
Dan boleh kalian tebak bagaimana mimic hadi satt ini kesal, kesal ukan main
“hadi, ayo.”
Memijat pelipis sejenak, hadi membayar es krim fey dengan uang terlebih
dahulu lalu melangkah lebar mengikuti langkah ceria istrinya, setidaknya wanita
itu tersenyum senang walau hadi kesal
“ohhh hadi sepertinya kita bertemu lagi.”
Telinga peka fey menangkap suara terburuk sejagad raya ini, tubuh
mungil yang tadi berjalan ceria langsung terenti secara tiba tiba membalik,
menatap tubuh suaminya yang entah kapan berada dalam peukan wanita lain, wanita
yang fey vonis sebagai musuh.
“lepaskan hadi.” Gumam fey langsung melangkahkan kaki nya lebar untuk
segera menghampiri kedua manusia yang berjarak kurang lebih 5 meter darinya
berdiri tadi.
“jangan menyentuh sembarangan suami orang, dasar tidak puna etika.”
Suara tegas fey langsung terlontar, mendorong tubuh yang masih memeluk hadi,
fey mengeluarkan segala aura negatifnya, menatap rumi penuh dengan ketidak
sukaan ynag mendalam, tanga fey sudah terlentang membentuk perisai untuk
melindungi hadi dari hama yang menurut fey mengganggu.
“hai fey, senang rasanya bertemu denganmu lagi.” Ucap rumi tersenyu
ramah, lebih tepatnya berpura pura untuk ramah, slah satunya wanita bertopeng
yang seharusnya hadi hindari karena memang hadi tidak menyukai wanita yang
seperti itu.
“fey tidak senang bertemu rumi lagi, dan jangan berpura pura ramah
terhadapku.” Sewot fey membuat hadi sedikit terkejut, suara marah istrinya
berbeda, tidak seperti biasanya.
“oh maaf jika seperti itu, aku hanya mencoba dekat dengan istri nya
hadi.” Rumi menunduk mencoa mempertebal topengnya.
“hey, rumi hanya ingin berteman denganmu sayang.” Bisik hadi bergerak
menggapai tangan fey, mengusap lembut lengan istrinya.
“dia itu sudah jelas ingin merebut hadi dariku.” Ucap fey berbalik
menatap mata hadi, ada keteduhan disana yang perlahan lahan membuat emosi fey
menurun surut.
“jangan berburuk snagka oke? Dia sudah seperti kakak bagiku.” Kini
tangan hadi berpindah ke ubun ubun kepala fey, mengusap lembut yang langsung
membuat fey menjadi lunak.
“sudah ayo kita lanjutkan perjalannya, tadi istriku ini ingin makan
__ADS_1
spagetty bukan?” fey mengangguk kan kepalanya pelan, es krimnya sudah meleleh
mengotori jari jari mungil dan itu masih dalam pandangan hadi.
“aku boleh bergabung?” Tanya rumi perlahan mendunga, menatap wajah hadi
penuh dengan permohonan, hadi sendiri langsung menatap fey, menanyakan
persetujuan istrinya dan syukurlah fey mengangguk.
“ayo.” Ajak hadi bersamaan menarik box es krim fey, memegang dengan tangan
kanannya, sedangkan tangan kiri menarik tangan fey ke depan bibirnya, mengecup setiap jari mungil istrinya yang
berlumuran es krim, sekarang hadi tahu, feu itu lemah akan kelembutan, jangan
beri ia emosi ketika saat ia juga diliputi emosi, semua bisa menjadi runyam.
“tunggu.” Ujar fey menahan hadi yang sudah
kembali berjalan, berjongkok di depan hadi, mengikatkan tali sepatu hadi yang terlepas lantas kembali berdiri,
langsung melingkarkan kedua tangannya ke lengan hadi yang masih mencerna
perilaku istrinya sendiri, ternyata masih banyak kejutan yang hadi terima dari
fey
Sehari, dua hari, tiga hari hingga hamper empat hari rumi ambil andil
di hari honeymoon hadi dan juga fey, bahkan wanita itu mengatakn ingin pulang
ke Indonesia bersama dengan hadi dan juga fey, jangan bayangkan setiap
pertemuan dangna rumi, fey memberikan senyuman indah, yang ada wajah imut itu
selelu tertekuk dan mata indahnya selalu menatap sinis, tidak sedikitpun fey memperlihatkan rasa sukanya
memakai topeng.
