
“kurang sabar apalagi? Fey mulai menyerah.”
“jangan menyerah demi aku suamimu.” Bisik fey menguselkan hidungnya ke
pipi fey.
Baiklah, ini belum genap dua bulan, fey masih harus sabar dan berjuang,
demi hadi yang sudah banak berkorban untuknya.
“dari pada merenung mengeluh pada tuhan, akan lebih baik kita berjuang
lagi di atas ranjang.” Lanjut hadi masih berbisik mengeluarkan suara rendahnya,
menjalarkan tangan kemana instingnya bermain, semoga saja istrinya ini tergoda.
“dengan senang hati bapak hadi.” Yes ! hadi bersorak ria di dalam hati,
langsung menggendong tubuh fey, sebaiknya fey bersiap siap mendengar bisikan
lirih hadi nanti, bersiap siap mengumandangkan amin yang panjang dan banyak.
**
Tok tok tok
Dahi fey
berkerut, ini masih pagi da ia sedang yoga sendirian, ralat dengan bee yang
berjarak tiga meter darinya. Anjing itu pintar, tidak perlu diperintah dua kali
agar menemani fey dengan jarak yang aman.
“siapa?”
gumam fey langsung membuka matanya, berdiri dari duduknya, fey berjalan
mendekati daun pintu utama, mungkin mertuanya atau ibunya yang memang rajin
sekali kerumah mereka
Cklek
“hai fey
sayang.” Sapa rumi membuka kacamata hitamnya, mata fey langsung menajam,
darimana rumi tahu alamat rumahnya dan juga hadi?
“untuk apa
kau kesini?” Tanya fey penuh kesinisan, bee yang berdiri di samping tubuhnya
saja tidak lagi fey sadari.
“ingin
memastikan sesuatu, benar berita yang beredar itu?jika kau mandul?” Tanya rumi tersenyum remeh.
“itu bukan
urusanmu, silahkan pergi karena aku mengusirmu.” Tangan fey sudah bersiap siap
untuk menutup pintu namun kaki rumi menahannya membuat fey menggeram kesal.
“untuk apa
lagi kau menyandang status istri hadi? Bahkan kau cacat, tidak bisa memberian
keturunan, penerus keluarga hadi, satu yang ingin aku katakana, biarkan suamimu
bahagia.”
“tahu apa
kau tentang kebahagiaan suamiku, itu urusan kami, bukan urusanmu, jangan
memasuki yang bukan areamu.”
“ups,
sebelumnya maaf, tapi apa kau tahu jika suamimu sungguh sangat terpuruk? Bahkan
dipagi ahrai seperti ini ia sudah duduk manis di sebuah club, itu semua karena
mu fey, istri cacat, yang tidak berguna.”
Hati fey
mencelos, hinaan rumi berdengung.
__ADS_1
CACAT
TIDAK
BERGUNA
Ya, akhirnya
fey bertanya dalam diam, apa guna dirinya selama ini? Jangankan memberikan
keturunan, memasak saa pun fey tidak bisa.
“aku akan
dengan senang hati menampung suamimu fey, dia pantas untuk di bahagiakan.”
“dan jika
pun aku meninggalkannya, aku tidak akan sudi memberikannya padamu.”
BRAKKK.
Fey menutup
pintu rumahnya secara kasar, bee yang tertinggal di luar menggonggongi rumi
karena membuat wajah fey berbeda.
“hadi
dimana?” bisik fey bertanya saat panggilannya baru dijawab.
“maaf nona, pemilik ponsel ini sudah pingsan,
tuan muda ini terlalu mabuk, apakah kau bisa menjemputnya?”
Suara wanita
disebrang sana semakin lama tidak lagi dapat fey dengar, benar, rumi tidak
berbohong, suaminya , terbebani.
**
Air mata fey
tidak kunjung surut, ia masih mengalir dengan isak tanis kesedihan, isak tangis
Jarum jam
sudah menunjukan pukul dua siang, fey belum sarapan, belum juga makan siang,
wanita itu hanya menangis, tidak mau menyusul hadi yang pingsan. Peduli setan !
fey juga butuh waktu sendiri.
