Pacar Ganda

Pacar Ganda
Part 11


__ADS_3

Kali ini pekerjaan sudah selesai, Rina sudah berada di rumah sore hari. Rina menghabiskan waktu hari ini dengan menonton TV, sambil duduk di sofa dengan kaki selonjoran. Lalu Yuda datang dengan membawa segelas air putih. Yuda duduk di samping Rina sambil meneguk air putih di gelas yang di pegang nya itu.


Tanpa ada basa basi sedikit pun, Rina langsung menceritakan kejadian tadi di kantor kepada Yuda. Yuda pun mendengar cerita apa yang di ceritakan oleh Rina.


"apa kamu pikir semuanya akan lancar?? sampai kapan kamu akan menyembunyikan ini semua??" kata Yuda


"iya aku pikir si Raka cuman ngomong doang pingin kerja sebagai editor, ternyata emang dia berbakat di bidang itu, dan wow... aku punya selera keren bukan??" kata Rina


"apa dengan selera mu itu bagus untuk mu?? lalu apa rencana mu sekarang??" kata Yuda


"ah... entah lah, semuanya kenapa jadi kacau begini" kata Rina sambil menyenderkan kepala dan badannya ke sofa


"yeah... panik dia, coba ngomong dengan santai. jangan panik duluan" kata Yuda


"kamu ini ga panik gimana coba??" kata Rina dengan nada kesal


"santai ajah kali... aku ngomong nya baik-baik" kata Yuda


"ya terus aku harus gimana sekarang?? apa aku harus jujur sama mereka??" kata Rina


"huh... dari awal udah aku tebak, kalo kamu jadian sama mereka akan berakhir seperti ini* kata Yuda


"bagaimana kamu bisa berpikiran seperti itu sih??" kata Rina


"ya kamu ga dengerin aku sebelum nya sih, kalo udah gini, apa boleh buat" kata Yuda


"iya sih aku ini emang brengsek. tapi aku suka sama mereka. aku ga mau putus sama mereka. aku udah berjuang keras buat menjadi pacarnya mereka. aku juga ga bisa mundur dari kerjaan aku" kata Rina


"iya bener kamu perfek banget... tapi yang jelas kamu itu sangat serakah" kata Yuda


"oh iya aku sekarang punya ide, jadi dia mengatakan dia belum menandatangani kontrak perjanjian, sudah aku bujuk sih buat dia mundur dengan alasan tantangan proyek kali ini begitu sulit lalu aku sarankan buat bertahap, dan melakukan yang mudah dulu. tapi masalahnya dia itu orangnya sangat optimis banget lah bikin pusing ajah. udah ah aku mau tidur ajah" kata Rina


Rina pergi ke kamar untuk beristirahat, karena besoknya akan menghadapi pekerjaan yang sangat berat. terlebih cerita cinta nya itu.


Keesokan harinya, meeting bersama Raka pun di mulai. Raka pagi ini memulai persentasi kepada semua.


"saya pikir aksesibilitas sangat penting untuk halaman ulasan, jadi calon pembeli akan membeli produk tersebut, calon pembeli bisa melihat ulasannya dahulu. ketika ulasannya baik maka bisa saja pembeli tidak akan ragu membeli produk ini" kata Raka


"apakah ada produk lain yang melakukan hal seperti yang kamu katakan tadi??" kata Faisal

__ADS_1


"ada... contohnya saja parfum wanita, mereka sudah melakukan dari dulu" kata Raka


"kenapa kamu baru masuk ke sini sekarang sih??" kata Tari


"ya... memang parfum wanita melakukan segalanya buat desain yang sangat menarik" kata Raka


"wah... benar ini editor kita, bakal jadi andalan perusahaan ini" kata Deden


"bagus... aku suka dengan ide kamu, kita lanjutkan setelah jam istirahat" kata Faisal


