
"Hi Sya, ini elo kan?" sapa seorang pria menghampiriku sambil megulurkan tangannya, sama-samar kuingat wajah familiar itu.
"Oh, kamu Beny kan? ngapain disini" jawabku sambil membalas uluran tangannya dan akhirnya mengingatnya yg tak lain adalah teman sekolah waktu SMP, kami beda kelas dan dia pindah sekolah ketika kenaikan kelas 3 waktu itu.
"Wajar saja aku agak lupa, udah setahun gak pernah ketemu lagi". fikirku
"Gilaaa, lo kok cantik amat sekarang, sumpah pangling gue" katanya lagi.
"Faktor pertumbuhan kali, hehe, soalnya setahun terakhir ini memang gue tambah berat badannya dan tambah tingginya banyak" jawabku enteng.
"Iya emang udah menjelma jadi gadis cantik lo Sya". jawabnya sambil memperhatikanku dari ujung rambut hingga ujung kaki.
" Ini cewek cantik temen lo Ben?" kata seorang pria di kios print dan fotocopy yang juga dari tadi memperhatikanku.
"Iya kak, temen SMP waktu gw sekolah disini sebelum pindah ke Jakarta" jawab Beny.
"Beruntung banget lo punya temen cantik begini, gak mau dikenalin sama kakak lo ini?" katanya lagi.
"ini kakak lo Ben?" tanyaku.
"Bukan bukan, dia...." belum selesai Beny bicara, pria itu memotong pembicaraan.
"Kenalin, gw Heru" sambil mengulurkan tangannya.
"Rasya" jawabku sambil membalas uluran tangannya.
"Kak Heru ini temen main gue kalo lagi mudik kesini, kebetulan gue lagi mudik tempat nenek yang tetanggaan sama kak Heru, kita ini temen main dari kecil" Beny menjelaskan.
"Oh" jawabku singkat.
__ADS_1
"Lo SMA dimana jadinya Sya?" tanya Beni.
"SMA Terpadu 1, tuh sekolahnya keliatan dari sini" jawabku sambil menunjuk arah gedung sekolah.
"Hari minggu gini ngapain lo dari sekolah, ngeprint apaan lagi ini banyak banget emang udah mulai belajar?" tanyanya lagi.
"Belum, gw abis liat pengumuman aja buat persiapan MOS besok, ini gw ngeprint biodata buat besok" jawabku lagi sambil menata dan memeriksa kertas hasil print. MOS adalah masa orientasi siswa yang digunakan untuk memperkenalkan sekolah kepada siswa baru.
" Oh gitu, gw SMA nya di Jakarta lagi, baru mulai MOS nya minggu depan". tutur Beny.
"Nanti kalo ada yang gangguin, bilang kakak aja ya Dek" kata kak Heru padaku.
"i..iya kak" jawabku. "Emangnya siapa dia, sok mau jagain gw segala" kataku dalam hati.
"Gue senior lo Dek, kita satu sekolahan" katanya lagi.
"Ben, lo ngapain disini juga? kataku basa basi.
" Nongkrong aja, tadi abis main PS trus ngobol2 disini" jawab Beny.
"O**k Ben, Kak Heru, gw duluan ya soalnya masih banyak yg musti gw persiapin buat besok" kataku sembari cepat berjalan mengambil dan menaiki sepeda motorku.
"Hati-hati ya Sya" kata Beny.
"Jangan lupa cari Gw ya besok, see u" kata Kak Heru sambil mengedipkan matanya.
"Ih genit banget sih itu kak Heru, mit amit deh nyariin dia" batinku.
Sepanjang perjalanan aku berasa bahagia, "ah sekarang semua pria memperhatikanku, benarkah aku sekarang tumbuh jadi wanita cantik?" aku berkata sendirian. Teringat dulu aku selalu jadi olok-olokan teman temanku. "eh kamu pulang sana minta ibumu belikan susu buat diminum tiap hari biar cepet gede gak kayak anak SD". "kata salah seorang temanku. "eh anak kecil, minggir-minggir" kata teman yg lain. Bayangan kelam masa lalu saat aku jadi korban Bullying muncul dan membuatku hilang kendali,
__ADS_1
"Ssssss..ssst, bruk" bunyi sepeda motorku menabrak bagian belakang motor seorang pria tanpa sengaja.
"maaf, maaf mas, saya benar-benar tidak sengaja" kataku memelas dan segera membenarkan posisi motorku yang ban depannya menabrak bagian belakang motor seorang pria.
"Makanya naik motor jangan ngelamun" kata pria itu keras membentak kemudian menoleh kearahku.
"Maaf mas, ma...." tiba-tiba ia memotong perkataanku.
"iya ga papa Cantik, kamu gak ada yang lecet kan?" katanya dengan nada yang ramah dan melemparkan senyum dibibirnya.
"enggak mas, mas nya gak papa?" jawabku lagi dan merasa aneh mengapa orang ini tiba-tiba jadi baik dan perhatian.
"enggak kok, aman. Kan yang nabrak cewek cantik" jawabnya.
"Syukurlah kalau begitu Mas, saya permisi kalau begitu" kataku lagi sambil menunduk.
"Tunggu, boleh minta no HP nya? pria itu langsung menyodorkan HP nya padaku.
"Duh, udah nabrak gini mau gak mau ku kasih aja no HP ku, udah untung dia gak marah-marah motornya ada yg peot ketabrak" fikirku sambil mengetik no HP ku di HP nya dan mengembalikannya pada pria itu.
"*Ini Mas nomernya, oh iya ma*ri mas, saya permisi" kataku lagi.
"Mari Cantik, nanti boleh ya aku telpon" jawab pria itu.
"iya mas, boleh" kataku lagi sambil menstarter motorku dan belalu meninggalkan pria itu yang tak henti-hentinya melihatku dengan genit.
"Enak juga ya tumbuh jadi remaja cantik, nabrak orang aja urusan jadi beres cuman dengan ngasih no HP, semua hal jadi pusat perhatian, Terimakasih ya Allah, aku tak menyangka nasifku berubah secepat ini"kataku sambil tersenyum-senyum sendiri di sepanjang perjalanan menuju rumah.
"Mulai sekarang tak ada lagi yang akan menghina tubuhku, menghina penampilanku, aku akan tumbuh jadi wanita yang dikagumi, aku akan berpenampilan lebih baik lagi mulai dari sekarang, masa SMA ku akan kuwarnai dengan indah, aku akan membuktikan pada semua orang aku layak dikagumi, aku bukanlah anak kecil lagi yang selalu diam saat mereka menghina dan menindasku"
__ADS_1