
Tangan fey menggenggam erat tangan kanan hadi yang tidak akan fey biarkan disentuh oleh rumi, mata fey masih sangat tajam mengeluarkan laser kasat mata, namun si wanita itu rumi hanya sesekali meliriknya, terus berbicara santai pada hadi yang terlihat dan menerima rumi.
mereka bernostalgia sajadi jadinya, bercengkrama asik berdua di restoran ber bintang 5 dan sejenak melupakan keberadaan fey.
" Hadi, aku jadi mengantuk melihat kalian bicara seolah mendongeng, ayo kita pulang saja." bisik fey pura pura menguap, menumpuk dagunya di bahu hadi, ini sudah pukul 8 malam dan sudah hampir 2 jam fey duduk di tengah tengah 2 manusia itu dengan setia dalam kebungkaman nya karena fey tidak tahu apa yang mereka bicarakan.
" Kau lelah sayang? oke baik lah kita pulang sekarang."
Rumi mendengus kesal, karena hadi langsunh menuruti permintaan fey, sangat terlihat jelas hadi mengistimewakan istrinya dari segala hal.
__ADS_1
" Rumi kami pulang duluan ya, si mungil ini terlihat sudah lelah." ucap hadi tertawa pelan karena fey langsung mencubit hadi dengan pelan " enak saja kamu bilang aku si mungil."
" Oh oke oke, tapi boleh aku meminta kontak mu hadi?" belum sempat lagi hadi menjawab pertanyaan rumi, rumi sudah menyodorkan hp nya, dan dengan gerakan cepat fey mengambil ponsel rumi, mengetikan beberapa nomor lalu menyimpan nya dengan nama hadi WA ( winata atmaja ) di ponsel rumi.
" Nih, ini aku sudah memberikan nomer ponsel hadi, semoga kakak rumi tidak berniat untuk menghubungi suami orang lain, cukup disimpan atau dijadikan pajangan saja." ucap fey sedikit sewot mengembalikan ponsel rumi. Hadi mengerutkan dahinya, untuk apa fey memberikan nomer nya kalau kalau yang akhirnya berakhir melarang rumi untuk menghubungi ? hah istri nya ini ada ada saja.
" Yasudah kalau begitu kami pulang duluan ya." hadi berdiri yang kemudian di ikuti oleh fey.
" Sayang coba kau katakan pada suamimu ini, kenapa mimik sewot mu itu begitu terlihat sangat kental di hadapan rumi?" tanya hadi pelan setelah mereka keluar dari dalam restoran berbintang tersebut, fey memilih tidak menjawab melainkan lebih ke arah diam menunjukkan seperti istri yang sedang merajuk.
__ADS_1
" Suami mu ini sedang bertanya sayang." bisik hadi lembut yang menyimpan dengusan kesal fey.
" Dia itu WANITA hadi, kau tau kan WANITA, WA - NI - TA!"
Mata hadi sedikit mengerjapkan sedikit terkejut mendengarkan nada penuh tekanan dari fey.
" Iya sayang aku tau rumi itu wanita, lalu kenapa memang nya kalau dia itu wanita, masalahnya dimana, kau juga wanita, bukan?"
Sekali lagi fey mendengus kesal, memalingkan wajah nya ke arah yang berlawanan, untuk kali ini ia tidak ingin melihat wajah suami nya yang tampan tapi membuat nya kesal, fey menghentikan langkahnya, tetap saja ia harus menatap wajah suaminya meskipun kesal, rasanya ingin memukul nya agar ia tau kalau fey kesal karna cemburu.
__ADS_1
" Aku tidak menyukai dia, dia menyentuh mu, dia menyentuh tangan, jari jemarimu, rahang, apa karena kalian telah mengenal sedari dulu, jadi di halal kan menyentuh lawan jenis yang bukan mukhrim nya? kau itu milik ku!"
Kalimat yang penuh penyelesaian dari bibir fey yang mengundang senyum kecil yang terbit dari wajah hadi.