Pacar Ganda

Pacar Ganda
Part 36


__ADS_3

Sekian lama Yuda menunggu Rina di cafe. Rina masih tak kunjung kembali, di sisi lain Yuda khawatir dengan Rina. malem-malem berjalan sendirian. di tambah dia tidak memberi kabar kepada Yuda.


Rasa ke khawatiran Yuda, kian bertambah saat dia mencoba menghubungi Rina ternyata ponselnya tidak aktif. Yuda hanya bisa melamun di cafe sambil menunggu. lama-lama mulai ada sebuah kejenuhan, bingung mau pulang takut Rina kembali, di tambah menu yang di makan belum di bayar.


Sesekali Yuda menuangkan bir ke gelasnya lalu minum, rokok yang dia bawa sudah hampir habis. suasana cafe sudah makin sepi dan hampir mau tutup. Rina masih belum kembali juga. karena pelayan cafe sudah memberikan tanda bahwa cafenya mau tutup pada akhirnya Yuda pun pulang.


Saat ke esokkan harinya, Rina baru bangun tidur. malam itu Rina tidur sangat nyenyak. alarm jam sudah berbunyi. Rina langsung melihat handphone yang di simpan di pinggirnya. alarm di matikan oleh Rina dan dia rebahan dulu sebentar.


Rina tersenyum sendiri ketika mengingat kejadian malam tadi. saat di mana Raka dan Faisal memutuskan untuk melanjutkan pacaran ganda. tidak terbayangkan sebelumnya tadinya Rina berpikir akan menjadi sebuah masalah yang sangat besar dan sulit untuk mencari jalan keluar. karena dia melihat pengalaman Angel yang begitu rumit. Pagi ini Rina sangat bahagia karena masih bisa berhubungan dengan ke dua lelaki idamannya. setelah itu Rina bersiap-siap untuk pergi kerja. dan ternyata kali ini Faisal menjemput Rina untuk berangkat ke kantor bersama-sama.

__ADS_1


Saat dalam perjalanan Rina berkata "duh... padahal kamu ga usah repot-repot jemput aku dulu" kata Rina


"ya mumpung kita searah juga kan" kata Faisal


"dulu kamu bilang kita harus berhati-hati saat di kantor. sampai menghindar segala" kata Rina


Faisal memberikan tangannya untuk di pegang, dan Rina langsung memegang tangan Faisal. di mobil mereka sambil berjalan sambil berpegangan tangan. dan sesekali saling menatap wajahnya.


Sesampainya di kantor tim sudah komplit kecuali Resti belum datang, seperti biasa dia datang paling akhir. dan Rina pun baru datang. seluruh yang ada di dalam ruangan memberikan salam kepada Rina "selamat pagi Bu..." Rina berjalan sambil tersenyum dan menjawab salam mereka "selamat pagi juga" Rina langsung duduk di meja kerjanya.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu, Resti datang "halo semuanya" yang lain menjawab "halo". karena Resti meja kerjanya di samping Rina. seperti biasa Rina memberi salam motivasi kepada Resti. "halo selamat pagi" dengan nada seperti membisikan sambil tersenyum ceria.


"selamat pagi juga Bu Rina... wajah ibu terlihat lebih ceria daripada sebelumnya" kata Resti


"oh... aku rasa ini karena semuanya berjalan lancar hari ini" kata Rina


Rina melihat ke arah samping komputer ternyata ada sebuah gelas cantik yang berisi coffee yang suka di pesan oleh Rina di cafe saat Rina sering memperhatikan wajah Raka, dia rasa ini perbuatannya Raka sambil memandang ke arah Raka. dan ternyata ada sebuah pucuk surat. Rina membukanya dan membacanya "Rina... aku membuatkan kopi itu karena kamu telah melalui banyak hal akhir-akhir ini. aku pernah bilang kan... aku akan menjadi pacar yang terbaik buat kamu, tapi sejauh ini aku belum melakukan sesuatu kepada mu, terimakasih ya sayang dan maafkan aku belum bisa menjadi yang terbaik buat kamu. i love you honey... "


Rina sangat tersentuh dengan surat itu, lalu dia memandang Raka. Raka pun melambaikan tangan kepada Rina sambil tersenyum manis. Rina sangat bahagia dan wajahnya sangat ceria dan membalas senyuman Raka dengan tersenyum kembali. dan saat itu pula Faisal datang, dengan gaya calm nya seorang Faisal dia menatap ke arah Rina. dan Rina pun tersenyum sambil memperhatikan Faisal yang sedang berjalan. sementara Raka melihat Rina seperti itu sangat cemburu.

__ADS_1


__ADS_2