Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "

Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "
BAB 21


__ADS_3

" Kau baik - baik saja sayang, ibu juga tidak apa - apa." bisik sang ibu lirih.


" Dimana fey ." tanya hadi pelan, menatap ucup dan sang ayah yang secara bergantian.


" Kau kuat sayang, kau memang anak ibu yang kuat." lagi - lagi bisik sang ibu.


" aku bertanya dimana istriku?"


" Hadi istirahatlah dulu, pulihkan kesehatanmu, agar kau bisa menemui fey." ucap sang ayah tegas.


" Suruh ia kesini ayah,apa sulitnya, ia memiliki kaki untuk melihat kondisi suaminya ini." mata hadi sudah menajam, menatap sang ayah tanpa terasa takut.


" Nak, fey baik - baik saja, dia hanya belum bisa untuk menemuimu." ibu hadi mencium singkat dahi anaknya itu, mencoba mengirimkan rasa tenang yang ia punya.


" Aku hanya ingin dia menemuiku sekarang, dan sudah berapa lama aku berada disini?"


" Kau dibius sudah 2 hari hadi, kau kurang tidur, stress, makan tidak teratur dan banyak hal hal lain yang bodoh yang kau lakukan." jawab sang ayah menarik tubuh ibunya kembali dalam pelukan.

__ADS_1


" Aku selama 2 hari tidak sadarkan diri, dan fey tidak sama sekali datang untuk melihat kondisiku?"


" Dia ingin datang untuk menengokmu hadi, tapi ia tidak bisa untuk datang, kamu cobalah untuk mengerti." kali ini sang ibu mencoba untuk menjawab, dengan suara yang paling lemah yang ia punya.


" Kalau begitu biar aku saja yang menemuinya." hadi bergerak duduk, lalu bergerak untuk turun dari ranjang, menggenggam tiang infus lalu mendorong bersamaan dengan dirinya yang berjalan keluar.


" nak kau masih baru siuman, cobalah mengerti." hadi sama sekli tidak menggubris perkataan ibunya, tidak memperdulikannya sama sekali, hadi tahu betul kemana untuk menemui istrinya yang mungkin saja masih asik tidur di ranjang nya.


Dengan kondisi yang terburu - buru hadi menuju kamar inap fey saat itu dan ternyata hanya berjarak 5 kamar dari tempat iya di rawat selama 2 hari ini.


Membuka kamar inap fey dengan kasar.


" APA YANG KALIAN LAKUKAN..!" dan hal yang pertama yang hadi lakukan adalah berteriak dengan sekencang - kencang nya.


Melepaskan infus yang ada di tangannya dengan kasar hingga berdarah, hadi mendekati ranjang fey, mendorong tubuh perawat dan tubuh dokter alex yang mengelilingi ranjang fey saat ini.


Memasangkan kembali alat bantu bernafas yang baru saja dilepas oleh sang dokter alex dari hidung, tubuh fey yang tadinya terlihat kejang - kejang, kini perlahan mulai tenang. Hadi menatap wajah fey yang masih sam pucat.

__ADS_1


" Aku akan meunutut kalian." ucap hadi tajam yang masih menatap fey istrinya.


" Hadi, kami lah yang memberikan dokter alex izin." hadi menatap ke belakang tubuhnya yang dimana ada kedua mertuanya yaitu orang tua fey.


" Apa - apaan ayah dan ibu? fey itu istriku, kalian sudah tidak ada hak lagi atas dirinya."


" Hadi, dia sudah lelah." ucap ayah mertuanya.


" Bukan dia, tapi kalian lah yang sudah lelah, sekarang tinggalkan aku berdua saja."


Akhirnya lagi - lagi masih saja sama.


Yang berbeda, hadi sudah tidak percaya lagi dengan siapapun untuk bergantian menjaga istrinya tersebut, hadi bersumpah akan terus menerus berada di samping fey.


" I love you baby, come back to me, come back to me." bisik hadi dengan sangat lirih dan pelan setelah semuanya keluar meninggalkannya bersama fey.


Jadi, inilah yang dinamakan orang - orang bukan akhir yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2