
" Sekarang baiknya aku berbuat apa ? kalau mau mandi sekarang. benar kata kata hadi itu tidak mungkin, ini masih jam 8 pagi sih." berguman pelan untuk diri sendiri, fey berjalan menuju kamar namun terhenti setelah beberapa kali melangkah.
" Hmmm sepertinya aku sedikit lapar." lagi lagi fey bergumam, memutar tubuh untuk menuju ke dapur, mencepol rambutnya dan tidak lupa menggulung lengan baju tidur nya yang panjang.
Fey membuka kulkas, sejenak ia bungung apa yang kali ini bisa ia makan, tidak ada apapun kecuali susu strowberry nya yang baru kemarin dibelikan oleh ibu mertuanya, kalaupun ada bahan yang bisa di masak pun, percaya lah fey sangat tidak pandai memasak, yang fey tahu memakan masakan suaminya dan bersantaj santai ria, memang luar biasa bahagia hidup wanita muda ini.
__ADS_1
" Susu tidak akan cukup membuat perut ku kenyang." fey meletakkan kotak susunya di atas meja makan, mengambil roti tawar yang ada lalu sibuk mencari memeriksa dimana letak selai strowbery nya, habis tak tersisa kan, fey baru ingat ia menghabis kan selai manis favorit nya itu semalam sebelum ia tidak bisa tidur.
Dengan berat hati fey bergerak berjalan membawa roti dan memanggang nya di pemanggang yang sudah di nyalakan, menunggu beberapa menit sampai roti itu selesai di panggang dan tidak tanggung tanggung lagi fey memanggang sampai 6 lembar roti, setelah menata cantik di atas piring ia bergerak menuju ke meja makan, menarik kursi kebanggaan hadi dan duduk dengan senyum lebar.
Mengambil selai roti rasa coklat milik hadi lantas mengoleskan di permukaan roti, setelah selesai fey langsung akan mandi.
__ADS_1
" Apa kau tidak berniat untuk membaginya dengan suami mu ini sweet heart." fey memalingkan kepalanya sedikit, dimana ia melihat hadi berjalan mendekatinya dengan kaos yang basah dan wajah yang sexy.
" Eh hadi sudah selesai? kenapa cepat sekali, ini baru 20 menit." fey menatap layar ponselnya yang berada di atas meja tanpa ingin melepas roti selai coklat dan segelas susu.
" Emhh hmmm aku hanya ingin segera cepat pulang kerumah, itu saja." hadi mendekati diri fey yang masih sangat setia duduk di kursi yang biasa ia pakai saat sarapan, menarik tangan kanan fey agar ia mau berdiri, hadi membawa istrinya duduk di atas meja makan, mengurung istrinya tersebut dengan kedua tangan, tengkuk fey yang terlihat itu adalah sebuah godaan yang besar bagi hadi, terlihat sangat sexy untuk di pandang dan hadi tidak boleh menyerang nya sekarang, honeymoon nya sudah menunggu untuk dinikmati tiap detik nya.
__ADS_1
" Kau sampai sekarang masih belum mandi bocah pemalas." bisjk hadi lalu menjilati bibir fey yang belepotan oleh selai coklat.
" Aku lagi lapar hadi, rencana nya setelah sarapan aku baru akan segera mandi." ucap fey dengan tidak jelas, berlomba lomba mengunyah roti selai coklat miliknya dan juga menjawab pertanyaan hadi, hadi memajukan wajahnya, mendekari roti fey yang berada di tangan kanan nya, namun belum sempat hadi mengigit roti itu tangan fey sudah berhasil menjauhkan dari jangkauan hadi.