
" Boleh aku katakan kalau sekarang ini kau sedang cemburu sayang, dia itu memang tetangga ku dulu, tapi yang kau tidak tahu lain dari tetangga dia sepupu jauh ku, jadi hadimu ini tidak akan di ambil olehnya,oke?" ungkap hadi menangkup kedua pipi fey, sungguh wanita ini benar benar menggemaskan.
" Tidak boleh, fey tidak cemburu, aku hanya tidak ingin berbagi apa yang sudah menjadi milik ku."
" Ha ha ha ha oke oke kau tidak cemburu." kedua tangan fey menggenggam lengan hadi yang masih sangat asik menangkup kedua pipinya sambil mentertawa kan pula.
" Iya sayang iya kalau begitu kita sama, aku juga tidak ingin berbagi dengan siapapun apa yang seharusnya sudah menjadi milikku." ucap hadi penuh dengan semangat, mengecup bibir fey yang manis nan kenyal lantas menarik kedua tangan nya dari pipi fey, hadi bergerak memposisikan dirinya ingin menggendong fey dan dengan senang hati fey menanggapi kemauan hadi. segera mungkin menaiki punggung suaminya yang nyaman, fey mengalungkan tangan nya ke leher hadi lalu memejamkan mata, menikmati setiap detik betapa baik nya suami nya dan betapa baik tuhan masih memberikan kesempatan menikmati posisi ini.
__ADS_1
" Jangan coba coba tidur sebelum kita sampai di hotel." peringatan dari hadi terdengar dan fey hanya membalas dengan mengangguk dan gumaman pelan, segera membuka mata nya yang tadi tertutup, menumpukkan dagu di atas bahu hadi, menatap kota paris yang terlihat begitu indah saat malam hari.
" Hadi, kapan yah waktunya junior mu tumbuh di rahimku."
" Mungkin sebentar lagi, mungkin kita harus menunggu selama sebulan atau 2 bulan lagi junior baru tumbuh toh aku tidak masalah, lagian aku masih sangat merindukan kebersamaan kita, jelasnya aku masih ingin menikmati kebersamaan kita, kasih sayang istriku sepenuhnya tanpa aku harus membaginya dengan siapapun termasuk itu dengan anak ku sendiri." jawab hadi dengan panjang lebar yang langsung mengundang fey sang istri untuk menatap nya.
" Yang pasti itu mirip wajah kita berdua sayang, bisa jadi bibir nya mirip kau dan matanya mirip ayahnya." hadi tersenyum lebar, ikut ikut menerawang membayang kan hasil kerja keras nya selama berolah raga di ranjang terhadap fey.
__ADS_1
" Tapi mata nya hadi hadi itu seram, lebih bagus kalau bibir nya saja yang mirip ayah nya dan matanya mirip dengan mata bundanya." semangat fey yang juga tersenyum lebar, mereka berdua akan tetap bahagia,bukan?
" Aku serah kan semua nya dengan ketentuan tuhan, aku menerima semua yang diberikan baik itu mirip bunda nya atau ayah nya yang akan di warisi yang jelas akan menjadi penerusku."
" Oke, kalau begitu bagaimana kalau kita pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes kesuburan ku? kita bukan nya belum sama sekali untuk berkonsultasi masalah ini dengan dokter."
Hadi menyetop taxy dengan tangan kanan nya, fey semakin memeluk leher hadi dengan semakin erat, membuka pintu taxy lalu mamasukkan tubuh mungil fey ke dalam, hadi belum menyetujui ajakan fey, pria itu baru duduk di samping lantas memberi tahukan supir taxy arah letak hotel tempat mereka menginap.
__ADS_1