
Malam itu setelah Faisal dan Raka sudah pergi, Rina melihat Yuda sedang berdiri di atas trotoar jalan, sedikit terhalangi oleh pepohonan. tidak banyak membuang waktu Rina langsung menghampiri Yuda dengan berlari dan berkata "hey kamu hehehehe" Yuda hanya diam saja dan sangat cuek sekali
"apa kamu memikirkan apa yang aku pikirkan??" kata Rina
Faisal masih saja cuek dan enggan bertatapan dengan Rina.
"hey... Yuda kamu masih marah ya sama aku, aduh aku minta maaf. aku lupa kemarin malem. akan ku ceritakan oke saat makan malam, ayo kita makan aku traktir, kamu mau makan apa??" kata Rina
"makannya lain kali ajah" kata Yuda menjawab dengan sangat dingin
Rina pun kaget Yuda bersikap seperti itu, Yuda benar-benar marah. lalu Yuda memberikan buku novel kepada Rina. Yuda benar-benar tak mau melihat wajah Rina. dia tampak berbeda sekali. Rina pun tak tau dia begitu marahnya, tidak tau efek lupa kemarin. Rina memperhatikan Yuda terus menerus.
" kenapa?? kau datang jauh-jauh ke sini??" kata Rina
__ADS_1
"aku pikir akan lebih baik untuk makan lain kali, ya udah aku pulang dulu. lupakan saja makan malamnya" kata Yuda
Rina menarik tangan Yuda, dan menghentikan Yuda agar tidak langsung pulang.
"duh... Yuda jangan gitu dong, aku ga enak nih. aku ngaku aku salah, emang kamu ga lapar ya?? kamu kan baru pulang kerja juga. yuk kita cari tempat makan di sana. ada sesuatu yang harus kita bicara" kata Rina
"ah... aku lagi males ngomong sama kamu sekarang ini" kata Yuda
"hah.... apa??" kata Rina
"kenapa kamu menunda sesuatu sih?? mending sekarang ajah" kata Rina
"aku takut salah bicara nanti" kata Yuda
__ADS_1
"salah bicara gimana?? jangan buat ku bingung, katakan saja yang sebenarnya. ada apa denganmu??" kata Rina
"aku muak dengan mu seperti ini. kembali seperti semula setelah mencurahkan perasaan dan emosi mu pada ku. saat kau senang, kamu bersenang-senang dengan ke dua pacar mu. yang ku lakukan hanya mengkhawatirkan mu" kata Yuda
"hei..." kata Rina sambil memegang pundak Yuda
"aku sangat capek... aku harap sekarang menjadi yang terakhir kalinya. aku mau tanya sama kamu, sebenarnya aku ini apa buat mu??" kata Yuda
Yuda pun pergi meninggalkan Rina. hati Rina begitu sedih di perlakukan seperti itu. dia merasa dirinya sangat egois. hanya mementingkan dirinya saja. dan sekarang Rina baru sadar bahwa semua kelakuan dia ternyata salah besar. baru saja dia menyelesaikan masalah dengan ke dua pacarnya. sekarang harus bermasalah lagi dengan Yuda.
Rina hanya bisa berdiri dan merasakan dinginnya angin malam. kehidupannya sangat di rendung masalah terus menerus. hatinya bertanya-tanya, kapan masalah ku berakhir??
sekarang kemana dia harus bercerita, siapa lagi yang selalu mendengarkan ceritanya?? karena sosok Yuda ini walaupun dia adiknya. tapi Yuda adalah adik tiri yang sekarang ini ibu dan ayah tirinya sudah bercerai.
__ADS_1
mungkin kedekatan antara Rina dan Yuda membuat Rina bersikap seenaknya. hingga tak menyadari bahwa selama ini sikapnya menyakitkan hati seorang Yuda. andai saja di beri waktu untuk berbicara dengan Yuda. Rina harus berkata papa pada dia