Pacar Ganda

Pacar Ganda
Part 25


__ADS_3

Masih dalam suasana briefing


"maafkan saya, ini semua salahku" kata Rina


"ini bukan salah ibu, ini murni kejadian yang tak terduga dari modelnya" kata Resti


"engga ini emang salah aku, seharusnya aku menghubungi dulu dan memastikan terlebih dahulu" kata Rina


"sebenarnya ada apa ini??" kata Faisal yang tiba-tiba muncul


semuanya terdiam dan suasana semakin tegang. semua karyawan tak berani menatap ke arah Faisal. hanya Rina yang berani berdiri dan menghadap Faisal.


"modelnya saat ini tidak bisa di hubungi. kami memeriksanya dan kayanya dia hilang jejak sejak 3 hari yang lalu" penjelasan dari Rina kepada Faisal


"lalu, apa yang kamu bisa lakukan mengatasi situasi seperti ini sekarang??" kata Faisal


"maaf pak...!!" kata Rina


"oke... kamu bisa ga ngirim materi yang di janjikan kepada klien kita??" kata Faisal sambil melihat jam yang ada di tangannya


Sejenak Rina berfikir terlebih dahulu, dia memegang kepalanya mencari ide bahan materi untuk di kirim kepada klien hari ini.

__ADS_1


Dengan tegas Faisal bertanya kembali "gimana bisa atau tidak?? katakan dengan cepat dan tepat" kata Faisal


"em... mungkin saya akan mencarikan model lain sekarang juga" kata Rina dengan menjawab gugup dan penuh kebingungan


"kami bahkan belum berdiskusi dengan klien kami, dan kamu ingin mengubah model?? apa kamu sudah gila??" kata Faisal


Rina hanya tertunduk lesu "maafkan saya" kata Rina


"Rina... ada apa dengan mu akhir-akhir ini?? kamu ga bisa fokus dalam pekerjaan, ga bisa menjaga kesehatan, tidak bisa cek jadwal, dan sekarang kontrak kerja. ga ada satu bagian pun yang berjalan baik. bisa kah kamu menjadi partner yang saya andalkan dalam proyek ini??" kata Faisal


"sudah cukup pak...!!!" kata Raka


Raka tiba-tiba ikut obrolan mereka berdua, Faisal dan Rina kaget melihat Raka bertindak seperti itu.


Faisal menundukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Raka" kata Rina


"ini bukan tempat dimana ketidakmampuan dapat di maafkan, dan saya pikir kamu tidak perlu ikut campur dalam hal ini. saya kira kamu tidak akan tau karena masih muda. tapi..." kata Faisal


"aku... iya memang aku terlalu muda untuk hal ini, tapi tidak semuda yang anda pikirkan. dana saya yakin ini bukan sesuatu kalo saya campur ikut campur dalam hal ini" kata Raka

__ADS_1


Raka dan Faisal saling memandang. sementara itu Rina yang berada di tengah mereka sangat kebingungan.


"kalian berdua hentikan" kata Rina


Raka dan Faisal memandang Rina secara bersamaan.


"masalah ini adalah memang murni salah ku, tidak perlu kalian berdua berdebat" kata Rina


"saya hanya..." kata Raka keburu di potong lagi pembicaraannya oleh Rina


"Raka..." kata Rina


dan Raka pun diam tidak berkata-kata lagi.


"baik pak Faisal saya akan bertanggung jawab atas kejadian ini, dan saya akan menandatanganinya." kata Rina


"baiklah kalo begitu, saya akan menyampaikan situasi ini pada klien" kata Faisal


"ya... sekali lagi saya minta maaf Pak...!!" kata Rina


"karena itu perilaku sewenang-wenang dari influenser itu mungkin saja klien akan mengerti" kata Faisal sambil ke luar ruangan dan meninggalkan Rina dan karyawan yang lainnya termasuk Raka.

__ADS_1


tidak lama setelah itu Rina kembali duduk di kursi tempat briefing tim.


__ADS_2