Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "

Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "
Episode 51


__ADS_3

“sayang…kau dimana?” teriak hadi saat baru saja selesai mandi, hari ini


ia mengambil jatah libur untuk melepaskan rindu pada sang istri, dahi hadi


berkerut Tanya saat teriakannya tidak dibalas positif,


Guk! Guk! Guk!


Hadi membuka pintu kamar, mendengar gongongan bee yang sangat nyaring


di pagi hari.


“fey.” Lagi hadi memanggil, tangannya sibuk mengeringkan rambut, jika


saja fey tahu mengeringkan rambut sambil berjalan bisa panjang lebar wanita


polo situ menceramahinya.


“fey.” Lidah hadi kelu, matanya membulat menatap tubuh fey tergeletak,


fey yang berada di ruang tengah, tadi wanita itu sedang yoga dan sial karena


saat ia berdiri tidak sengaja kakinya tersandung karpet yang membuatnya


terjatuh, dan lebih sialnya lagi ada darah yang menalir di kaki fey, tidak ini


tidak benar.


Dengan cepat hadi membuang handuknya, menggendong tubuh pingsan fey


langsung ke bagasi mobil, napas hadi memburu takut, apalagi ini? Mereka baru


berbaikan dan sekarang ada lagi masalah baru, oh tuhan kapan takdir berhenti


mempermainkan mereka, tidak bisakah biarkan hadi dan fey bahagia?


Hadi menggeleng gelengkan kepalanya, mengusir bayangan tubuh fey yang


dulu terbaring koma, tidak, kali ini fey harus baik baik saja.


“tuan mohon tunggu diluar, kami akan memeriksa istri anda.” Tubuh hadi


ditahan di luar ruang UGD, mata hadi sudah basah berair, menundukan menatap


tangannya yang berlumuran darah fey, sekali lagi hadi menggeleng, mengusir


bayangan mengerikan yang semoga tidak terjadi.


Kaki hadi mundur, berbalik mencari kamar mandi pria, hadi langsung


mencuci tangannya, darah fey boomerang untuk kejiwaan hadi, bisa gila pria itu


jika menatap darah istrinya lama lama, bisa dikatakan ia trauma.


Hamper 45 menit hadi menunggu di luar ruangan UGD, dia belum


menghubungi kedua orang tuanya bahkan orang tua fey.


“tuan hadi mari ikut saya.” dokter keluar dari ruang UGD, berjalan di


depan hadi menuju ruangannya dan berat hati hadi mengikutinya, sebenarnya hadi


lebih memilih melihat fey terlebih dahulu dari pada mengikuti dokter.


“sillahkan duduk tuan hadi.” Mempersilahkan dan hadi langsung duduk.


“bukan maksud saya ingin memarahi anda tuan hadi, tapi tolong dengan


sangat, saya minta tolong untuk lebih memperhatikan kesehatan istri anda, dia


sedang hamil muda, kandungannya lemah dan dengan seenaknya anda membuat nys


stress, demi tuhan tuan hadi, tadi jika saja anda terlambat bayi anda, anak


anda dan fey sudah meninggal.”


Telinga hadi berdengun, begitu panjang kalimat yang raka keluarkan dan

__ADS_1


satu yang hadi tangkap yaitu bayi.


“bayi?” Tanya hadi layaknya manusia bodoh.


“ya bayi, nyonya adi sedang mengandung tuan dan bodohnya anda berhasil


membuat ia pendarahan, kandungan nyonya hadi itu lemah, dia mengalami


penyumbatan tuba falopi yang kemungkinan kecil bisa mengandung lagi jika_”


Bla bla dan bla dokter menyuarakan segala emosinya, jiwa dokter pria


muda itu keluar saat tadi memeriksa dan memanggil fey, sayangnya sepanjang


perjalanan cinta hadi dan fey pun berceramah tetap satu yang hadi tangkap.


Istrinya hamil, istrinya mengandung anaknya, kerja keras dan kesabaran mereka


sudah berhasil.


“fey hamil? Istriku yang menyebalkan itu hamil? Astaga, big thanks for


god!”


Mata dokter mengerjap terkejut saat tib atiba hadi bersujud dilantai,


bahkan saat fey sadar dari koma panjang, hadi tidak sampai sujud.


Tangis bahagia hadi pecah, terus mengumandangkan terima kasih kepada


tuhan dan akhirnya setelah tiga menit berlalu hadi berdiri, mentap dokter


dengan air mata bahagia.


