
Setelah semuanya usai malam itu ada sebuah pembicaraan antara Rina dan Yuda di kantor polisi.
"kamu ini selalu bikin semuanya kacau" kata Yuda
"sebenarnya aku juga malu dalam hal itu, kenapa mereka bisa bertemu berbarengan di sana" kata Rina
"mungkin kamu lupa... aku seorang polisi. kalau saja aku bukan polisi mungkin kita semua bisa kena hukum. aku melaporkannya dengan detail semua aku laporkan termasuk motifnya, jadi mungkin saja mereka cepat keluar" kata Yuda
"oke... terimakasih, aku minta maaf soal kejadian ini" kata Rina
"ya sudahlah... bersikap baiklah kepada pacar mu itu. aku tau bagaimana perasaan mereka, tuh mereka kayanya urusannya sudah selesai. ya udah aku pergi dulu" kata Yuda
Raka dan Faisal keluar dari kantor polisi, mereka langsung menemui Rina. dan mereka pun melihat Yuda, mata mereka memandangi Yuda terus saat Yuda pergi meninggalkan Rina.
Ketika Faisal memperhatikan Yuda, dia teringat saat akan ke rumah Rina. Faisal ingat bahwa pria itu pernah bertemu di warung dekat rumah Rina. lalu Faisal melihat ke arah Rina yang tampak dari wajahnya sedikit sedih.
Dan merekapun berjalan pulang bersama. saat perjalanan Faisal berkata "aku... aku mau pergi dulu, ada sesuatu yang harus aku selesaikan. mungkin buat malam ini aku minta maaf ga bisa mengantar mu pulang sampai rumah. Raka tolong antar Rina pulang sampai rumah dengan selamat"
"oke baiklah" kata Raka
"iya Faisal... hati-hati di jalannya" kata Rina
Faisal pergi meninggalkan mereka berdua, sebelum Rina dan Raka melanjutkan perjalanannya, Rina berbicara kepada Raka
"kamu ga usah maksain ngantar aku pulang kalo kamu capek" kata Rina
"ga apa-apa, aku akan mengantar mu pulang" kata Raka
"sedikit lagi sampai kok, udah ga apa-apa sampai sini ajah. kamu pasti lelah banget" kata Rina
Raka hanya diam, hanya memandang Rina saja. lalu Rina memegang tangan Raka.
"kamu lagi ada masalah, pasti semuanya karena aku kan??" kata Rina
__ADS_1
"engga... aku baik-baik saja, aku menjalani semua ini karena aku ga ingin putus. aku memulai semuanya dengan baik tapi meski begitu...." kata Faisal dengan wajah yang sangat sedih
Rina sangat faham apa yang di rasakan oleh Raka. Rina langsung memeluk Raka dan berkata "maafin aku"
Sesampainya Rina di rumah, Rina tidak bisa tidur. dia hanya bisa duduk menghadap jendela kamar. dia mengingat kejadian tadi, terlebih kata-kata Donny yang menyakitkan dan kata-kata dari Yuda. pikiran itu sangat melelahkan buat di jalani dalam kehidupan Rina. sulit sekali untuk menemukan jalan keluar dari semua ini, "apa yang harus di lakukan oleh aku sekarang??" kata Rina di dalam hatinya. malam semakin larut hari akan berganti Rina pun tertidur.
Di ke esokkan harinya, seperti biasa Rina menjalankan aktivitasnya. masuk ke kantor saat pagi hari. sesampainya di lobby kantor handphonenya berdering dan Rina langsung mengangkat teleponnya "halo... kenapa kamu menelepon sepagi ini sih??"
