Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "

Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "
BAB 36


__ADS_3

Hadi benar benar lelah dan membutuh kan tidur, jadilah ia tidak merasakan gerakan menggelitik dari jari jemari lentik milik fey yang berusaha menggoda, mata fey jauh menerawang yang entah kemana, menatap jemu langit langit kamar hingga akhirnya merapatkan tubuhnya pada tubuh hadi yang perfeck.


" Hadi." panggil fey mesra dan pelan, mendunga untuk menatap wajah hadi, sudah tidur pulas, tapi aku ingin kau bangun hadi.


" Hadi bangun bangun bangun ayo bangun hadi." rengek fey menguncang tubuh hadi dengan pelan, namun naas nya mata hadi tetap setia tertutup tidur.


" Heyyy hadi bangun, haisshhhh." kesal fey, semakin menambah kekuatan mengguncang tubuh hadi.


" Iya sayang ada apa, kau kenapa belum tidur?" tanya hadi pelan tanpa membuka mata, sangat berat bagi hadi untuk membuka sedikit kelopak matanya.


" Pejam kan saja matamu, nanti kau akan tidur sendiri." suara hadi semakin lama semakin pelan nyaris tidak terdengar, matanya tak kunjung terbuka, bergerak memiringkan tubuh, membalas pelukan fey yang tak kalah erat.

__ADS_1


" Tetao tidak bisa, mata fey masih sangat terang, fey tidak mengantuk, tidak mengantuk sama sekali, hadi.... hadi jangan tidur dulu sebelum aku tertidur." rengek fey menggoyang kan kakinya yang melilit kaki hadi.


" Aku tidak tidur *sweet heart." gumam hadi masih membalas ucapan fey.


" Tapi kenapa kau menutup mata mu, hadi buka matamu." fey melepas pelukannya, memundurkan kepalanya lalu menggerakkan* jarinya untuk membuka mata hadi.


" sudah." dengan sangat berat membuka mata, itu juga hanya sedikit, matanya yang sipit dibuat nya semakin terlihat sipit saja.


" Heuyyy Hadiiiiiii." kesal fey berteriak kecil langsung membuat mata hadi terbelalak lebar.


" Oke sayang oke fine, aku sudah bangun oke, biarkan aku pergi ke kamar mandi sebentar." entah hanya perasaan hadi saja atau memang benar adanya, sejak fey terbangun kembali dari koma nya fey mendadak menjadi insomnia, mata nya tidak akan pernah bisa tertidur jika belum menunjukan pukul 3 pagi.

__ADS_1


" Ikut, aku takut jika di tinggal sendirian." manja fey menahan tangan hadi yang sudah berdiri menahan ingin ke kamar mandi.


" Apa yang kau takuti hmmmm?" tanya hadi penasaran, tapi tetap saja menarik tangan fey untuk ikut ke kamar mandi, hadi hanya membutuhkan penyegaran diri alias cuci muka.


Ingin menolak fey tapi apalah daya hati tidak kuasa, keinginan fey sudah bagaikan perintah buat dia belakangan ini.


" ini sudah hampir tengah malam, aku takut kalau kalau nanti ada hantu yang mendekatiku." jawab fey sambil memeluk pinggang hadi manja, merapatkan tubuh nya dengan tubuh hadi yang besar seraya berjalan menuju kamar mandi. Hadi menguap , kantuk nya sudah sangat terasa dan sedangkan istrinya tidak bisa tidur hanya karena ia merasa takut dengan mahluk gaib, oh sangat sial sekali.


" Tidak ada hantu sayang, pikiranmu terlalu jauh, jikapun ada hantu, berarti hantu itu adalah dirimu sendiri." sebenarnya hadi sangat percaya hantu dan mahluk gaib itu ada, mengingat ajaran agama nya yang ketat, hanya saja ia berusaha untuk membuat istri manjanya ini untuk tidak takut dengan mengatakan tidak ada hantu.


" kenapa harus aku yang menjadi hantu, hadi yang hantu." sewot fey, wanita itu sibuk memeluk hadi tidak mau melihat kearah manapun kecuali hadi sang suami.

__ADS_1


__ADS_2