
Berjalan lah mereka menuju balai kota menggunakan mobil Faisal. di kursi depan Faisal mengemudi dan di sampingnya ada Rina. sementara kursi belakang hanya Raka seorang. perjalanan sudah di tempuh dengan waktu 15 menit. tak ada seorang pun yang memulai pembicaraan. mereka diam dan fokus melihat ke jalan.
Masuklah ke daerah tengah kota, lalu lintas sangat sibuk sampai jalanan macet. saat itulah Faisal mengajak bicara kepada Raka.
"Raka... saya terlalu keras saat di kantor tadi"
"maaf" Rina memotong pembicaraan Faisal
tapi Faisal melanjutkan pembicaraannya dengan Faisal. "sebenarnya cukup sulit, untuk mengatakan kesalahan ini semata-mata karena Bu Rina. memang aku sadari saat itu terbawa emosi. karena saya juga di buru-buru dengan waktu"
"ga apa-apa" kata Rina
sejenak mereka terdiam kembali, pandangan Rina ke arah jalan melihat-lihat sekitar. Faisal memegang pundak Rina sambil berkata "aku tau betul, seberapa keras kamu kinerja mu Rin..."
Raka yang berbeda di belakang, dia melihat tangan Faisal yang memegang pundak Rina. Raka sangat kepanasan dan sangat cemburu. Rina yang sadar hal itu dia melihat kebelakang, dan memberikan sebuah kode kepada Raka. ya kode bahwa Rina merasa tidak suka dengan perilakunya Faisal. tetapi dalam hati Rina dia suka di perlakukan seperti itu.
"maafkan aku" kata Faisal
pada akhirnya Rina berpura-pura tidak suka di sentuh oleh Faisal, kembali Rina memberikan mimik muka yang berupa kode bahwa jangan terlalu membuka hubungannya di depan Raka. dengan melepaskan tangannya Faisal dari pundaknya "oh... ga apa-apa, saya hanya bisa dan berusaha sebaik mungkin. dan saya sangat berterimakasih udah mengatakan terlebih dahulu" kata Rina
__ADS_1
Faisal sudah mencurigai kalo Raka menyukai Rina, dia seperti memang sengaja membuat cemburu Raka. sesekali Faisal melihat kaca spion untuk melihat reaksi dari Raka. sementara itu Rina di hadapkan dengan kondisi seperti ini, kepala Rina semakin pusing. sudah di bebankan masalah pekerjaan kali ini harus menanggung masalah percintaannya. Rina hanya bisa mengigit bibir dan mencari cara untuk keluar dari masalah ini.
Sampailah mereka di tower dekat balaikota. Rina mulai mencari dan menanyakan kepada orang yang berada di sana.
"apakah kamu pernah melihat orang ini" kata Rina sambil menunjukkan foto kepada karyawan di gedung tower.
"oh... ini bukannya seorang YouTuber ya?? dia sering datang kesini" kata resepsionis gedung
"benar begitu... apa hari ini kamu udah melihatnya kembali?? kata Rina
"kalo hari ini saya belum melihatnya" kata resepsionis
"apa mbak baik-baik saja??" kata resepsionis
"oh maaf maksudnya??" kata Rina
"ya aku melihat mbak kaya yang bingung dan berkeringat dingin seperti itu" kata resepsionis
"oh... iya, saya baik-baik saja" kata Rina sambil mengusap keringat yang ada di keningnya
__ADS_1
"terimakasih atas informasinya" kata Rina, sambil kebingungan. dia harus kemana lagi sekarang. sesudah itu Tari menghubungi Rina. dan Rina mendapatkan informasi dari Tari bahwa mantan agennya ga tau kontaknya lagi
"oh... oke, jadi mereka ga tau kontaknya lagi ya" kata Rina sambil keluar dari gedung tower.
"iya kebetulan kontraknya baru berakhir beberapa hari kemarin, jadi mereka sudah tidak saling menghubungi lagi" kata Tari
"oke aku bisa di pahami ternyata dia tidak punya agensi ya buat sekarang, jadi ya mau ga mau kita harus menghubungi dia langsung ke no pribadinya" kata Rina
"iya betul banget Rin... kurang lebihnya seperti itu" kata Tari
"ya udah... untuk sekarang aku minta daftar model yang bisa di kontrak" kata Rina
"apa belum ada kabar lain lagi di sana??" kata Tari
"ya... kami masih mencari. tapi sampai saat ini masih belum menemukannya" kata Rina
"ya udah... kamu juga belum benar-benar sehat kan jadi kalo bisa aga sedikit jaga kesehatan juga. jangan terlalu memaksakan diri" kata Tari
"iya oke terimakasih... kabarin aku secepatnya ya kalo menemukan sesuatu lagi ya" kata Rina
__ADS_1
Panggilan mereka pun berakhir, sementara Rina masih belum menemukan sesuatu yang dia cari.