Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "

Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "
BAB 37


__ADS_3

" kalau aku adalah hantu, lalu kenapa kau dekat dekat dengan hantu." telak, fey merengut kalah, membenamkan wajahnya ke dada hadi yang mencoba untuk mencuci muka walaupun ada tubuh fey di depan nya itu.


Butuh beberapa menit lagi hadi untuk mencuci muka, mengambil handuk kecil yang disediakan pihak hotel lalu mengeringkan wajahnya, fey sangat betah memeluk sang suaminya itu, tidak bersuara lagi, memilih menunggu hadi membawa nya keatas ranjang karena ia sangat lelah namun takut dan tidak bisa tidur.


" Mau di gendong?" bisik hadi menatap ubun ubun kepala fey, si wanita mengangguk masih betah membenamkan wajahnya di dada bidang hadi. Perlahan namun pasti kedua tangan hadi menggapai kedua paha fey , mengangkat tubuh istrinya untuk di gendong dan terlihat ala ala ibu koala di gendong di depan.


" Istriku ini memang yang paling menyebalkan, sekali menyebalkan tetap saja menyebalkan." gumam hadi sambil membopong istrinya ke atas ranjang, merebahkan istrinya dan dengan tubuhnya yang menindih wanita itu, menatap mata fey yang juga menatapnya, posisi mereka kini mengingat kan hadi akan wajah sexy fey yang dilakukan nya saat saat mereka bercinta, ohh shit hadi harus segera sadar bahwa tubuh mereka berdua masih dalam keadaan lelah.


" Hadi." terdengar suara fey lirih yang terdengar sayup seperti desahan menggoda di telinga hadi, tolong jangan goda hadi dulu, karena pria itu sudah berusaha untuk menahan nya.

__ADS_1


" Sayang bagaimana malam ini kita habiskan dengan membuat baby saja."


Mata hadi mengkabut, menelan air liar dengan gugup, degupan kencang nya seakan lari 100 meter, ajakan fey itu adalah hal hal yang menyenangkan, apa salahnya,bukan?


" Apa kau tidak lelah sweet heart." bahkan suara hadi sudah tercekat, menahan pelan gemuruh diri.


" Tidak akan lelah jika itu untuk membuat baby, kita menikah sudah 2 tahun lebih dan fey sampai sekang belum juga....."


" Kau benar benar tidak lelah sayang? jawab lah karena aku tidak akan berhenti lagi ketika aku sudah memulainya, jawab lah fey sebelum aku melakukannya." hadi menatapnya serius dan sedangkan fey hanya mengangguk semangat sebagai jawaban.

__ADS_1


" Sekalipun kau meraung raung, menangis, aku tidak akan menghentikan nya, sweet heart, are you sure?"


" *Yes honey, i'm sure."


Selesai*, hadi kini kembali menyusuri bibir kenyal fey dengan bibirnya, menggerakkan tangannya untuk membuka baju tidur milik fey lantas melanjutkan hal hal yang indah di bayangkan yang selama ini terbenam di dalam pikiran yang selama ini ia tahan.


 


//////

__ADS_1


 


Fey benar benar sangat menikmati hari ini, tanpa harus mengurangi semangat dan keceriaan, fey selalu menari lengan suaminya kamana pun ia mau, dan sungguh pasangan yang sangat serasi, hadipun tidak pernah merasa lelah dan risih untuk selalu menuruti setiap kemauan sang istri, malaikatnya. Hari itu mereka sudah seharian mengelilingi paris mulai dari menara eiffel, masjid grande mosquee de paris yang terkenal termegah dan terindah di paris,masjid yang terletak di Arondisemen Ve ini didirikan setelah Perang Dunia I sebagai tanda terima kasih Prancis kepada serdadu Muslim dari koloni yang turut berperang melawan Jerman, dan kali ini fey ini fey merengek ingin pergi ke taman utama paris, jarum jam sudah menunjukkan pukul 5 sore waktu paris, dan di senja ini hadi bersama fey berjalan jalan di montmanrtre yang dikenal sebagai desa seni. Ibarat italia, montmartre adalah florence kecilnya perancis tempat dimana para seniman besar berada, Distrik ini memiliki suasana kita tua yang antik dan klasik, yanf membuat kita merasakan sisi lain dari paris selain nya gemerlap nya dunia kota


__ADS_2