
Ke esokkan harinya, seperti biasa kembali bekerja. di kantor ada Resti yang sedang menghadap Faisal. seperti biasa lagi-lagi Resti melakukan kesalahan yang ke sekian kalinya. perasaan Resti sudah tegang siap akan di marahi Faisal. Tari yang berada di meja sebelah memperhatikan Resti. Faisal yang terkenal sangat galak dan tegas suasana makin tegang di kantor pagi itu. Resti meminta maaf kepada Faisal, dia hanya bisa menunduk dan menyesali atas perbuatannya. tetapi ada hal yang lain dan membuat aneh seluruh karyawan di kantor.
"sudah tidak apa-apa, hali itu sudah biasa terjadi" kata Faisal
tiba-tiba Faisal bersikap lembut kepada karyawan. semua karyawan bertanya-tanya, ada apa dengan pak Faisal?? Resti tidak terlalu tegang ketika Faisal tidak memarahinya.
" walaupun begitu, tolong selesaikan ketika saya dinas luar" lanjutan kata Faisal
"oke baik pak. terimakasih" kata Resti
Rina sampai tersenyum melihat kejadian seperti itu.
"kerja yang baik. saya pergi dulu" kata Faisal sambil pergi ke luar ruangan.
"iya pak... hati-hati di jalan" kata Resti
Resti langsung kembali ke meja kerjanya dan bertanya kepada tim "apa mungkin dia sudah bosan memarahi ku??"
Raka berdiri dari tempat kerjanya, dan pergi memfotokopi. Tari yang memperhatikan Raka dia mendekati Rina.
"lihat ke sana" kata Tari sambil menunjuk ke arah Raka
Rina pun menengok ke arah Raka yang sedang memfotokopi.
"mereka itu akhir-akhir terlihat aneh loh" kata Tari
"siapa emang??" kata Rina
__ADS_1
"Faisal dan Raka" kata Tari
"serius kamu Tar??" kata Rina
"di lihat-lihat mereka itu sangat mencurigakan sekali, apa kamu ga ngerasa gitu?? kamu kan orang yang paling dekat sama mereka" kata Tari
"yah... ga tau lah" kata Rina sambil senyum-senyum, dan kembali kepada pekerjaan mereka masing-masing.
Dan Rina melihat sebuah berita di internet ternyata reservasi novel yang Rina pesan ternyata gagal. Rina terkejut melihat hal itu. Rina hendak memberi tau Yuda, pada saat mau memberikan kabar lewat WhatsApp, Rina baru ingat kalo hubungan Rina itu sedang tidak baik. dan memberi kabarnya tidak jadi. Rina menyimpan kembali handphonenya.
Setelah di pikir-pikir, Rina mencoba mengabari Yuda lewat chat. "hey... Yuda, itu novelnya sudah ready tapi ga bisa lewat booking online" chat dari Rina.
Rina sangat panik, dan novel itu sangat di nanti-nanti episodenya. sebenarnya Rina berani melakukan apapun untuk membeli novel tersebut. dia menanti-nanti jawaban dari Yuda. handphone Rina di simpan terbalik .
Lalu tidak lama, handphonenya berdering dan Rina mengangkat teleponnya. Rina langsung bicara "kamu itu bisa-bisanya menelepon ku setelah mengabaikan ku"
"hey apa maksudnya?? ini aku Faisal" kata Faisal
"kamu lagi sibuk ga??" kata Rina
"aku.... em, aku ga terlalu sibuk sih" kata Rina
"pergilah ke tempat duduk ku" kata Faisal
"hah maksudnya??" kata Rina
Rina pun datang masuk ke ruangan Faisal dan dia mencari sesuatu di ruangan Faisal.
__ADS_1
"hey... aku udah di depan kursi kamu" kata Rina
"coba kamu buka laci pertama paling atas" kata Faisal
"terus gimana lagi??" kata Rina
Rina membuka laci tersebut dan dia melihat kotak perhiasan. dia mengambil dan membuka kotak tersebut ternyata di dalamnya ternyata sebuah kalung mahal dan indah.
"ada apa dengan hadiahnya??" kata Rina
"aku pikir itu akan terlihat bagus bagimu" kata Faisal
"eh bentar... ini ada suratnya juga??" kata Rina
dan Rina pun sangat bahagia melihat hadiah tersebut. "terimakasih ya aku suka sama hadiahnya, eh... Faisal kamu suka mie ayam. aku mau traktir kamu nanti malam" kata Rina
"bentar kenapa mie ayam??" kata Faisal
"aku pingin ajah mie ayam, udah lama ga makan mie ayam pake ceker" kata Rina
"aku sih belum nyoba mie ayam pake ceker" kata Faisal
"belum pernah nyoba, yang bener??" kata Rina
"ga kepikiran sih aku kalo makan hal itu, kayanya ga mudah buat makan cekernya??" kata Faisal
"oh oke sorry" kata Faisal
__ADS_1
"oh ya... tapi malam ini harus kita makan bareng bersama* kata Faisal
"saya sih pinginnya mah mie ayam ceker sih, eh sorry ya ini ada telepon masuk. kayanya tentang kerjaan aku tutup teleponya" kata Rina