
Hening begitu lama, hadi begitu sibuk memijat jari fey dan sibuk menatap wajahnya , tiba - tiba setetes air mata dari hadi membasahi telapak tangan fey yang sedang ia pijat.
" Jngan membuatku khawatir lagi." lirih hadi masih betah memijat jari fey, tidak berniat untuk menatap wajah fey yang sngat ingin di tatap oleh hadi, ada banyak hal yang ingin fey ceritakan, tapi ia masih sangat lemah, hanya untuk sekedar membuka bibir.
" aku percaya kita saling mencintai." kita di persatukan karena perjodohan, " hadi menarik napas pelan, menjeda kalimatnya cukup lama yang membuat fey ingin berteriak tanya.
" Fey, kau harus tahu, kau adalah istri yang pembangkang, kau tidak mau mendengarkan perintah suamimu."
fey tertawa pelan walaupun sebenarnya ingin sekali tertawa keras, hadi melirik wajahnya yang kesal yang justru membuat semakin ingin tertawa.
" Awas saja ya, jika kau sudah diperbolehkan pulang, aku akan menyuruh bee untuk menggigitmu." ancam hadi tidak pernah berubah walaupun sudah 2 tahun berlalu, dan mujarabnya ancaman itu masih dapat menakutinya, membuat fey menghentikan tawanya, menciptakan mimik cemberut istrinya yang masih tampak lemah.
Hadi tersenyum kembali menatap Jari jari fey sudah milai bisa digerakkan, akhirnya hadi dapan melihat tawa dan mimik cemberut itu lagi, sungguh tuhan sangat berbaik hati kepadanya.
" Fey sangat mencintai hadi." tubuh hadi menegang, mendengarkan bisikan lemah dari bibir istrinya, merasakan dagu runcing istrinya bersandar di bahu lebarnya dan jangan lupakan napas lembut yang juga dari istrinya.
__ADS_1
Menarik jari jemari fey mendekatkan ke bibirnya, hadi mengecup lembut kelima jari istrinya dengan penuh rasa syukur,
" Aku sangat mencintaimu fey, istri yang menyebalkan dan pembangkang,"
Pada akhirnya hadi berharap inilah ending bahagia, sangt bahagia, tapi kenapa harus ini jika perjalanan mereka belum lah benar benar selesai.
//*****// //*****//*****//*****//*****//
Bersamanya aku belajar, bahwa bahagia itu sederhana.
" Pelan - pelan saja." ucap hadi hawatir melihat langkah kaki fey yang bersemangat, tangan hadi dengan spontan menahan pergelangan tangan fey, ada apa sih dengan istrinya ini, kenapa dia begitu bersemangat!?
" Kau tahu fey sangat bahagia, akhirnya bisa berjalan hehehheh." dan tanpa dosa fey melepaskan tangan hadi, memutar tubuhnya di hadapan hadi dengan begitu riang, membuat hadi menahan napas takut.
" Hadi kau kenapa menahan napas, apa aku bau?" tanya fey polos saat menatab wajah hadi kaku, rasanya hadi ingin berteriak karena khawatir ! sangat hawatir !
__ADS_1
" Aku sekarang sudah bisa memeluk hadi lagi hihi." masih belum mendapatkan jawaban dari hadi, fey sudah berbicara lagi, bergerak melangkahkan kaki maju beberapa langkah mendekati tubuh hadi, melingkarkan tangan nya di pinggang hadi dengan senyuman lebar.
Hadi sendiri menghela napas, menggerakkan tangan nya untuk menjepit pipi nya fey, mendorong nya untuk sedikit mendunga lalu mengecup bibir fey dengan lembut yang sedang tersenyum.
" Jangan membuat ku hawatir lagi, tenanglah dan jangan terburu - buru."
" Tapi hadi, aku sudah sangat bosan disini, aku ingin pulang kerumah, jadi harus cepat cepat sehat, iya kan?"
Ini yaang sangat hadi rindukan, keceriaan yang sangat kental,
" Iya iya istriku, kau harus cepat sehat dan pulih."
Fey tertawa keras, melepas tangannya dari pinggang hadi dan melepaskan tangan hadi dari pipinya.
" Hadi kau tahu, aku sangat geli melihat sikapmu ini yang sangat sok romantis." ucap hadi yang masih dengan tawanya.
__ADS_1