
Karyawan di tim Sales kali ini terkesima oleh sosok Raka selain pekerjaan yang baik dan bisa di andalkan, Raka mempunyai wajah yang ganteng. jadi Raka menjadi sebuah pusat perhatian. sementara itu Rina masih bergelut dengan kebingungannya. Rina hanya memperhatikan gelagat anak buahnya yang selalu bertanya-tanya kepada Raka.
"Raka... sudah berapa lama kamu bergelut di bidang desain??" kata Resti
"sejak dari kuliah sih saya fokus belajar desain ya kadang-kadang jadi editor bahkan sampai jadi creator video di media sosial juga tapi buat proyek ini saya sih percaya diri bisa melakukannya. walaupun ini pengalaman pertama saya" kata Raka
"wih... mantap banget percaya diri sekali kamu" kata Deden
"mau makan apa sekarang" kata Resti
"iya nih aku udah lapar" kata Deden
"kamu suka apa??" kata Tari
"ah... aku mah segala suka, makan apa ajah boleh" kata Raka
"eh... ada yang baru jualan dimsum di depan kantor, kita cobain yuk" kata Deden
"boleh juga sih dimsum" kata Raka
"iya tau itu tempatnya keren banget yang di depan" kata Resti
"oke... kita pergi sekarang" kata Deden
lalu Raka menoleh ke arah Rina
"Rina... eh, sorry. Bu Rina ga ikut gabung kita?? kita mau makan di depan" kata Raka
"yuk... ikut ajah Bu bareng kita" kata Resti
"em... saya ga terlalu lapar, silahkan kalian ajah duluan" kata Rina
"oke... kita berangkat dulu ya Bu" kata Deden
Rina membisikan kepada Raka
"ga apa-apa, pergi ajah bareng mereka" kata Rina
lalu Raka pun menyusul mereka, dan keluar dari ruangan kantor. tersisa hanya Rina saja di ruangan itu yang sedang kebingungan menghadapi masalah percintaan nya. lalu dia berbicara kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
"apa aku menghindar saja?? mungkin ini cara satu-satunya pilihan aku. haduh mana aku lapar banget lagi" kata Rina
Di meja Rina ada sebuah cemilan dan sebotol minuman penyegar. dia memakan cemilan itu. lalu datanglah Bu Angel ke ruangan Rina.
"wow... semua orang udah pada pergi istirahat makan siang, ah... seperti air di wadah yang bocor saja, sepi banget" kata Angel
melihat Angel datang Rina langsung berdiri dan tersenyum kepadanya
"halo Bu... selamat siang" kata Rina
"siang juga Rin, apakah hari ini semuanya baik-baik saja Rin??" kata Angel
"semuanya baik dan berkat ibu semuanya lancar juga* kata Rina
"benar... saya dengar kamu secara resmi memulai proyek produk baru ya hari ini??" kata Angel
"ya betul Bu... kami baru saja bertemu dengan desainernya" kata Rina
"oh ya bagus kalo gitu, tau ga banyak orang yang menginginkan proyek ini??" kata Angel
"oh ya benarkah??" kata Rina
"ah... ibu bisa ajah hehehehe" kata Rina
"saya punya harapan yang sangat tinggi buat kalian" kata Angel
"ah... terimakasih atas segala kepercayaan ibu" kata Rina
"pokoknya semangat" kata Angel
"siap... semangat" kata Rina
lalu Angel kembali lagi ke luar ruangan sambil berteriak-teriak memanggil Faisal
"Pak Faisal... apakah kamu makan siang juga??" teriakan Angel
lalu Rina menelepon Yuda. dia menceritakan yang barusan terjadi, bertemu Bu Angel sang assisten general manager sekaligus owner di perusahaan itu.
"halo Yuda"
__ADS_1
"iya Rin ada apa??"
"aku tadi ketemu sama Bu Angel, nah aku ngobrol kan sama dia. gila dia mempercayai aku buat ngerjain proyek ini" kata Rina
"em... kayanya ini kesempatan buat kamu, ya udah mendingan kamu bikin kecewa ajah dia" kata Yuda
"haduh... kamu kan tau aku kan serakah, aku akan mengambil karir aku ataupun segala cinta aku" kata Rina
"iya tapi masalahnya yang kamu hadapi bukan percintaan biasa ajah, terus gimana rencana kamu sekarang??" kata Yuda
"ya biar ga ketauan mau ga mau pacaran sama mereka berdua sampai proyek ini beres. aku harus bisa bertahan selama dua bulan" kata Rina
"haduh... itu bukannya tujuan Rin...!! tapi rencana namanya, kenapa ga putusin salah satu ajah sih Rin" kata Yuda
"engga...!!" kata Rina
"kenapa emangnya?? ini udah bikin kamu repot banget tau ga??" kata Yuda
"pikir panjang kenapa?? kalo di putusin sekarang bakalan jadi lebih repot lah... kami udah memutuskan kerja bareng, ya suka apa engga nya aku harus ketemu mereka secara bersamaan selama dua bulan, nah menurut kamu enak mana kerja sama pacar kamu atau mantan kamu??" kata Rina
"ya jelas ga enak sama mantan lah" kata Yuda
"nah... itu maksud aku. saya ga bisa putusin demi efisiensi kerja" kata Rina
"udah lah... kamu ga usah nonton lagi, soalnya hidup mu lebih seru daripada film yang kamu liat" kata Yuda
"ya... betul kata kamu, hidup aku ga pernah ada bosannya" kata Rina sambil nada lemas
"nanti episode selanjutnya jangan di simpan sendiri, kasih tau aku lagi ya. kalo bagus nanti aku bayar 100.000 per episode" kata Yuda
"lah... cuman 100ribu doang, murah amat episode aku di haragai segitu" kata Rina
"sudah lah... mamah udah masak nih buat aku, aku mau makan dulu" kata Yuda
"oke siapkan uang tunai mu, karena sesuatu yang menarik akan datang" kata Rina
"apa itu??" kata Yuda
"mana aku tau, ya udah makan sana" kata Rina sambil menutup teleponnya
__ADS_1