Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "

Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "
BAB 29


__ADS_3

" *what, coba kau katakan sekali lagi."


oh,oh* sepertinya fey sudah salah bicara, wajah suaminya kini sudah berubah sangat menyeramkan di matanya.


" ehm...tidak, feh tadi cuma..."


Grebbbb


Mata fey sudah membulat besar saat tangan kanan hadi menarik pinggang fey dengan keras hingga membuat tubuh mereka bertabrakan, jantung fey kini sudah berdebar debar kencang, berlomba dengan milik hadi yang dapat fey rasakan karena tubuh mereka kini sangat dekat, merapat, tanpa celah lagi kecuali baju mereka masing - masing.


" Aku sudah berusaha menunjukkan rasa cintaku ini dan kau mengejeknya? hukumn apa yang pantas kau dapatkan bocah?" tanya hadi lirih, menatap dalam fey yang juga menatabnya.


Fey menggigit bibir bawahnya dengan gugup, tangan bergerak naik menyentuh kedua celah di sisi leher hadi, membuat gerakan lembut lalu mendekatkan bibirnya dengan bibir hadi lama.

__ADS_1


" hmm, bagaimana dengan sebuah ciuman yang hangat."


Hadi menggelengkan kepala, tidak menerima sebuah hukuman, itu hanyalah sebuah ciuman.


" Long kiss." tawr fey sambil sedikit mengedipkan matanya, berniat ingin menggoda suaminya yang mendadak tertawa pelan.


" Tidak berubah." ujar hadi yang setelahnya langsung meraup gemas bibir fey, menikmati manisnya setiap inci dan betapa kenyal nya si mungil itu, bibir fey bagaikan candu yang mematikan bagi hadi.


" Lagi ." rengek fey saat hadi melepaskan ciumannya, wanita ini sudah sangat menggoda, tidak mungkin kan hadi langsung menyerangnya begitu saja saat koma melanda fey selama 2 tahun lebih, oh shit ! rasa rindu yang ada di dalam diri hadi terhadap fey sungaguh teramat besar, mengingat percintaan mereka yang dulunya sangat teramat aktif membuat hadi harus menahan diri.


" Tidak hadi, fey maunya sekarang, fey rindu hadi, sangat rindu, hadi harus tahu, hadi selalu membuat fey hawatir, saat fey koma, fey selalu mendengar bisikan hadi, fey selalu mendengar semua nya, fey ingin berteriak namun tidak bisa." walaupun fey bersuara dengan semangat namun mimiknya menampakan kesedihan menatap hadi lekat.


" Fey tidak suka melihat hadi menyakiti diri sendiri, tidak makan teratur, tidak tidur dengan baik, hanya sibuk menatap fey saja, aku tidak suka, aku hawatir!" kali ini mimik nya berubah menjadi kesal,

__ADS_1


" Maaf." kata hadi dengan suara rendahnya, membawa tubuhnya ke dalam pelukannya yang tentu dibalas fey dengan erat. itu semua benar, yang dikatakan fey adalah jujur, ia hawatir dengan hadi namun saat ia berteriakpun tidak ada yang mendengar, membuat kesal dan takut.


" Aku tidak mau lgi melihat kau seperti itu, aku sayang kau, aku tidak mau kau sakit."


" Kalau begitu berjanjilah untuk tetap sehat, tidak terluka, dan tidak akan meninggalkan ku."


Fey mengangguk dalam pelukan hadi, mempererat pelukannya dan memejamkan matanya, menikmati harum bau tubuh sang suami.


" Ah, aku baru ingat, ibu sudah menyiapkan keperluan honeymoon kita, jadi bocahku tersayang pulihlah dengan cepat jika kau ingin segera membuat baby." ucap hadi yang tiba tiba melepaskan pelukannya, menatap istrinya penuh dengan godaan yang berhasil membuat mata fey berbinar terang.


" Benarkah?, kita akan honeymoon?, serius? kapan? aku mau sekarang, ayo ayo." semangat fey membuat hadi tertawa, mengacak rambut atas istrinya sambil berujar _


" Kau harus sehat terlebih dahulu, dasar bocah menyebalkan."

__ADS_1


" Yang kau bilang bocah menyeblkan ini adalah istrimu tahu."tangan fey menepis kesal, tangan nakal hadi yang membuat rambutnya berantakan.


__ADS_2