
“sayang…kau dimana?” teriak hadi saat baru saja selesai mandi, hari ini
ia mengambil jatah libur untuk melepaskan rindu pada sang istri, dahi hadi
berkerut Tanya saat teriakannya tidak dibalas positif,
Guk! Guk! Guk!
Hadi membuka pintu kamar, mendengar gongongan bee yang sangat nyaring
di pagi hari.
“fey.” Lagi hadi memanggil, tangannya sibuk mengeringkan rambut, jika
saja fey tahu mengeringkan rambut sambil berjalan bisa panjang lebar wanita
polo situ menceramahinya.
“fey.” Lidah hadi kelu, matanya membulat menatap tubuh fey tergeletak,
fey yang berada di ruang tengah, tadi wanita itu sedang yoga dan sial karena
saat ia berdiri tidak sengaja kakinya tersandung karpet yang membuatnya
terjatuh, dan lebih sialnya lagi ada darah yang menalir di kaki fey, tidak ini
tidak benar.
Dengan cepat hadi membuang handuknya, menggendong tubuh pingsan fey
langsung ke bagasi mobil, napas hadi memburu takut, apalagi ini? Mereka baru
berbaikan dan sekarang ada lagi masalah baru, oh tuhan kapan takdir berhenti
mempermainkan mereka, tidak bisakah biarkan hadi dan fey bahagia?
Hadi menggeleng gelengkan kepalanya, mengusir bayangan tubuh fey yang
dulu terbaring koma, tidak, kali ini fey harus baik baik saja.
“tuan mohon tunggu diluar, kami akan memeriksa istri anda.” Tubuh hadi
ditahan di luar ruang UGD, mata hadi sudah basah berair, menundukan menatap
tangannya yang berlumuran darah fey, sekali lagi hadi menggeleng, mengusir
bayangan mengerikan yang semoga tidak terjadi.
Kaki hadi mundur, berbalik mencari kamar mandi pria, hadi langsung
mencuci tangannya, darah fey boomerang untuk kejiwaan hadi, bisa gila pria itu
jika menatap darah istrinya lama lama, bisa dikatakan ia trauma.
Hamper 45 menit hadi menunggu di luar ruangan UGD, dia belum
menghubungi kedua orang tuanya bahkan orang tua fey.
“tuan hadi mari ikut saya.” dokter keluar dari ruang UGD, berjalan di
depan hadi menuju ruangannya dan berat hati hadi mengikutinya, sebenarnya hadi
lebih memilih melihat fey terlebih dahulu dari pada mengikuti dokter.
“sillahkan duduk tuan hadi.” Mempersilahkan dan hadi langsung duduk.
“bukan maksud saya ingin memarahi anda tuan hadi, tapi tolong dengan
sangat, saya minta tolong untuk lebih memperhatikan kesehatan istri anda, dia
sedang hamil muda, kandungannya lemah dan dengan seenaknya anda membuat nys
stress, demi tuhan tuan hadi, tadi jika saja anda terlambat bayi anda, anak
anda dan fey sudah meninggal.”
Telinga hadi berdengun, begitu panjang kalimat yang raka keluarkan dan
__ADS_1
satu yang hadi tangkap yaitu bayi.
“bayi?” Tanya hadi layaknya manusia bodoh.
“ya bayi, nyonya adi sedang mengandung tuan dan bodohnya anda berhasil
membuat ia pendarahan, kandungan nyonya hadi itu lemah, dia mengalami
penyumbatan tuba falopi yang kemungkinan kecil bisa mengandung lagi jika_”
Bla bla dan bla dokter menyuarakan segala emosinya, jiwa dokter pria
muda itu keluar saat tadi memeriksa dan memanggil fey, sayangnya sepanjang
perjalanan cinta hadi dan fey pun berceramah tetap satu yang hadi tangkap.
Istrinya hamil, istrinya mengandung anaknya, kerja keras dan kesabaran mereka
sudah berhasil.
“fey hamil? Istriku yang menyebalkan itu hamil? Astaga, big thanks for
god!”
Mata dokter mengerjap terkejut saat tib atiba hadi bersujud dilantai,
bahkan saat fey sadar dari koma panjang, hadi tidak sampai sujud.
Tangis bahagia hadi pecah, terus mengumandangkan terima kasih kepada
tuhan dan akhirnya setelah tiga menit berlalu hadi berdiri, mentap dokter
dengan air mata bahagia.
