Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "

Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "
Episode 45


__ADS_3

Dan boleh kalian tebak bagaimana mimic hadi satt ini kesal, kesal  ukan main


“hadi, ayo.”


Memijat pelipis sejenak, hadi membayar es krim fey dengan uang terlebih


dahulu lalu melangkah lebar mengikuti langkah ceria istrinya, setidaknya wanita


itu tersenyum senang walau hadi kesal


“ohhh hadi sepertinya kita bertemu lagi.”


Telinga peka fey menangkap suara terburuk sejagad raya ini, tubuh


mungil yang tadi berjalan ceria langsung terenti secara tiba tiba membalik,


menatap tubuh suaminya yang entah kapan berada dalam peukan wanita lain, wanita


yang fey vonis sebagai musuh.


 “lepaskan hadi.” Gumam fey langsung melangkahkan kaki nya lebar untuk


segera menghampiri kedua manusia yang berjarak kurang lebih 5 meter darinya


berdiri tadi.


 “jangan menyentuh sembarangan suami orang, dasar tidak puna etika.”


Suara tegas fey langsung terlontar, mendorong tubuh yang masih memeluk hadi,


fey mengeluarkan segala aura negatifnya, menatap rumi penuh dengan ketidak


sukaan ynag mendalam, tanga fey sudah terlentang membentuk perisai untuk


melindungi hadi dari hama yang menurut fey mengganggu.


“hai fey, senang rasanya bertemu denganmu lagi.” Ucap rumi tersenyu


ramah, lebih tepatnya berpura pura untuk ramah, slah satunya wanita bertopeng


yang seharusnya hadi hindari karena memang hadi tidak menyukai wanita yang


seperti itu.


 “fey tidak senang bertemu rumi lagi, dan jangan berpura pura ramah


terhadapku.” Sewot fey membuat hadi sedikit terkejut, suara marah istrinya


berbeda, tidak seperti biasanya.


 “oh maaf jika seperti itu, aku hanya mencoba dekat dengan istri nya


hadi.” Rumi menunduk mencoa mempertebal topengnya.


 “hey, rumi hanya ingin berteman denganmu sayang.” Bisik hadi bergerak


menggapai tangan fey, mengusap lembut lengan istrinya.


 “dia itu sudah jelas ingin merebut hadi dariku.” Ucap fey berbalik


menatap mata hadi, ada keteduhan disana yang perlahan lahan membuat emosi fey


menurun surut.


 “jangan berburuk snagka oke? Dia sudah seperti kakak bagiku.” Kini


tangan hadi berpindah ke ubun ubun kepala fey, mengusap lembut yang langsung


membuat fey menjadi lunak.


 “sudah ayo kita lanjutkan perjalannya, tadi istriku ini ingin makan

__ADS_1


spagetty bukan?” fey mengangguk kan kepalanya pelan, es krimnya sudah meleleh


mengotori jari jari mungil dan itu masih dalam pandangan hadi.


 “aku boleh bergabung?” Tanya rumi perlahan mendunga, menatap wajah hadi


penuh dengan permohonan, hadi sendiri langsung menatap fey, menanyakan


persetujuan istrinya dan syukurlah fey mengangguk.


 “ayo.” Ajak hadi bersamaan menarik box es krim fey, memegang dengan tangan


kanannya, sedangkan tangan kiri menarik tangan  fey ke depan bibirnya, mengecup setiap jari mungil istrinya yang


berlumuran es krim, sekarang hadi tahu, feu itu lemah akan kelembutan, jangan


beri ia emosi ketika saat ia juga diliputi emosi, semua bisa menjadi runyam.


 “tunggu.” Ujar fey menahan hadi yang sudah


kembali berjalan, berjongkok di depan hadi, mengikatkan tali sepatu  hadi yang terlepas lantas kembali berdiri,


langsung melingkarkan kedua tangannya ke lengan hadi yang masih mencerna


perilaku istrinya sendiri, ternyata masih banyak kejutan yang hadi terima dari


fey


Sehari, dua hari, tiga hari hingga hamper empat hari rumi ambil andil


di hari honeymoon hadi dan juga fey, bahkan wanita itu mengatakn ingin pulang


ke Indonesia bersama dengan hadi dan juga fey, jangan bayangkan setiap


pertemuan dangna rumi, fey memberikan senyuman indah, yang ada wajah imut itu


selelu tertekuk dan mata indahnya selalu menatap sinis,  tidak sedikitpun fey memperlihatkan rasa sukanya


memakai topeng.