"baik kita siap pak...!!" kata Tari, Resti dan Deden


Rina yang sejak dari tadi melamun memikirkan cintanya itu, kali ini Rina sangat tidak fokus dengan meeting hari ini. lalu Faisal bertanya kepada Rina


"bagaimana Bu Rina apakah bisa??" kata Faisal


Rina kaget sedang melamun di tanya seperti itu, dan akhirnya jawabannya ngaco


"oh... iya punya dua pacar ya??" kata Rina


Faisal dan semua orang yang ada di sana merasa aneh dengan jawaban Rina


"bukan... apakah Bu Rina siap?? meeting kali ini di lanjutkan setelah istirahat makan siang" kata Faisal


"ayo kita ke pantry... mungkin ada sesuatu yang bisa di makan" kata Deden


"ayo... jangan lama-lama, dan jangan buang-buang waktu" kata Tari


"ya... ayo, aku ikut" kata Raka sambil pergi sambil melihat Rina juga.


dan di ruangan meeting itu tersisa Rina dan Faisal.


"Nona... apa ada yang salah??" kata Faisal


"ah... ga ada, ga ada yang salah sedikit pun" kata Rina


"benar begitu?? kamu terlihat kurang baik. tapi oke lah kalo ga apa-apa" kata Faisal


Faisal kembali mencatat, tiba-tiba Rina memeluk Faisal.

__ADS_1


"sayang" kata Rina


"banyak mata di luar sana" kata Faisal


"kenapa?? kan udah ga ada orang" kata Rina


Faisal menutup buku, catatannya.


"sayang... kamu bakalan melanjutkan proyek ini kan??" kata Rina


"pastinya... tunggu deh kenapa kamu nanya gitu??" kata Faisal


"sayang... emang sih aku ga tau sebanyak apa kerjaan saat di posisi kamu, tapi aku pikir. apa kamu ga kebanyakan kerjaan dengan adanya proyek ini?? iya aku juga mengerti kamu. kamu pemimpin yang luar biasa dan pantang menyerah. aku khawatir kamu bakal kecapean ajah. gimana kalo Bu Angel yang menggantikan posisi kamu sementara" kata Rina


"iya tetap ajah aku harus melakukannya, kamu kan tau betapa bekerja keras nya aku seperti kamu bekerja keras atas proyek ini" kata Faisal


"iya sih... tapi aku hanya... ya kamu cuman berikan dukungan sama kita ajah" kata Rina


"ya udah aku tampung dulu masukan kamu, nanti aku kabarin lagi sama kamu, ya paling besok lah" kata Faisal


"oke" kata Rina


Rina hanya bisa diam. dan saat Rina diam Faisal membuka amplop yang isinya surat perjanjian dengan Raka. tiba-tiba Rina


"sayang... kamu mau menandatangani surat kontrak sama Raka??" kata Rina


"ya... sebenarnya dia dalam kontrak sementara, dan setelah aku lihat dia emang bisa di andalkan dalam proyek ini" kata Faisal


mendengar hal itu Rina memalingkan wajahnya.


"hey... sayang, kamu keliatannya ga suka ya??" kata Faisal


"bukan aku ga suka, aku hanya sedikit khawatir. dia kan seorang desainer pemula, jadi apa bisa kasih proyek sebesar ini kepada dia?? kalo kata aku sih... pengalaman yang paling penting dalam proyek ini. jadi gimana kalo kita cari desainer yang lebih pengalaman lagi??" kata Rina


"itu ga akan mungkin sayang... yang lebih penting gayanya cocok atau enggak bukan pengalaman yang dia miliki. jadi kamu dan aku bisa sama-sama membimbing nya" kata Faisal


"iya kamu benar juga... saya salah pak GM" kata Rina


"ya udah aku mau istirahat dulu" kata Faisal

__ADS_1


"oke sayang" kata Rina


Rina kali ini hanya bisa pasrah dana tertunduk di meja dengan lemas dan kebingungan menghadapi masalah ini.


__ADS_2