
1 minggu kemudian
Sialnya ini yang membuat hadi tampak sangat semakin depresi, dimana ia bisa menangis secara tiba - tiba, ia menangis tanpa ia sadari
TOK TOK TOK
" Permisi pak hadi."
" Keluar, aku tidak ingin melihat mu."
Baru saja dokter alex ingin bergerak melangkah masuk namun terhenti saat suara dingin hadi terdengar. Dokter alex menarik napas memilih berdiri du ambang pintu.
" Satu persentase kondisi keadaannya menurun pak hadi, kondisi tubuhnya semakin melemah, jangan paksakan dirimu untuk menyiksanya, kau menyiksanya dan memaksakan dirinya."
__ADS_1
" ITU BUKAN DIA, ITU KAU." teriak hadi menatap tajam dokter alex yang menatapnya sedih.
" Pak hadi, jika aku bisa menyelamatkannya, maka pasti aku akan melakukannya."
" Kau dokter, bodoh jika kau menyerah terhadap pasienmu, keluarlah atau aku yang akan mendorongmu keluar."
Dokter alex mengangguk kecil, mundur untuk keluar meninggalkan hadi yang kini menutup wajahnya.
" Apa susahnya untuk membuka mata, kenapa kau lebih menyukai tidur?! BANGUN!" hadi berteriak memerintah kan fey untuk bangun namun tetap masih sama, wanita itu sangat setia untuk membangkang perintah suaminya.
" Dia tidak boleh pergi meninggalkan aku, dia harus bangun, dia tidak boleh tidur terus menerus seperti ini, dia harus bangun yah harus bangun, tapi bagaimana caranya dia akan bangun? berpikir hadi, kau harus cepat berpikir." terduduk hadi di lantai di depan ruangan fey berada, menekuk lututnya, memukul kepala dengan kuat agar dapat berpikir dengan cepat.
" Tuan apa yang anda lakukan, tuan tolong berhenti, anda dapat menyakitu diri anda sendiri." ucap perawat di rumah sakit yang memang kebetulan sedang lewat di ruangan fey, menahan tangan hadi dengan kuat yang sedang memukuli kepalanya saat itu dengan sangat kuat.
__ADS_1
" Apakah kau dapat melihat dia yang tidur disana, dia tidak mau bangun sama sekali, aku harus cepat berpikir untuk membuat dia mau bangun dari tidurnya yang panjang, dia begitu suka tidur!" ucap hadi yang tampak mengerikan di mata sang perawat saat itu.
" Pak, bapak tenang lah, semua pasti akan baik - baik saja." masih mencoba dalam menenangkan hadi yang sudah terlihat seperti manusia gila.
" DIA TIDAK MAU BANGUN." teriak hadi pada akhirnya menatapnya wajah terkejut perawat tadi.
" DIA TIDAK MAU BANGUN, INI SUDAH BERLANGSUNG SANGAT LAMA, SUDAH 2 TAHUN DIA TERTIDUR SEPERTI ITU TERUS, APA KAU TIDAK MELIHAT NYA, APA MATA KAU BUTA SEHINGGA DAPAT BERBICARA KALAU TIDAK AKAN TERJADI APA - APA, SEMUA AKAN BAIK - BAIK SAJA, HEYYY LIHAT LAH......COBA LIHAT LIHAT DIA TERBARING DISANA, ADA APA SEBENARNYA DENGAN DIRINYA."
Hadi dapat mendengar isak tangis, hadi juga dapat mendengar suara terisak yang dilakukan sang ibunya, dengan perlahan hadi membuka mata nya yang terpejam, mencoba menerima cahaya yang begitu menyilaukan mata, kini hadi menatap ke sisi dimana suara isak tangis sang ibu nya itu berasal.
Dapat hadi lihat sang ibu sedang berada di pelukan ayah nya.
" Tuan anda sudah sadar, syukurlah." suara ucup adalah yang pertama kalinya yang menyadari akan kesadaran hadi dari tidurnya.
__ADS_1
" Ibu kenapa? Ibu kenapa menangis?" tanya hadi ketika sang ibu beralih untuk memeluknya yang sedang berbaring, yang meninggalkan sang ayah yang hanya bisa terdiam.