 “aku tidak menyangka hadi mau menikah denganmu, dijodohkan pula.” Ujar


rumi, saat  ini mereka sedang menikmati


suasana tenang di taman lingkungan menara Eiffel.


 “maksud kamu apa?” Tanya fey langsung menatap rumi yang sedang menatap


punggung hadi, suami dari fey itu sedang membeli beberapa balon untuk fey.


 “tipe wanitanya bukalah sepertimu, percayalah aka nada waktu dimana


kalian akan berpisah.’ Bisik rumi masih menatap hadi.


 Fey mendengus kesal, ini dia aslinya rumi


 “dan jjuga percayalah jika pun kami berpisah tidak mungkin hadi mau


dengan wanita bermuka tua sepertimu rumi.” Desis fey tajam, mengambil jarak


dari rumi yang tersenyum kecil peran antagonis.


 “bocah !sini.” teriak hadi mengangkat tangannya yang memegang beberapa


balon dengan senyum lebar, fey langsung berdiri, ingin menghampiri hadi namun _


 BUGHHHH


 Fey terjatuh, bukan karena tidak kesengajaan namun karena kesengajaan


rumi yang memang sudah memposisikan kakinya sedari tadi.

__ADS_1


 “fey.” Panggil hadi langsung berlari mendekati tubuh fey yang masih


terduduk di tanah, hadi memberikan balon baln yang ia pegang ke rumi, langsung


inginmberjongkok namun belum sempat fey sudah berdiri, mendekati rumi dan satu


tamparan yang sangat keras telak fey berikan pada pipi mulus rumi.


Balon balon yang tadi rumi terima dari hadi terlepas, terbang penuh


suka cita bersamaan dengansatu gumaman lolos dari bibir rumi.


 “it’s so time.” Senyum kecil


rumi terbit, masih menunduk dan mempersiapkan topeng andalannya.


 “kenapa kau menamparku fey?” Tanya rumi mempersiapkan air mata buaya.


 “KAU SENGAJA MEMBUAT AKU TERJATUH.” Teriak fey tak luput dari


pendengaran hadi yang masih saja terdiam, pria itu menatap wajah  marah istrinya, dada yang bergemuruh istrinya


bahkan tarikan napas tidak beraturan dari istrinya.


“aku tidak melakukannya, kenpa kau menuduhku?” Tanya rumi berhasil


meloloskan satu tetes air mata.


 “ternyata kalau ular tetap ular.” Ucap fey tajam bergerak ingin


menjambak rumi namun tidak terlaksanakan karena  hadi menahan tangannya.


 “jangan kekanak kanakan sayang.” Bisik hadi, anehnya pria itu


mengeluarkan suara dinginnya, suara yang baru pertama kalinya bersapa dengan


fey.


 “fey tidak kekanak kanakan hadi, itu memang rumi.”


 “jika itu rumi, tidak sepantasnya istri dari hadi bermain fisik.” Datar


hadi menatap tajam.


 “dan jika pun itu buka rumi, wanita ular ini memang pantas ditampar.”


Balas fey sesinis mungkin


 “FEY VE!” SELESAI. Satu bentakan sudah lolos dan fey diam mematung


menatap betapa murka hadi saat ini.


“aku tidak pernah mengajarkan dirimu untuk mengatakan hal sekeji itu,


aku tidak pernah mendidik istriku untuk menuduh orang lain dan jangan katakana


ini didikan orang tuamu karena mereka sangat jauh lebih berpendidikan darimu,


sekaramng siapa yang sedang kau cotoh?” Tanya hadi begitu jelas menyakiti hati


fey.


Tanpa wanita itu sadari ia sudah menangis, menatap hadi dengan terluka


hingga akhirnya melepaskan tangan hadi yang masih memegang tangannya.


“fey mencontoh orang orang yang tidak ingin ditindas.” Jawab fey


langsung berlari meninggalkan hadi dan rumi yang tersenyum kecil, pertunjukan


super menyenangkan tadi menggelitik hati rumi dan sepertinya ia harus masuk ke

__ADS_1


step selanjutnya.


__ADS_2