Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "

Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "
BAB 25


__ADS_3

Tiba - tiba sang ibu meletakkan piring yang ia pegang ke atas sofa lalu berjalan cepat mendekati ranjang fey.


Hadi tidak mengerti namun ia beralih, namun ia menatap kemana ibu nya beranjak pergi.


" Hadi cepat panggilkan dokter, fey sadar!"


Tubuh hadi kaku, tidak bergerak dengan cepat seperti apa yang ibunya bayangkan, si anak hanya menatapnya dan menatap wajah fey yang pucat yang kinj sudah mulai membuka mata secara bergantian lalu menutupnya kembali.


" Hadi cepat panggil dokter, teriak ibu hadi yang tangan nya begitu sibuk memencet tombol darurat di atas kepala bagian ranjang fey berada, menatap mata menantunya yang terbuka untuk sesaat lalu menutupnya kembali, lalu tertutup kembali, lalu terbuka lagi.


" Astaga nak, hadi panggilkan dokter." dengan perasaan kalut nan bahagia, ibu hadi berlari - lari keluar dari kamar rawat fey, ingin menemui perawat untuk memanggilkan dokter yang sedang berjaga hari ini.


Yang anehnya hadi yang menatap fey sedari tadi berdiri mematung tidak bergerak sam sekali, tidak berusaha untuk menggerakkan kakinya untukn mendekati fey, padahal bukan kah ini adalah hal" yang ia tunggu - tunggu dan ini sudah terjadi, akan tetapi kenapa ia bertindak seperti orang yang bodoh.

__ADS_1


" Dia sudah sadar, coba lihat dan periksa keadaan nya." suara sang ibu terdengar lagi setelah sudah beberapa menit hening menemani hadi.


Ada dokter lain yang tidak hadi kenal bersama ibunya, bergerak memeriksa keadan fey dengan cepat.


" Dia sudah sadar sekarang, tetapi kinerja tubuh ya masih sangat lemah." bisik sang dokter yang menatap mata fey yang terbuka lalu tertutup.


"Fungsi otak nya kini kembali membaik drastis, akan tetapi ia belum bisa untuk membicara, itu wajar jadi jangan hawatir, setelah keadaannya mulai stabil, bisa dikatakan barulah kita akan melakukan pemeriksaan pernapasan, denyut jantung, dan tekanan darah." lanjut sang dokter setelah selesai memeriksa fey.


" Sekarang kita tunggu sebentar, ia masih beradaptasi dengan cahaya dan tubuhnya kaku karena sudah 2 tahun lebih tubuhnya tidak bergerak.


" Tunggu, hadi kemana?"


Teringat akan keberadaan anaknya, ibunya hadi langsung berbalik mencari hadi yang sudah tidak ada lagi di sofa tempat mereka duduk tadi.

__ADS_1


" Hah, kemana kah hadi pergi?"


" Hadi, suara sang ibu kini beralun lirih." ada apa sebenarnya dengan anaknya itu, kenapa tiba - tiba di saat seperti ini anaknya menghilang.


" Apakah anda sedang mencari seorang laki - laki yang sedang duduk radi,nyonya?"


" Iya benar, kemana dia dokter?"


" Ia pergi ke kamar mandi, bu!"


Tanpa harus menunggu lama sang ibunya hadi langsung berjalan menujh ke kmar mandi yang berada di sisi kiri di dekat jendela, mengetuk pintu dengan berulang kali dengan rasa hawatir namun tidak memiliki sahutan sama sekali.


" Hadi." kau ada di dalam kan nam? keluar lah nak, sedang apa kau di dalam? hari yang kau tunggu - tunggu akhirnya datang, fey sudah sadar sekarang." terus tanpa menyerah ibu hadi terus nengetuk pintu, sebenarnya apa yang terjadi dengan anaknya itu?!

__ADS_1


" Hadi keluar sekarang, atau ibu akan memanggil siapa saja yang mendobrak pintu ini."


mata dokter yang sedari tadi menatap wajah fey kini beralih menatap ibu hadi, menatap gurat hawatir di mata wanita tua itu yang tadi memancarkan sinar kebahagian kini malah sebaliknya.


__ADS_2