Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "

Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "
BAB 19


__ADS_3

Kini hadi diam, tidak bergerak bahkan tidak bersuara lagi selama untuk beberapa menit. Hanya modal menatap fey dengan air matanya.


Hingga pada akhirnya, hadi sudah tidak bisa menahannya lagi, bergerak menaiki ranjang. berbaring di samping tubuh fey yang lemah dan semakin terlihat kurus saja.


Memeluk tubuh istrinya dengan lembut penuh kasih sayang, hadi menyembunyikan wajah basahnya ke dalam celah ceruk leher fey.


" Come back to me baby, please i really miss you so much." suara hadi berbisik lirih, hanya berbisik kepada fey istrinya.


" I love you." dan kali ini mata hadi sudah terpejam, mencium kulit leher fey dengan sangat lembut.


Hadi hanya menginginkan fey istrinya, kenapa sulit sekali, hadi hanya menginginkan fey istrinya berada di dekat di sampingnya, berada di sisinya, memberikan sejuta kenangan yang tidak mungkin hadi dapatkan dari manusia manapun.


" aku hanya ingin kau tetap tinggal sayang, tetap tinggal di sampingku, disisiku, jangan pergi, bahkan untuk 1 mil sekalipun, atau aku akan menyusulmu."


Bahkan kali ini isak hadi mulai terdengar, dia tidak mau lagi untuk berpura - pura kuat, tidak lagi karena mereka ingin mengambil fey dari sisinya.

__ADS_1


" Bahkan aku tidak menyangka, bahwa kau yang bisa membuat aku jatuh cinta sayang, aku benar - benar tidak menyangka bahwa kau yang menjadi istriku, aku sangat ingin mengatakan langsung kepadamu, bahwa aku sangat - sangat mencintaimu, aku luar biasa mencintaimu."


Isak ibu hadi sudah tidak dapat dibendung lagi, sudah tidak dapat untuk ditahan, wanita separuh baya itu menangis keras, tidak memperdulikan jika hadi atau yang lainnya akan mendengarkan, ia sangat benci hari ini, yang dimana anaknya yang tampak tegas dan berwibawa kali ini terlihat sangat tidak berdaya.


" Aku tidak akan melepaskanmu baby, tidak akan pernah."


 


,\\\\\\\\\\\\\\*


 


Tidak sedetikpun hadi mau beranjak dari kamar fey, untuk berganti baju saja hadi tidak mau, kegiatan hadi hanya memandangi wajah fey yang semakin hari semakin pucat saja dan membisikkan kalimat - kalimat yang terngiang di dalam hatinya.


Terhitung sudah 2 hari hadi tidak mau meninggalkan kamar fey, hari - harinya hanya di bayang - bayangi akan kematian yang menjadi hal yang sangat sangat menghantui isi pikiran hadi saat itu.

__ADS_1


" Sayang, kita makan dulu ya !" ibu hadi dan ibu fey secara bergantian untuk melihat keadaan dan selalu membawa makanan, mencoba membujuk hadi untuk segera makan yang karena kesibukan nya sedari kemarin hanya menatap wajah fey saja.


" Fey juga belum makan bu, nanti saja aku makan bersama fey kalau dia sudah bangun dari tidur." cakap hadi yang membuat gerakan tangan ibunya hadi yang melahirkannya terhenti saat membuka tutup bekal.


" Hadi, dia akan bahagia jika kau mau makan."


" Sepertinya dia sangat bahagia untuk menyiksaku seperti ini bu, apa sulitnya untuk membuka mata saja."


" Kau ada membuat kesalahan padanya, sayang." ibu hadi kini memilih untuk menutup kembali bekal yang ia bawa, bergerak untuk berdiri di samping hadi yang duduk di samping ranjang fey.


" Tidak ada, selain aku hanya belum mengatakan kalau aku sangat mencintainya."


Ibu hadi diam, menatap wajah tenang fey yang pucat.


" Ibu yakin dia akan kuat untukmu, dia akan kembali untukmu, bersabarlah."

__ADS_1


__ADS_2