
Di sebuah restoran Angel sedang di obati oleh Rina. ada sebuah luka ringan di tangan Angel akibat melepaskan pegangan tangan.
"ya di situ... agak kebawah dikit, itu yang keluar darahnya" kata Angel sambil di obati
sementara itu Faisal dan Raka hanya menonton Angel yang sedang di obati.
"aduh sakit" teriak Angel
"kenapa kamu lari tadi??" kata Rina
"aku kabur karena aku bersalah"kata Angel
"sudah selesai" kata Rina
"untuk memperjelas apa yang anda lakukan, kamu melarikan diri karena kamu kesulitan mengatur pacaran dengan dua orang pacar mu itu bukan??" kata Faisal
Rina merasa terpojokkan ketika Faisal berbicara seperti itu
"wah... anda sangat cerdas juga ya, bisa tau loh alasan sebenarnya. insting general manager itu memang berbeda" kata Angel
"ah... " kata Faisal sambil menyandarkan badannya ke kursi dengan perasaan yang sedikit kecewa
"itu konyol... dan sangat tidak bertanggung jawab. pernahkah anda berpikir bahwa orang lain akan menderita oleh anda??" lanjutan pembicaraan dari Faisal
"saya emang menyesal tapi saya ga bisa konsentrasi pada hal lain" kata Angel
Rina yang berada di sebelah Angel, dia begitu serius melihat jawaban Angel
"kau sebut itu sebuah alasan?? anda sangat egois sekali. jika ada sesuatu yang harus anda lakukan, anda harus bertanggung jawab atas hal itu" kata Faisal
Rina sangat mengerti perasaan Angel, dan dia angkat bicara "pak Faisal..."
Faisal hanya menoleh ke arah Rina, dan Angel meneruskan penjelasan alasannya.
"memang terdengar lucu, tapi tidak ada cara lain buat saya untuk melarikan diri. ya memang saya sendiri bangga dengan pekerjaan saya ini, tapi kemudian hal-hal menjadi tak terkendali ketika mempunyai dua orang pacar sekaligus. jujur saya stress mengkhawatirkannya, lalu saya seperti kehilangan motivasi dalam hidup saya pada titik tertentu saya tidak tahan dengan diri saya sendiri, saya tidak berani melepaskannya. dan saya tidak tenang dalam pikiran untuk melanjutkan semua ini. jadi saya memilih hal yang paling mudah. menghilang dari semua ini" kata Angel
__ADS_1
"jika kamu mau menghilang, harusnya anda pergi jauh" kata Rina
"hahahaha... iya itu maksud ku. aku berencana akan melakukan itu, tapi kalo aku pergi jauh aku harus melepaskan semuanya." kata Angel
sejenak obrolan ceria Angel terhenti ketika melihat tatapan Faisal "sorry" kata Angel
"ngomong-ngomong bagaimana anda bisa mempunyai pacar dua sekaligus?? apa anda pikir, anda tidak bisa ketahuan selamanya?? kata Raka
lagi-lagi Rina terpojokkan
"saya mengikuti keinginan saya untuk memiliki mereka berdua, jadi saya tidak berdaya" kata Angel
Rina langsung melihat kembali ke arah Angel, cerita Angel begitu mirip dengan yang di rasakan Rina sekarang.
Angel melanjutkan pembicaraannya "tapi lucu bukan?? ini tidak seperti orang memaksa saya untuk melakukannya, saya berpacaran dengan dua orang karena saya menginginkannya, tapi saya tak merasa bahagia. mungkin itu karena saya harus menyembunyikan sesuatu" kata Angel
Rina hanya terdiam, pandangannya sangat kosong. dan bertanya kepada dirinya sendiri. apa mungkin masa depan dia akan sama seperti masa depan Angel?? begitu lelahnya Rina berpikir, itu bukan karena memikirkan kerjaan yang bermasalah akibat Angel tapi Rina lebih memikirkan kelanjutan hubungan dia dengan ke dua pacarnya. Angel dan Rina mempunyai cerita yang sangat sama, latar belakang mereka berpacaran pun sangat sama. Rina takut seperti Angel yang sangat stress. Rina sejenak meminum minuman yang ada di atas meja. dan Angel pun pergi dan mau menandatangani kontrak.
"kalian semua melakukan pekerjaan yang sangat baik hari ini" kata Faisal
"ya... kita semua berkerja sangat bagus" kata Rina
"sangat melegakan bahwa kami bisa dapat mengirimkan kontrak dengan tepat waktu" kata Raka
"meski begitu anda harusnya tidak mengikuti sejauh ini"kata Faisal
"apa maksud anda pak GM?? bukankah kita ini adalah sebuah tim" kata Raka
Faisal mengambil minuman di meja, dan meminumnya. sementara itu Rina mengecek handphonenya. dan ternyata ada pesan dari Yuda.
"kau telah membaca pesan ku, kenapa kamu tidak membalasnya?? apa kau bisa atau tidak??" isi chat yang di kirim oleh Yuda
"aku rasa hari ini aku belum bisa mengantar mu" balasan chat dari Rina
Faisal melihat baju Raka dan mengatakan kepada Raka "Raka, baju mu sangat bagus"
__ADS_1
Raka memperhatikan baju yang di pakainya, lalu dia melirik kepada Rina dan Raka tersenyum. lalu Raka berkata "benarkah?? inj hadiah dari pacar saya"
"Raka kau sudah punya pacar ya??" kata Faisal
"kenapa?? apa saya kelihatan seperti cowok jomblo ya??" kata Raka
"ya ga seperti itu juga... ini kemeja yang di sukai pacar ku juga" kata Faisal
Rina sangat cemas mendengar obrolan mereka bercerita tentang pacarnya. tangan Rina tak terasa mengepal sangat kencang.
"apa bapak juga punya pacar??" kata Raka
"ya... saya punya" kata Faisal sambil melirik kepada Rina
"aku pikir... pacar kita mempunyai selera yang sangat mirip" kata Raka
"saya pikir juga begitu" kata Faisal
hati Rina berdebar sangat kencang
"kalau di pikir-pikir, kita juga memiliki banyak kesamaan" kata Raka
"ya... tos dulu dong" kata Faisal sambil mengangkat minumannya
Faisal mengisi minuman Raka ke gelas minum Raka. dan handphone Rina kembali bergetar. kembali chat dari Yuda masuk "kenapa?? ada apa??" isi chat dari Yuda
Faisal dan Raka minum bersama, sementara Rina berbicara saat Faisal dan Raka meneguk minumannya "mereka pasti mirip"
Faisal dan Raka langsung menghentikan minum, dan fokus kepada apa yang Rina katakan.
"karena keduanya adalah aku" kata Rina
"apa maksud mu??" kata Raka
"apa maksud semua itu??" kata Faisal
__ADS_1
"itu seperti yang kalian dengar, keduanya adalah aku. pacar kalian" kata Rina