
" HADI MANDINYA JANGAN LAMA - LAMA YA!" teriak fey yang menggema dengan kuat disetiap sudut ruangan rumah mereka.
Hadi yang tampak mengambil handuk barunya lagi dilemari mendengus kesal, cobala untuk kenali fey terlebih dahulu baru ia kasih penilaian, jangan nilai dulu baru mengenali, anda bisa kecewa mendadak sama seperti yang dialami hadi
**********************************************
" Hadi itu, ambil itu.." rengekan yang ke 15x sejak hadi dan fey ada di supermarket yang tidak jauh dari rumah mereka, hadi dengan malas mengambil apa yang fey minta, lebih baik menuruti dari pada berdebat seperti pertamakali mereka masuk ke super market tadi, yang hadi tidak habis pikir fey bisa menangis hanya karena kemauannya tidak di turuti, hampir saja hadi diseret petugas super marker keluar karena mengira hadi sudah melecehkan fey yang nyatanya adalah istrinya
" yang itu, itu, itu, terus yang itu juga ya" fey menunjuk beberapa barang - barang yang berada di atas rak, tangan hadi sudah terjulur tinggi mengambil barang tapi tangan fey tiba - tiba menghentikan.
" Gendong, fey mau mengambilnya sendiri. "
" Kalau kau mau mengambilnya sendiri ya ambil saja kenapa harus minta di gendong segala," tanya hadi melihat mendengus malas.
__ADS_1
" raknya tinggi hadi, fey mana sampai mengambil setinggi itu, ayolah hadi bantu aku, aku ingin mengambilnya sendiri."
Lagi dan lagi merengek, oh tuhan kirimkan hadi hidayah untuk menerima cobaan, turun kan banyak - banyak kesabaran yang tidak akan habis agar hadi iklas menghadapi semuanya ini.
" Dasar, kau itu banyak mau nya " gumam hadi yang langsung berjongkok, hadi sudah tidak sudi lagi dikira melecehkan istrinya yang imut , jadi sabar yang super ekstra dan turuti semua perintah dak kemauannya.
Fey langsung menaiki bahu hadi dengan kedua tangan nya yang memeluk leher sang suami.
Hadi mulai berdiri saat merasa fey sudah kokoh digendongannya, menumpukkan kedua tangan pada rak yang ada didepan tangannya. Hadi menunggu fey dengan amat sabar.
" Sebentar ya suaminya fey " ini lagi dicoba di ambil, soalnya lobang kotaknya sepertinya kecil." fey menepuk kepala hadi dengan pelan seakan mengatakan kata sabar tapi secara langsung dan tersirat.
" ugh " hadi mengeram, ingin menegeluh tapi bagaimana, tidak mengeluh tapi sangat mengesalkan, bocah manis ini benar - benar tidak sopan_ itu bentuk kekesalan dihati hadi.
__ADS_1
" sudah turunkan fey." perintah fey yang langsung hadi turuti dengan senang hati.
Menurunkan fey dari gendongannya, hadi langsung mendorong troli menuju kasir tanpa menunggu fey.
" Hadi aku mau es krim," hadi menatab tubuh fey dengan sedikit tenganga.
" Jangan es krim please " bisik hadi dengan dirinya sendiri, ia sedang mengantri untuk membayar belanjaan mereka yang lebih banyak belanjaan jajanan dari pada bahan masakan.
" ini." fey memperlihatkan es krim yang baru di ambilnya dengan rasa favorite,strowberrty.
Memutar mata malas, hadi tidak menanggapi kegirangan fey dan beranjak pergi.
Mendorong troli saat giliran mereka membayar, hadi melirik lengannya yang kini di rangkul fey dengan manja.
__ADS_1
Istrinya itu menatap tajam gadis - gadis muda yang melirik hadi dan bahkan petugas kasir yang tersenyum ramah pada hadi saja fey berikan tatapan tajamnya.Menurut hadi tatapan fey tidak menakutkan, justru terlihat lucu karena seperti anak 6 tahun yang marah saat mainannya mau di ambil.