga tau, makanan itu enak banget di makan kapan saja. apalagi saat ga enak badan kaya gini lebih enak tau" kata Rina


Rina menyiapkan peralatan makan sambil berkata "wih... wanginya, kayanya enak banget"


Saat Rina mau mengaduk makanannya, Rina teringat sesuatu. oh... ya pesan dari Faisal tadi. Faisal akan datang ke rumah ini. Rina segera menyuruh Raka pulang.


"sayang... kamu harus segera pulang sekarang" kata Rina sambil memegang tangan Raka, dengan perasaan panik


"kamu ngusir aku ya??" kata Raka


"engga... sebenarnya ibu ku akan datang" kata Rina


"ibu mu??" kata Raka


"ya ibu ku...." kata Rina


"wah... ini pertama kalinya aku mendengar tentang ibu mu" kata Raka


"oh ya, benarkah??" kata Rina


"iya... kamu suka mengalihkan pembicaraan kalo aku tanya tentang keluarga kamu" kata Raka


"oh, bukan??" kata Rina


Rina tiba-tiba menghentikan pembicaraan, dia sangat panik. nafasnya seperti kecapean

__ADS_1


"oh... ya, kalo gitu aku harus ketemu sama ibu kamu. bukankah aku harus berpakaian rapi??" kata Raka


"oh... iya benar sekali, kamu harus terlihat rapih hari ini. hanya saja baju kamu kurang rapih. kemeja kamu em... kurang pas kalo untuk bertemu sama orang tua aku, aku khawatir sayang ibu aku ga suka sama kamu dengan memakai pakaian itu" kata Rina


"kemeja ini kan??" kata Raka


"oh... ya satu lagi, ibu ku itu sangat ketat dengan aturannya. dia ga suka kalo aku bawa cowoknya ke rumah. wah bisa berabe urusannya" kata Rina


"santai ajah aku bisa kok menghadapi semuanya" kata Raka


"engga... engga... kamu harus pulang sekarang, bahaya... bahaya" kata Rina


Raka di seret terus sama Rina sampai keluar rumahnya


"tunggu Rina sayang, ini kenapa harus begini??" kata Raka


"pokoknya kamu harus pulang" kata Rina


sampailah Raka di halaman rumah


"bentar... bentar... aku mau tanya sama kamu??" kata Raka


"kamu malu ya, kenalin aku sama mamah kamu??" kata Raka


"sayang... kamu ngomong apa sih?? kenapa harus malu ngenalin kamu sama mamah aku?? apa coba alasannya??" kata Rina


"ya abis kamu tiba-tiba nyuruh aku pergi dari rumah kamu, kalo ga malu terus apa??" kata Raka


"hah...?? ya itu sih karena...." kata Rina sambil kebingungan mau jawab apa


"kamu juga ga pernah sekalipun kenalin aku sama teman-teman kamu, terus ada lagi. kamu ga pernah izinin aku posting foto kita berdua di Instagram, terus aku juga ga boleh pake foto profil kita berdua di WhatsApp" kata Raka


"iya... sayang... iya, semuanya itu karena" kata Rina, dia menjawab dengan sangat kebingungan


"tuh kan bener kamu itu malu punya pacar kaya aku gini" kata Raka

__ADS_1


Rina hanya bisa memandang Raka, sembari bingung mau jawab apa. tapi Rina tak kehilangan akal. dia pura-pura batuk yang sangat parah. Raka yang begitu mencintai Rina, dia sangat perhatian kepadanya.


"sayang... kamu kenapa lagi??" kata Raka


sambil batuk-batuk Rina menjawab " sayang apa yang kamu pikirkan ga seperti itu, iya oke aku baik-baik saja. aku cuman tidak ingin kamu terluka, sayang maafkan aku ya... apa yang harus aku lakukan??" kata Rina


"sayang... kamu tenang dulu ya, semuanya akan baik-baik ajah, aku ga akan sakit hati kok...!!" kata Raka


"jadi ga ada yang salah kan dari semua ini??" kata Rina


"iya emang ga ada yang salah, baik aku pulang dulu. maaf aku rasa... aku tinggal terlalu lama sampai-sampai badan kamu jadi ga sehat-sehat, maaf ya sayang" kata Raka


"engga... engga... bukan begitu, pokoknya kamu harus cepat pulang. makasih banget sama kamu udah ngerepotin kamu banget. hati-hati di jalan ya sayang" kata Rina


huh... urusan satu selsai, Rina membuka pesan yang di kirimkan Faisal lewat pesan WhatsApp.


"aku udah sampai depan rumah kamu sekarang" kata Faisal lewat chat WhatsApp.


Rina kaget... Rina berlari mengejar Raka.


"sayang...." kata Rina


"ada apa lagi??" kata Raka


"kamu pulang nya jangan lewat situ, kesini ajah lewat pinggir rumah aku" kata Rina


"kenapa?? kok tiba-tiba aku harus lewat situ??" kata Raka


"kamu kan nanti lewat jalan sana, takut nya jalan situ di tutup. jadi kamu pulang lewat sana ajah, jadi keluarnya mending lewat sini. kalo jalannya sampai di tutup wah gawat, aku khawatir sama kamu kalo nanti jalannya memutar kembali" kata Rina


"tapi kan aku ga bawa motor, jadi bisa dong aku loncat portalnya" kata Raka


"jangan nanti kamu di sangka apa, terus jalannya lebih rame kalo lewat situ" kata Rina


"udah ga apa-apa lewat sini ajah" kata Raka

__ADS_1


"udah yuk kamu lewat sini ajah... dah sayang hati-hati di jalan, kabarin aku ya kalo udah sampai di rumah" kata Rina


dan tak lama setelah itu, bel rumah Rina pun berbunyi


__ADS_2