
" Hey ini milikku, hadi buat sendiri saja sana." mimik fey yang lucu membuat hadi menggeleng tidak percaya, hadi hanya meminta satu gigitan.
" Oke deh aku mau mandi duly, kamu nikmatin sarapan nya sweet heart."
Cup...
Bibir hadi mulai kembali mengecup singkat si mungil yang kenyal milik fey itu, bergerak ingin meninggalkan fey namun dengan kedua kakinya fey menahan tubuh hadi.
" Mandi nya bersama aku saja yah."
Damn !
Jika begini caranya apa hadi masih bisa menahan nya untuk tidak bertindak menyerang, hadi sudah hampir 2 tahun lebih tidak merasakan sentuhan fey.
__ADS_1
\//// \//// \*////
Malam ini sangat cerah, dengan di hiasinya nya bulan dan bintang yang bersinar terang, fey menatap langit malam dari balik jendela taxy yang mereka pesan, mereka menaiki taxy itu untuk pergi ke bandara menuju honeymoon yang indah, mereka sudah sampai ke paris, memerlukan wktu 16 jam 15 menit dari indonesia untuk sampai ke daerah kota romantis paris, tangan fey menggenggam erat tangan hadi yang tertidur dengan kepala yang menyandar di bahunya, belakangan ini hadi sangat lah mudah lelah, mungkin karena dulu di saat saat fey koma pria ini tidak beristirahat dengan baik.
Menarik tautan tangan nya dan hadi, fey mengecup punggung tangan hadi lama dengan mata yang masih asik menatab bulan dan bintang.
" Apa kesamaan dengan aku sweet heart ." suara hadi terdengar lembut, fey hanya terdiam, menatab bulan dengan senyum yang mulai merakah dari sudut bibir mungil nya itu, ternyata suaminya itu tidak tidur, ia hanya menutup matanya saja lelah, belum tidur.
" Hey aku ini lagi sedang bertanya padamu bocah menyebalkan." lafi suara mulai terdengar kembali, masih lembut dalam keadaan mata yang tertutup masih enggan membuka mata.
__ADS_1
" Bulan nya besar seperti hadi, kalau aku bintang yang kecil itu yang mengelilingi hadi, dimana mana pasti ada aku."
" Jadi hanya karena itu?" tanya hadi yang kali membuka mata, menumpukkan dagunya di bahu fey, yang sesekali mencium pipi si wanita nya tersebut,
" Iya hanya itu saja, bulan yang besar itu setia menemani bintang yang kecil."
" hahaha pikiran mu itu aku akui memang sangat ajaib sayang." hadi tertawa pelan, kembali menutup mata, perjalanan mereka dari hotel tempat sang ibu pilihkan masih sekitar 30 menit lagi, biar kan hadi beristirahat menutup mata karena matanya sangat lah berat namun enggan untuk tertidur lelap karena fey, sebenarnya hadi masih tidak percaya kalau fey kembali hidup maka sesekali ia susah tidur, takut kalau kalau semua ini hanyalah sebuah mimpi belaka.
" Hadi tidur saja ya istirahat, nanti kalau kita sudah sampai baru aku bangunkan." tutur fey yang hadi setujui, menarik tangan nya dari genggaman fey, berbalik menarik pinggang fey dan memeluknya lembut, hadi menghirup rakus bau harum buah strobery nya dari tubuh fey, sangat khas sekali dari seorang fey ve.
Dan akhirnya fey dan hadi bisa juga merebahkan tubuh nya di atas ranjang empuk pilihan sang ibu, hotel berbintang bintang 5 dengan pelayanan yang sangat bagus, hadi mengakui bahwa hotel ini pantas diberikan penilaian yang tinggi.
Malam ini mereka lebih baik untuk beristirahat saja setelah perjalanan yang cukup lama, hadi sudah sangat pulas dengan mimpinya, meninggalkan fey yang masih sibuk memainkan jari jemarinya yang lentik di atas dada bidang milik hadi.
__ADS_1