“boleh aku menemuinya? Aku ingin melihat istriku.” Mohon hadi masih


menangis namun tersenyum.


“ya, tentu, fey sedang dipindahkan ke ruang inap.” Hadi menarik tangan


takdir tidak sebahagia yang ia kira, takdir meneuruti perintah tuhan yang ingin


tahu seberapa sabar dan kuat ia mengahdapi masalah.


Terima kasih tuhan, karena percaya hadi dan fey bisa melalui ini semua


dengan lapang dada.


**


Cahaya matahari mengusik mata fey yang beru terbuka, memaksa fey untuk


kembali menutup matanya. Dapat fey rasakan ada usapan lembut di perutnya,


bahkan ada ucapan ucapan indah di punggung tangann kanannya.


“big thanks god.” Dan gumaman yang penuh terima kasih dari suara berat


di sampingnya.


“hadi.” Lirih fey yang merasa hadi lah si pelaku dari semua yang ia


rasakan.


“hey sayang.” Kini tangan hadi berpindah dari perut fey ke dahi


mungilnya.


“fey kenapa?” Tanya fey yang sudah sepenuhnya membuka mata.


“istriku baik baik saja tentiunya, dan harus selalu baik baik saja.” Jawab


hadi mengecup dahi fey, pria itu sudah berpindah duduk ke sisi ranjang


istrinya.


“mulai sekarang jangan coba coba  berpikir yang aneh aneh ya sayang, jangan lelah dan harus selalu sehat. Suamimu

__ADS_1


baru saja dimarahi oleh dokter muda itu, dia memarahi dengan tegas.”


“kenapa? Hadi tidak salah apa apa.” Fey mengerutkan dahinya, menatap


wajah hadi yang setia menusap ngusap dahinya.


“katanya., suamimu ini hampir saja membahayakan anaknya, baby fey.” Fey


menatap hadi terkejut.


“baby fey?”


“ya, baby fey yang sudah tumbuh disini.” Bsisk hadi mengusap perut fey,


mengecup dahi fey penuh syukur.


“hadi tidak bohong lagikan?” Tanya fey bergetar, air matanya siap


tumpah dari wadahnya.


“berita sebahagia ini tidak mungkin aku permainkan sayang, kau hamil,


istriku yang menyebalkan ini hamil, dan itu adalah anak ku.”


Selesai, fey menangis bahagia. Menggapai tangan hadi untuk ia peluk dan


dengan senag hati hadi membalasnya. Diluar ruangan ada kedua orang tuanya


mereka yang tersenyum bahagia, perjodohan konyol ini sukses, terima kasih lagi


untuk tuhan karena kisah ini telah berhasil, dengan ending yang bahagia.


Akhir dari kisah perjodohan yang indah ini, dimana sikedua pemeran


utama percaya kalau hidup itu berat, kejam dan hanya sekali. Perlu kesabaran,


kekuatan dan kepercayaan konflik hidup memang tidak bisa ditebak, kita perlu


bijak bijak menghadapinya.


Sekarang fey tidak perduli dengan yang lainnya, ia hanya peduli pada


tuhan, hadi adan anaknya, jika pun wanita ular itu datang ingin menghancurkan


rumah tangganya, fey tidak khawatir, cinta besar hadi sudah sangat terlihat


jelas.


Semua konflik bisa mereka lewati dan tidak semua konflik harus


diceritakan disini bukan????


“*aku percaya, cinta kamu bukan


sekedar cinta, kita dipertemukan oleh takdir, cinta kita dipersatukan oleh


perjodohan, sayang, kamu harus tahu, kamu itu pria terhebat yang aku temui,


kamu pria tergagah yang aku miliki, kamu juga pria paling sabar yang aku


cintai, jadi sayangku hadi mari kita lewati segalanya bentuk konflik lainnya,


bersama sama sampai tuhan memanggil kita kembali pulang.”


“ya sayang, aku juga percaya jika


cintamu bukan hanya sekedar cinta biasa, kamu itu wanita yang jadi sumber


kelemahanku, kamu satu satunya wanita yang aku sayangi dan haris aku lindungi


selain ibuku, jadi bocah menyebalkan, fey mari aku gengggam tanganmu untuk melewati


segala untuk konflik lainnya, bersama sama sampai tuhan telah memberikan kita


konflik hidup lainnya*.


                                        THE END SESION 1

__ADS_1


__ADS_2