“boleh aku menemuinya? Aku ingin melihat istriku.” Mohon hadi masih
menangis namun tersenyum.
“ya, tentu, fey sedang dipindahkan ke ruang inap.” Hadi menarik tangan
takdir tidak sebahagia yang ia kira, takdir meneuruti perintah tuhan yang ingin
tahu seberapa sabar dan kuat ia mengahdapi masalah.
Terima kasih tuhan, karena percaya hadi dan fey bisa melalui ini semua
dengan lapang dada.
**
Cahaya matahari mengusik mata fey yang beru terbuka, memaksa fey untuk
kembali menutup matanya. Dapat fey rasakan ada usapan lembut di perutnya,
bahkan ada ucapan ucapan indah di punggung tangann kanannya.
“big thanks god.” Dan gumaman yang penuh terima kasih dari suara berat
di sampingnya.
“hadi.” Lirih fey yang merasa hadi lah si pelaku dari semua yang ia
rasakan.
“hey sayang.” Kini tangan hadi berpindah dari perut fey ke dahi
mungilnya.
“fey kenapa?” Tanya fey yang sudah sepenuhnya membuka mata.
“istriku baik baik saja tentiunya, dan harus selalu baik baik saja.” Jawab
hadi mengecup dahi fey, pria itu sudah berpindah duduk ke sisi ranjang
istrinya.
“mulai sekarang jangan coba coba berpikir yang aneh aneh ya sayang, jangan lelah dan harus selalu sehat. Suamimu
__ADS_1
baru saja dimarahi oleh dokter muda itu, dia memarahi dengan tegas.”
“kenapa? Hadi tidak salah apa apa.” Fey mengerutkan dahinya, menatap
wajah hadi yang setia menusap ngusap dahinya.
“katanya., suamimu ini hampir saja membahayakan anaknya, baby fey.” Fey
menatap hadi terkejut.
“baby fey?”
“ya, baby fey yang sudah tumbuh disini.” Bsisk hadi mengusap perut fey,
mengecup dahi fey penuh syukur.
“hadi tidak bohong lagikan?” Tanya fey bergetar, air matanya siap
tumpah dari wadahnya.
“berita sebahagia ini tidak mungkin aku permainkan sayang, kau hamil,
istriku yang menyebalkan ini hamil, dan itu adalah anak ku.”
Selesai, fey menangis bahagia. Menggapai tangan hadi untuk ia peluk dan
dengan senag hati hadi membalasnya. Diluar ruangan ada kedua orang tuanya
mereka yang tersenyum bahagia, perjodohan konyol ini sukses, terima kasih lagi
untuk tuhan karena kisah ini telah berhasil, dengan ending yang bahagia.
Akhir dari kisah perjodohan yang indah ini, dimana sikedua pemeran
utama percaya kalau hidup itu berat, kejam dan hanya sekali. Perlu kesabaran,
kekuatan dan kepercayaan konflik hidup memang tidak bisa ditebak, kita perlu
bijak bijak menghadapinya.
Sekarang fey tidak perduli dengan yang lainnya, ia hanya peduli pada
tuhan, hadi adan anaknya, jika pun wanita ular itu datang ingin menghancurkan
rumah tangganya, fey tidak khawatir, cinta besar hadi sudah sangat terlihat
jelas.
Semua konflik bisa mereka lewati dan tidak semua konflik harus
diceritakan disini bukan????
“*aku percaya, cinta kamu bukan
sekedar cinta, kita dipertemukan oleh takdir, cinta kita dipersatukan oleh
perjodohan, sayang, kamu harus tahu, kamu itu pria terhebat yang aku temui,
kamu pria tergagah yang aku miliki, kamu juga pria paling sabar yang aku
cintai, jadi sayangku hadi mari kita lewati segalanya bentuk konflik lainnya,
bersama sama sampai tuhan memanggil kita kembali pulang.”
“ya sayang, aku juga percaya jika
cintamu bukan hanya sekedar cinta biasa, kamu itu wanita yang jadi sumber
kelemahanku, kamu satu satunya wanita yang aku sayangi dan haris aku lindungi
selain ibuku, jadi bocah menyebalkan, fey mari aku gengggam tanganmu untuk melewati
segala untuk konflik lainnya, bersama sama sampai tuhan telah memberikan kita
konflik hidup lainnya*.
THE END SESION 1
__ADS_1