
Malam ini aku ingin menuliskan semua rinduku padanya, rindu yang ingin kutumpahkan karena dengan membendungnya saja aku tak akan mampu menahan derasnya cinta yang semakin hari kian bertambah.
Cinta...
Terimakasih telah mengajari aku tentang rindu,
Rindu yang terasa begitu dingin saat ia jauh,
dan seketika jadi hangat saat dekat.
Rindu yang datang seketika saat ia jauh,
dan menghilang ketika ia mendekat.
Selama jarak itu ada, rinduku kan slalu terbentang.
....................
Rasya menuliskan curahan hatinya di dairy nya. Selama ini, Risma tlah menjadi teman curhatnya jika ia sedang gundah, tetapi kali ini masalah yang ia hadapi tak bisa ia ceritakan pada siapapun. Ditempat lain, Heru pun sedang dilanda gelisah hingga ia tidak bisa tidur memikirkan hari esok yang akan terjadi. Hari dimana ia akan kehilangan wanita yang ia cintai untuk bersama sahabatnya.
Hai kau wanita yang membuatku gelisah,
__ADS_1
Aku tau, bukan salahmu hingga membuatku merana seperti ini,
Aku yang memilih mencintaimu, dan tanpa syarat untukmu harus membalas,
Aku yang memilih melepasmu, dan kau tak bertanggungjawab atas kegudahan yang melanda hatiku,
Hatiku,
Bisakah kita berkompromi?
(Gumam Heru sambil memandangi rembulan dari balik jendela).
...........................................
"Makasih ya kak, udah jemput aku" kata Risma pada Heru.
"Iya, santai aja kali, lagian mana tega gw liat cewek musti bawa barang sebanyak ini sendirian" kata Heru sambil membawa barang-barang dari bagasi mobil keruangan Aryo.
"Wah, emangya kak Heru bener-bener baik" kata Risma lagi tersipu mendengar ucapan Heru.
"Udah lama temenan sama Rasya?" tanya Heru
__ADS_1
"Dari awal SMP kak, kita selalu duduk sebangku, eh sekarang bareng lagi" jawab Risma.
"Banyak yang deketin dia dulu?" tanya Heru lagi sambil membuka ruangan dan metakkan barang bawaannya.
"Hmmm.. setauku sih baru kak Aryo, kayaknya ini bakal jadi pacar pertamanya Rasya kak, dia mah fokus belajar mulu dari dulu, lagian Rasya dulu masih imut-imut kak, jadi belum ada yang lirik, gak kayak sekarang udah tumbuh jadi gadis super cantik yang banyak fans rahasianya" jawab Risma ngerocos.
"Iya tah? banyak juga dong sahingan Aryo ya?" tanya Heru lagi.
"Enggak sih, soalnya yang ditanggepin ya cuman kak Aryo doang kak, kalo dapet surat atau pesan dari yang lain,pesannya paling cuma di read atau dibales singkat aja sama tuh Anak" kata Risma lagi.
"Hmm.. gitu ya, beruntung ya Aryo" kata Heru lagi.
"Iya kak, Rasya itu the best banget deh kalo dipasangin sama kak Aryo" kata Risma lagi.
"Rasya memang hanya mencintai Aryo, dia bahkan tidak pernah menceritakan tentangku ataupun hubungan kami dengan sahabatnya" batin Heru yang sangat cemburu sekali mendengar cerita dari Risma.
"Hei, akur banget sih, cieee.. cieee..." ledek Tatat yang baru saja datang dengan Ayo.
"Iya nih, serasi juga kalian, boleh deh parti nya nanti doble buat perayaan kalian juga" sahut Aryo juga sambil menggoda Heru yang terlihat gugup karena kaget dengan kedatangan mereka.
"Apaan sih, udah ayo cepet disiapin, keburu bel masuk nih" kata Risma yang tersipu malu mendengar ledekan Tata dan Aryo.
__ADS_1
"Siap ibu Negara" jawab Tata. Merekapun mendekorasi ruangan itu dengan sangat cantik, dengan balon-balon warna purpe kesukaan Rasya.