
Suara bel rumah Rina berbunyi. mendengar suara bel Rina langsung membuka pintu, Rina pura-pura kaget dengan datangnya Faisal
"hai sayang... kamu udah di sini ya, aku baru ajah baca chat kamu loh" kata Rina
"ga apa-apa, bagaimana kabarmu??" kata Faisal
Faisal melihat muka yang aneh di wajah Rina. pipinya agak manyun dan alisnya mengkerut. tadinya Rina ingin berpura-pura terlihat sedang tidak enak badan.
"kamu beneran sakit??" kata Faisal
dengan mata yang tajam Faisal memandang wajah Rina. di bagian wajah Rina memang terlihat keringat yang cukup banyak. Faisal menyangka Rina beneran sakit sehingga timbul ke khawatiran yang cukup besar dalam diri Faisal. padahal Rina sudah membereskan segala jejak bekas Raka.
"hah?? em..." kata Rina
"coba lihat dirimu, kamu keringatan banget. liat keringat di bagian wajah mu keluar banyak banget" kata Faisal
"oh... iya, mungkin itu dari demam, jadi aku keringatan kaya gini" kata Rina sambil mengipas-ngipas dengan tangan ke arah wajahnya
"kamu harusnya bisa jaga kondisi dirimu sendiri, semangat kerja boleh tapi kesehatan mu harus di jaga" kata Faisal
"ah... udah kok, emang aku selalu menjaga kondisi setiap bekerja" kata Rina
tak tega melihat kondisi Rina seperti ini, Faisal langsung memeluknya. Rina kaget tiba-tiba di peluk begitu saja. hal itu terjadi cukup lama hampir sekitar 3 menitan.
Lalu Faisal membawa Rina ke kamar, dan menyuruhnya untuk tiduran. Rina menurut saja, dia tiduran di tempat tidurnya. Faisal menarik selimut yang ada di tempat tidur. dan seluruh anggota badan Rina di tutupi dengan selimut.
__ADS_1
"sebelum kamu tidur baiknya kamu minum obat dahulu, nanti pas bangun akan merasa lebih baik" kata Faisal
Rina tersenyum karena Faisal sudah perhatian kepadanya dan bilang "terimakasih ya"
"cepat minum obatnya sekarang, aku sudah membelinya di apotek depan" kata Faisal
Faisal membuka obatnya yang baru saja dia beli sebelum datang ke rumah Rina.
Rina pun melotot... "minum nya sekarang??" kata Rina
"ya... kapan lagi" kata Faisal
"a.. ah... aku belum makan soalnya" kata Rina
"aku rasa... aku sepertinya melihat bekas mangkuk bubur" kata Faisal
"aku pikir, kalo kamu udah bikin bubur aku rasa ga apa-apa" kata Faisal
Faisal membuka obatnya satu persatu, Rina hanya melihat obat yang di buka oleh Faisal. sambil Rina berpikir kembali untuk beralasan.
"aku tidak akan terlalu khawatir dengan kondisi mu, setelah minum obat" kata Faisal
"sayang.... kamu sudah bekerja seharian, dan menyempatkan datang kesini. sebentar aku ambil minuman dulu buat kamu" kata Rina
"ga perlu... aku masih banyak kerjaan di kantor jadi aku harus kembali ke kantor" kata Faisal
__ADS_1
"yah.... benar kah??" kata Rina
Rina dan Faisal saling memandang, sejenak dia menahan dulu, mereka saling memandang
"sayang kamu pernah mengalami atau melihat seseorangan meninggal karena harus mengkonsumsi beberapa dosis obat yang serupa?? "kata Rina
"yah... aku pikir, aku akan menyebabkan tidak akan overdosis ketika aku memberikan obat kepada mu" kata Faisal
"yah... aku mengerti" kata Rina
"ayo... cepat di minum obatnya" kata Faisal
ah... Rina semakin bingung dengan kondisi seperti ini. dia menundukkan pandangan. sesekali melirik kepada Rina. dengan cepat Rina menelan obatnya sekaligus.
Setelah Rina meminum obat, gelasnya di ambil oleh Faisal dan di simpan di tempat di atas meja kosong dekat tempat tidur Rina. lalu tangannya Faisaldi tempelkan ke kening Rina.
"tidurlah sekarang... hubungi aku lagi saat kamu sudah bangun.. oke" kata Faisal
"oke, terimakasih banget kamu udah nengok aku dan datang kesini" kata Rina
"ya aku pergi dulu ya" kata Faisal
"iya... hati-hati di jalan" kata Rina
"oke... kamu juga jangan lupa istirahat"
__ADS_1
Rina memandang terus ke arah Faisal yang sedang pergi keluar kamar.