“aku tidak menyangka hadi mau menikah denganmu, dijodohkan pula.” Ujar
rumi, saat ini mereka sedang menikmati
suasana tenang di taman lingkungan menara Eiffel.
“maksud kamu apa?” Tanya fey langsung menatap rumi yang sedang menatap
punggung hadi, suami dari fey itu sedang membeli beberapa balon untuk fey.
“tipe wanitanya bukalah sepertimu, percayalah aka nada waktu dimana
kalian akan berpisah.’ Bisik rumi masih menatap hadi.
Fey mendengus kesal, ini dia aslinya rumi
“dan jjuga percayalah jika pun kami berpisah tidak mungkin hadi mau
dengan wanita bermuka tua sepertimu rumi.” Desis fey tajam, mengambil jarak
dari rumi yang tersenyum kecil peran antagonis.
“bocah !sini.” teriak hadi mengangkat tangannya yang memegang beberapa
balon dengan senyum lebar, fey langsung berdiri, ingin menghampiri hadi namun _
BUGHHHH
Fey terjatuh, bukan karena tidak kesengajaan namun karena kesengajaan
rumi yang memang sudah memposisikan kakinya sedari tadi.
__ADS_1
“fey.” Panggil hadi langsung berlari mendekati tubuh fey yang masih
terduduk di tanah, hadi memberikan balon baln yang ia pegang ke rumi, langsung
inginmberjongkok namun belum sempat fey sudah berdiri, mendekati rumi dan satu
tamparan yang sangat keras telak fey berikan pada pipi mulus rumi.
Balon balon yang tadi rumi terima dari hadi terlepas, terbang penuh
suka cita bersamaan dengansatu gumaman lolos dari bibir rumi.
“it’s so time.” Senyum kecil
rumi terbit, masih menunduk dan mempersiapkan topeng andalannya.
“kenapa kau menamparku fey?” Tanya rumi mempersiapkan air mata buaya.
“KAU SENGAJA MEMBUAT AKU TERJATUH.” Teriak fey tak luput dari
pendengaran hadi yang masih saja terdiam, pria itu menatap wajah marah istrinya, dada yang bergemuruh istrinya
bahkan tarikan napas tidak beraturan dari istrinya.
“aku tidak melakukannya, kenpa kau menuduhku?” Tanya rumi berhasil
meloloskan satu tetes air mata.
“ternyata kalau ular tetap ular.” Ucap fey tajam bergerak ingin
menjambak rumi namun tidak terlaksanakan karena hadi menahan tangannya.
“jangan kekanak kanakan sayang.” Bisik hadi, anehnya pria itu
mengeluarkan suara dinginnya, suara yang baru pertama kalinya bersapa dengan
fey.
“fey tidak kekanak kanakan hadi, itu memang rumi.”
“jika itu rumi, tidak sepantasnya istri dari hadi bermain fisik.” Datar
hadi menatap tajam.
“dan jika pun itu buka rumi, wanita ular ini memang pantas ditampar.”
Balas fey sesinis mungkin
“FEY VE!” SELESAI. Satu bentakan sudah lolos dan fey diam mematung
menatap betapa murka hadi saat ini.
“aku tidak pernah mengajarkan dirimu untuk mengatakan hal sekeji itu,
aku tidak pernah mendidik istriku untuk menuduh orang lain dan jangan katakana
ini didikan orang tuamu karena mereka sangat jauh lebih berpendidikan darimu,
sekaramng siapa yang sedang kau cotoh?” Tanya hadi begitu jelas menyakiti hati
fey.
Tanpa wanita itu sadari ia sudah menangis, menatap hadi dengan terluka
hingga akhirnya melepaskan tangan hadi yang masih memegang tangannya.
“fey mencontoh orang orang yang tidak ingin ditindas.” Jawab fey
langsung berlari meninggalkan hadi dan rumi yang tersenyum kecil, pertunjukan
super menyenangkan tadi menggelitik hati rumi dan sepertinya ia harus masuk ke
__ADS_1
step selanjutnya.