Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "

Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "
BAB 42


__ADS_3

"Sekarang kita mulai dari sang suami terlebih dahulu, tuan hadi silahkan kemaar mandi yang tepat berada di sisi kiri anda, didalma sana sudah ada diseduiakan gelas penampung ******, anda bisa meminta bantuan istri anda jika mau." senyum ramah dokter terbit melihat wajah bingung fey, boleh dokter ini tebak jika fey masih berusaha menangkap penjelasannya?


hadi yang mendengar kalimat terakhir dokter muda ini pun tersenyum kecil, berdiri dari duduknya, menatap wajah fey yang masih berkerut bingung.


"Ayo, bocah bantulah suamimu ini." ajak hadi menarik tangan fey ke arah kamar mandi.


"Bantu apa?? fey belum mengerti apa yang dijelaskan oleh sang dokter." suara polos fey yang sangat berhasil mengundang tawa kecil sang dokter, biar dokter tidak mengerti apa yang fey katakan tetap saja dari suara dan juga mimiknya, dokter bisa menebak jika fey memang belum mengerti penjelasannya,


bagaimana bisa fey langsung mengerti jika ia masih berusaha mentranslite kan setiap ucapan dokter, bahasa inggris fey tidak begitu seencer otak hadiyang sekali dengar saja langsung paham.

__ADS_1


"Nanti akan ku jelaskan dikamar mandi, yang terpenting bantu suami ini dulu, oke." kata hadi yang terakhir kali dokter dengar karena pria tampan ini bermata si[pit itu sudah menarik istrinya masuk kedalam kamar mandi, selanjutnya sang dokter tidak akan mau membayangkan karena setelah hampir 10 menit berlalu` hadi dan fey sudah keluar, dimana wajah fey sudah merah padam, yang dimana kepala wanita muda itu juga sudah menunduk dalam .


berada dengan hadi yang tersenyum puas lantas kembali duduk dihadapan sang dokter.


setelah ini kita akan memeriksa kondisi istri anda tuan hadi, memohon, ikut saya." dokter berjalan anggun dengan tubuh sintalnya yang diikuti oleh hadi dan juga fey, sepanjang perjalanan di koridor rumah sakit tidak sedetikpun hadi melewatkan untuk menggoda fey, mengatakan ini dan itu yang tadi mereka lakukan di kamar mandi.


ahhh istriya ini sangat menggemaskan dan semi tuhan hadi semakin mencintai sosok mungil menggemaskan yang sekarang ini sedang merengut malu.


Di siang hari yang panas ini hadi memilih neburuti oermintaan fey yang sudah merengek hampir sejam lebih, kuasa tuhan menciptakan fey dengan sifat pantang menyerahnya, dimana jika ia punya ke inginan ia harus segera dipenuhi.

__ADS_1


"Fey mau rasa strowberry." ucap hadi menunjukan box es krim yang berwarna merah muda, sang penjual es krim yang kebtulan pria paruh baya tersenyum melihat tingak nya. pola fey, wanita itumenarik narik jari suaminya.


" one strawberry icec cream, mister." ucap hadi mengeluarkan uang dari dompet, sial sekali ia, niat baiknya membawa fey jalan jalan setala pemeriksaan panjang justru berakhir seperti ini, bukan hadi pelit menegluarkan beberapa lembar uangnya, hanya saja hadi tidak mau, tidak suka, karena fey itu baru sembuh, bukan???


"Yang big ya mister." ucap fey tersenyum lebar, memperagakan tangannya membentuk box besar, sang penjual tersenyum lucu saat mendengar kalimat campur campur fey, setidaknya ia tahu apa yan fey maksud.


"No, one strawberry ice cream, mister, small." tegas hadi yang membuat wajah cemberut fey keluar dari sarangnya.


"Hadi pelit." kesal fey membuang wajah dari hadi, melipat kedua tangannya dibawah dada lantas menunggu sang penjuak es cream memberikan pesanan SUAMINYA ! bukan pesanan nya.

__ADS_1


"One small strawberry ice creamnya, little girl." ucap sang penjual menyodorkan es cream ke hadapan fey, ukuran tempatnya boleh kecil namun isinya, luar biasa tinggi hingga bisa meleleh kemana mana. fey yang melihat menara es cream kesukaannya langsung tersenyum senang, good job penjual yang baik hati.


__ADS_2