
Punggung hadi menjadi imbasya, namun tidak apa - apa. Tujuan hadi pulang di jam makan siang ini bertujuan untuk mengirim atau memulangkan fey ke sang ibu yang sudah marah - marah karena hadi tidak mau meminjamkan fey ( mirip barang yak, fey bukan barang, hiks).
" Hey kau harus ku kirim pulang ke rumah ibu, dia belakangan ini sangat meradang karena dirimu." hadi memukul - mukul bokong fey yang terlapisi celana tidur yang berbahan tipis. fey terkejut tentu saja.
Dengan kesal juga fey ikut - ikutan memukul bokong hadi.
" Oh sudah berani ternyata." gumam hadi karena fey beralih dengan cepat bukan lagi memukul melainkan malah meremas.
" wihh fey baru sadar rupanya fey punya suami yang bokongnya sexy, hehehhehe ." fey tertawa kecil saat melihat hadi mencium pahanya, naik lagi, naik lagi ke pangkal paha, naik ke pusar, dan naik lagi di puncak dadanya.
" aaaaaahhhhhhhhh hadi."
" Dan bokongmu tidak sexy, tepos."
__ADS_1
Fey tertegun, meremas kuat bokong hadi saat mendengar kalimat menghina suaminya itu.
" Dasar suami tua yang tidak sayang fey, lihat saja nanti malam tidak akan ada jatah buat hadi," fey memanyunkan bibirnya, hadi sendiri menurunkan tubuh fey saat sudah masuk ke dalam kamar mandi, menutup pintunya dan berjalan mendekati tubuh fey yang sudah enggan menatapnya.
" Kalau tidak nanti malam, bagaimana kalau sekarang?" tanya hadi membuka jas kerjanya, menggulung lengan kemejanya sampai siku dan meraup bibir manyun fey dengan cepat. Sebelum mengirim fey ada baiknya jika untuk dinikmati terlebih dahulu,bukan?
" Hadi aaahh pelan - pelan." bisik fey saat hadi dengan terburu mencium lehernya, hadi selalu tidak bisa pelan dan sebenarnya fey juga begitu.
"Jangan pernah kau melarangku untuk mencicipi setiap jengkal tubuhmu sweet heart."
Fey sangat suka, sangat suka jika hadi sudah mengajaknya bercinta, pria itu akan berubah menjadi sosok pria yang sangat manis.
Sepertinya siang ini akan menjadi siang yang sangat panas buat mereka berdua, mari kita tinggalkan saja jangan di ganggu 😅.
__ADS_1
************* ************* *********
" Fey bisa perginya naik taksi saja hadi, sudah sana hadi pergi ke kantor saja lagi, jam istirahat sudah habis tau." fey yang sedari tadi mendorong punggung hadi yang kini ia tampak terlihat bingung, istrinya mendadak tidak mau di antar, katanya bisa memperlama waktu jika ucup harus mengantarnya dulu terus barulah mengantar fey.
" Aku yang akan naik taksi, kau pergi bersama ucup saja." hadi membalikkan tubuhnya yang kekar menghadap fey saat sudah berada di depan pintu.
" Suami tua fey harus pergi bekerja kembali, supaya kita bisa membeli rumah."
" Hari ini kita bisa membelinya jika kau mau fey." kesal hadi merasa fey yang sedang meragukan keuangannya.
" Iya deh iya fey tau, tapi fey mau kalau hadi tidak telat pergi ke kantor, terus fey juga tidak mau kalau ibu harus menunggu lama, dan jadi suami aku yang tampan biarkan fey naik taksi saja ya , fey janji deh nanti kalau fey sudah sampai rumah ibu, fey langsung kabarin hadi.
hadi menatap dalam - dalam wajah istrinya itu , wanita yang dulu ia anggap menyebalkan ini yang kini menjadi istrinya, sepertinya ia kini sedang mengaktifkan mode bijak.
__ADS_1