"ya..." kata Tari dengan berbicara yang sangat keras, sehingga bikin sakit ke telinga
"Tar... kamu bisa ga ngomongnya agak pelan dikit, sakit nih ke telinga aku" kata Rina
"hey... sebenarnya apa sih yang kamu lakukan??" kata Tari
"apaan sih...?? ga jelas. kamu lagi ngomong soal apa??" kata Rina
"udahlah... cepat kamu cek yang aku kirimkan sama kamu" kata Tari
"ya udah aku tutup dulu teleponnya" kata Rina
"Rina... kamu kemarin ga masuk, dengan alasannya tidak enak badan. tapi malam harinya kamu ada di luar rumah. benarkah begitu?? terlebih lagi kalian, pacaran ganda. wow... mantap sekali acting nya, oke saya ngerti mungkin itu hal pribadi mu. cuman masalahnya kalian kenapa membuat keributan di dekat tempat makan itu?? kalian sungguh memalukan" kata Angel dengan nada yang membentak
Angel langsung melanjutkan pembicaraannya "kalian itu ga mikir apa?? kejadian itu bikin klien kita pada ngeluh ngeliat video kalian yang berada di sana"
"maaf Bu..." kata Rina
"oke... maaf ya" kata Angel sambil memegang kepalanya dan menyender di kursi
"jadi beberapa karyawan kita sedang menghandle video itu, bagaimana klien untuk bisa kembali percaya kepada perusahaan kita. dan kamu Faisal" kata Angel
"ya Bu..." kata Faisal
"adegan kekerasan yang kamu lakukan itu sangat terlihat jelas. hal itu akan menjadi sulit untuk membuat kepercayaan kepada konsumen" kata Angel
__ADS_1
"maaf Bu... apa yang membuat sulit??" kata Rina
"lepaskan dulu semua proyek yang di pegang oleh kamu. jadi kamu santai-santai dulu lah di rumah. nanti kembali lagi kalo proyek itu sudah selesai" kata Angel
"Bu Angel... apa maksudnya semua itu??" kata Rina
Faisal langsung menahan emosi Rina "baik Bu... saya mengerti" kata Faisal
"oke lah... kalo kamu sudah mengerti. bukankah proyek ini hampir sudah beres?? nanti saya akan menambah manager baru untuk proyek ini. jadi kamu Rina yang meneruskan semua proyek ini. dan satu lagi cepat tangani si Raka" kata Angel sambil berdiri akan pergi
"bentar Bu, tapi..." kata Rina
"ini sebuah perintah dari atasan Rina, sudah kerjakan. aku tidak ada waktu lagi untuk kembali menjelaskannya" kata Angel
Dan Angel pun pergi, keluar dari ruangannya. dan Rina sangat kaget di tambah lagi dia kebingungan dalam menangani proyek ini. terlebih masalah Rina yang di hadapi sekarang ini sangatlah berat.
"Faisal... maafkan aku, aku tau ini semuanya salah ku" kata Rina
"ini semua bukan salah mu" kata Faisal
"maksudnya??" kata Rina
"kamu dengar sendiri kan... alasan aku di rumahkan sementara, karena aku memukuli orang. semua itu benar. kamu harus yakin bahwa kamu bisa" kata Faisal
Faisal setelah berbicara itu kepada Rina dia langsung pergi meninggalkan ruangan. Rina juga langsung kembali ke tempat kerjanya.
Seperti biasa dia duduk di tempat kerja sambil melamun. kadang sesekali Rina mengerjakan pekerjaannya. sampailah tiba waktunya untuk pulang kerja Resti pulang duluan bersama Deden dan di susul oleh Tari dan meninggalkan Rina seorang di ruangan itu. sebelum Tari pulang dia bertanya dulu kepada Rina "Rin... kamu belum mau pulang??"
"iya kayanya sebentar lagi" kata Rina
"ya udah aku pulang duluan ya" kata Tari
Rina merenung kembali, melihat kepada meja kerja Faisal yang kosong. dan Rina juga melihat kepada meja kerja Raka juga kosong. posisi hari ini terbalik. sekarang Rina yang merindukan mereka.
__ADS_1
Rina berdiri untuk pulang, tapi saat berdiri ada sebuah surat di laci meja kerja Rina. Rina mengambil terus membukanya, di suratnya hanya sebuah tulisan "bukalah lacinya". lalu Rina membuka lacinya ternyata ada sebuah hadiah dan sepucuk surat lagi. ternyata surat itu ucapan semangat dari ke dua pacarnya Rina.