Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "

Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "
BAB 12


__ADS_3

Biar bibir mengomel tapi tubuh fey ikit duduk disamping hadi, memeluk tubuh yang berkeringat hadi yang tanpa risih.


" kita sama - sama berkeringat lebih baik mandi dari pada berpelukan." gumam hadi yang justru berbanding terbalik dengan ucapannya, pria itu membalas pelukan fey dengan erat.


" Hadi tetap harum ya, fey suka." bisik fey mengusap lengan hadi yang memeluknya. Terkadang hadi memang terlihat aneh, pria itu tampak sangat menerima kehadirannya namun terkadang juga sangat tampak mengesalkan dengan bibir dan ancaman yang menyebalkan.


" Saatnya memberikan morning kiss yang panjang." bisik hadi mengangkat tubuh fey untuk duduk di pangkuannya, hadi selalu merasa tidak pernah puas dengan fey, wanit ini sangT ahli dalam menggoda hadi baik secara sengaja maupun tidak, fey wanita yang manja yang menggoda, sama sekali bukan ciri - ciri wanita idaman hadi tapi kenapa tiba - tiba secara mendadak menjadi tipenya hadi.


" Siapkan temaga mu bocah manis." bisik hadi tepat berada di depan bibir fey yang sudah duduk di atas pangkuannya, kedua tangan fey memeluk ringan dan sedikit memainkan rambut belakang milik hadi, dadanya dan dada hadi yang hanya berbungkus kaos tipis saling menempel tanpa jarak, sensasi indah yang hadi sukai.


" Jangan panggil fey bocah, hadi semakin menyebalkan saja." fey memajukan bibirnya kesal, mengusap usap rambut belakang yang basah karena keringat.


" kau memang bocah, dan jangan lelah sebelum aku lelah."


DAN MULAILAH LAGI OLAHRAGA YANG SELANJUTNYA , SELAMAT MENIKMATI HADI.

__ADS_1


 


\* \* \*


 


SATU BULAN KEMUDIAN


Pagi itu fey masih sibuk dengan alam mimpinya, dimana sepadang tangan kekar hampir saja menariknya ke dalam dekapan hangat sebelum.......


Suara berat sialan dari suaminya_ pria yang ia impikan berucap datar.


"Oke, itu suaminya yang berucap , pria kaya yang sangat lebih tua dari fey, pria tampan, mapan tetapi juga ingin di tampar. Hampir sebulan mereka bersama, tapi sudah sangat jelas si pria tidak kunjung berubah, selalu ingin membuat fey mengutuknya.


" ARRGG TIDAK MAU, FEY TIDAK MAU BANGUN, FEY MASIH MENGANTUK." oke teriakan itu dari bibir mungil milik fey yang masih tetap setia dengan mata yang tertutup.

__ADS_1


" Bangun atau aku memanggilkan bee untuk menggigitmu." hahhh lagi dan lagi ancaman yanf sama yang sering terdengar beberapa minggu belakangan ini.


" Dasar hadi suami yang jahat, jatah tidur istri itu jangan dikurang - kurangi." fey bergerak duduk yang masih dalam keadaan mata yang terpejam, sedangkan hadi hanya bisa menggelengkan kepalanya kesal.


" Jatah tidurmu sudah berlebihan, wake up."


" ck! menyebalkan sekali, memang ini sudah pukul berapa?" tangan fey tertarik, hadi menggenggam dengan erat berusaha membuat istri manjanya itu bangun. Huh bocah menyebalkan ini sepertinya harus segera hadi kirimkan pada ucup _ supirnya untuk di antarkan ke sang ibu untuk diberi pelajaran.


" Cepat bangun pemalas ,ini sudah waktunya jam makan siang."


oke hadi sudah tidak terkejut lagi saat melihat fey yang selau memeluknya jika ia membangunkan wanita muda itu.


' Huhh iya, pria tua, suamiku, hadiku yang menyebalkan ini baru jam makan siang, masih belum sampai jam makan malam.


sial, harus sekali hadi meredam kekesalan dan melatih kesabaran seperti ini.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang lagi bergerak hadi melangkah menggendong tubuh fey yang mungil seperti mengangkat sekarung beras.


" Ahhhhh hadi tidak turunkan fey."


__ADS_2