Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "

Pacaran Setelah Menikah " Perjodohan "
BAB 22


__ADS_3

Mata tajam hadi menatap kosong wajah wajah fey yang masih pucat yang terbaring lemah di atas ranjang. Ia lelah, jauh lebih lelah keadaannya dari fey sat itu, kenapa tidak dia saja yang di tabrak lalu koma selama bertahun - tahun, kenapa tidak dia saja yang berada di ambang kematian?!


" Kau istri yang paling kejam yang pernah aku tahu." itu suara hati hadi yang sedang menangis, hadi memilih berdiri dari sisi ranjang fey, mengutuk suara monitor dan memaki takdir, satu hal yang harus kalian ketahui, kesedihan yang paling dalam adalah saat kita sudah tidak bisa lagi untuk mengeluarkan air mata untuk menangis, dan kini hadi sedang mengalaminya.


" Bagaimana kalau kita mati bersama saja, bagaimana sweet heart? seperti kalanya romeo dan juliet, memang sedikit terlihat kampungan dan kuno tapi aku sangat ingin melakukannya jika suatu saat nanti kalau kau benar - benar pergi meninggalkan aku." Darah menetes deras dari pergelangan tangan hadi yang membuat mengotori lantai kamar inap fey, wajah hadi kini sudah mulai pucat karena darah yang tak mau kunjung berhenti, infus yang dilepas paksa bukanlah perkara yang baik, itu akan menjadi pesakitan yang baru, dan bagusnya hadi sudah tidak lagi merasakan kesakitan di tubuhnya, tubuhnya sekarang mati rasa.


Segala syaraf nya mati rasa kecuali satu yaitu hatinya, hati yang masih merasakan sakit melihat fey istrinya.


" Aku harus apa, apa yang harus aku lakukan, bukankah tujuanmu sudah terwujud untuk membuatku mencintaimu, untuk membuatku selalu berkeinginan untuk menatapmu, setiap hari, tanpa ada rasa bosan, kini aku sudah mengalaminya, bangunlah."

__ADS_1


Hadi menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, menarik napas sesak, bayang - bayang tentang fey adalah hal yang paling ia hindari.


Bisa orang lain untuk menilai seberapa gila hadi saat itu, memaksakan keadaan di atas larangan, hadi sangat percaya bahwa fey istrinya akan kembali untuknya, menikmati suasana pagi, siang, dan malam, hingga pada akhirnya tubuh menjadi layu menua, bukan halnya mati dengan keadaan seperti ini, sangat menyedihkan.


Jadi hadi sedang memaksakan, melawan kata - kata kedua orang tua dan mertua nya, membantah apa kata teknologi dan teori kedokteran, hanya ada satu yang hadi yakini dia akan tetap setia untuk menunggunya kembali, sampai pada waktunya hati hadi percaya bahwa fey memang tidak ingin lagi untuk kembali lagi bersama di sisinya.


Ya, hadi akan setia menunggu meskipun akan menjadi belasan tahun lamanya fey mengalami koma, akan tetap ia jalani.


Tanpa menoleh melihat sang ibu, hadi mengangguk yakin dan pasti.

__ADS_1


" Jangan suka memaksakan kehendak."


" Aku tidak merasa memaksakan kehendakku dengan siapapun, aku yakin dia pasti akan bangun dan aku akan menunggunya, hanya itu yang aku tahu.


" Nak, ini sudah berlalu selama 2 tahun lamanya."


" Bu, dan aku akan tetap mununggu meskipun harus menunggunya selama 15 tahun lagi."


" Dengar nak, kau tahu bukan, semakin lama ia mengalami koma, akan semakin kecil kemungkinan dia akan kembali sadar,

__ADS_1


Hadi tahu dan bahkan sangat tahu akan hal itu, tapi bukan kah tuhan itu tidak tidur, bukan? pasti akan ada segala macam hal keajaiban dari segala kesabaran yang ia lakukan, penantian selama ini pasti akan terbalaskan nanti.


__ADS_2