“Sayang.”
Fey menarik
selimutnya, menutupi seluruh tubuhnya yang bergetar, itu suara hadi suaminya
sudah sampai ke dalam kamar,. Sayang, selanjutnya tidak ada suara apapun, hanya
isak fey.
“bisa
jelaskan padaku sumber isak tangismu fey.” Ucap hadi tegas namun juga lirih, ia
lelah yang entah karena apa.
“fey dengar
perintah suamimu.” Belum, fey belum menuruti, masih sibuk menata hatinya.
“jangan
menambah bebanku fey, ku mohon.” Itu dia
! itu !
“ayo kita
bercerai hadi, ayo, fey tidak masalah, sungguh.” Ucap fey untuk pertama kalinya, tubuh munglnya sudah
terduduk di atas ranjang, air matanya menghiasi wajahnya, mata sembab yang
sangat terlihat.
“sekali lagi
__ADS_1
kau mengatakannya, jangan salahkan aku
jika aku mengabulkannya, permintaanmu itu fey.” Desis hadi mengepalkan kedua
tangannya.
“AYO KITA
BERCERAI SAJA.” Lirih fey mengundang suara pecahan kaca bingkai foto dirinya
dan hadi yang baru saja dibantingkan oleh pria itu.
“aku sabar
fey, aku mencintaimu tanpa harus ada anak diantara kita, kenapa hanya
perpisahan saja yang ada dibenakmu?” kesal hadi menarik rambut belakangnya
frustasi.
“hadi
terbebani, hadi sedih bersama fey.”
“darimana
kau mendapatkan pikiran seperti itu? Bahkan aku bisa mati detik ini juga jika
kau pergi. Aku menunggumu bangun dari koma selama dua tahun lebih, aku seperti
manusia gila yang percaya kau akan kembali, menemani masa tuaku dan ternyata,
ini hal penantianku? Kenapa tidak mati saja kita bersama sama?”
“fey juga
tidak mau seperti ini hadi, tapi hadi tidak tahu beban yang fey terima. Melihat dan mendengarkan bisikan
penuh harap hadi sungguh membuat fey ingin mengabulkannya, fey.”
“aku tidak
pernah berharap, aku selalu membisikan doa bukan untuk diriku tapi untuk
dirimu, aku tidak perduli fey, bahkan jika seratis tahun jika hidup berdua
tan[pa anak aku tidak masalah.”
“tapi itu
tidak bagi fey, itu salah hadi, keluarga kita butuh penerus, nama baik hadi
juga akan tercemar, fey tidak bisa.”
“jadi dengan
perceraian aku akan mendapatan penerus? Dengan perceraian nama baikku tidak
akan tercoreng? Dengan perceraian aku dan kau akan bahagia? Ya? Seperti itu?”
Tanya hadi belum melangkah mendekati fey, masih berdiri diposisi awalnya.
“mungkin.”
Jawab fey sesingkat mungkin, karena membayangkan saja sudah membuat tubuh fey
kembali bergetar.
“atau hamili
saja wanita lain hadi, fey tidak masalah asalkan penerus hdi ada.”
“persetan
fey ! persetan dengan jalan pikiranmu, kau piker aku pria macam apa? Aku punya
istri dan terima kasih atas tawaranmu yang di luar nalarku.”
Selesai,
hadi berbalik keluar dari kamar mereka, meninggalkan fey yang menundukan dengan
tangis, disini fey sadar, bahwa memang benar takdir bahagia dengan alur ceritanya.
alur yang
dimana menentukan sebuah kebahagiaan, keadaan menuju ke masa depan, di antara
sebuah pilihan seperti boomerang, tetap bertahan dengan keadaan mereka atau
berhenti dengan entah apa mereka akan bahagia dengan sebuah kebahagiaan atau
__ADS_1
akan menjadi lebih buruk dari sebelumnya.