
"Ada apa disini? tolong segera bubar dan kembali" teriak salah serang polisi yangd datang ntuk melihat situasi keriuhan.
"Kami datang untuk membebaskan Ashadiya Rasya Pak, korban pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Sisi Karneline Maheswara Putri" kata Heru lantang.
"Tidak tahu kah kalian ini sudah meleati batas waktu untk mejenguk tahanan. Hari sudah semakin larut malam,pulanglah kalian, orangtua kalian pasti khawatir" jawab polisi itu.
"Bagaimana bisa bapak mengatakan batas waktu untuk menyelamatkan seseorang Pak? kami bukan datang untuk menjenguk tetapi akan membawa pulang teman kami Ashadiya Rasya bersama kami, karena dia tidak bersalah" kata Heru lagi.
"Teman kalian itu sangat berbahaya jika dibebaskania bisa saja menyakitiorang lain lagi" jawab Polisi itu.
"Siapa yang telah dia sakiti Pak? seorang anak pejabat yang selalu berbuat semaunya" timpa Risma
"Kami bersaksi Pak, Rasya tidak bersalah, bebaskan Rasya, bebaskan, bebaskan" teria teman-teman yang lainnya.
__ADS_1
"Silahkan beberapa orang masuk untuk mendiskusikan hal ini, dan yang lainnya mhon kondusif dluar" kata polisi it mengambil jalan tegah.
"Apa adik-adik mempunyai bukti bahwa Ashadiya Rasya tidak bersalah?" tanya polisi itu ketika Heru, Daniel dan Risma yang mewakili seluruh teman-temannya itu sudah masuk dan duduk di depan mejanya disaksikan oleh beberapa polisi lainnya
"Iya Pak, cobalah lihat hasil pengumpulan rekaman CCTV disekolah, berulang kali Sisi Karneine Mahesara Putri yang menemui Rasya terlebih dahulu dan melakukan tindakan-tindakan merendahkan dan kadang mengerjai Rasya bersama teman-temannya" kata Heru menjelaskan satu persatu hasil rekaman CCTV yang sedang dilihat oleh polisi.
"Iya dari gerak-gerik tindakan nona Sisi memang medominasi, tetapi ini elu membuktikan apa yan sebenarnya terjadi karena hanya vidio tanpa suara" jawa polisi lagi yang mash meraukan hasil CCTV itu.
"Saya Daniel Harnelino Maheswara Putra, adik kandung Sisi Maheswara juga bersaksi bahwa memang benar kakak sayalah yang suka lebih dahlu membuat keributan" kata Daniel yang mebuat semua orang diruangan itu tercengang, bagaimana mungkin seorang adik malah membela orang lain dibandingkan kakaknya sendiri.
"Baiklah laporan kalian akan dicatat, kami akan mempelajarinya terlebih dahulu"jawab polisi itu lagi
"Apa yang kurang jelas Pak? kenapa masih perlu dipelajari, kasihan teman kami, kami tidak bisa membiarkanya menginap disini" kata Heru.
__ADS_1
"Mohon mengertilah Dik, kasus ini telah menjadi sorotan publik dan kami tidak bisa gegabah memutuskan tindakan, apalagi kalian masih dbawah umur jika ingin menjamin Nona Rasya setidanya bawalah orangtua kalian ataupun kuasa hukum besok kesini lagi" kata Polisi itu menjelaskan
"Bagaimana jika saya dan kuasa hukum Rasya sudah ada dsini Pak?" tanya Pak Doni yang ternyata masuk ruangan itu juga bersama pengacaranya. Pak Doni ternyata meliat informasi dimedia sosial bahwa muridnya berkumpul dikator polisi untuk membebaskan Rasya selain itu ia juga mendapatkan informasi dari petugas CCTV sekolah bahwa Heru dan teman-temannya telah mendapatkan bukti yang bisa membebaskan Rasya sehingga ia kembali lagi ke kantor polisi setelah mengantarkan orangtua Rasya pulang.
"Pak Doni,syukurlah bapak datang tepat waktu" kata Heru sangat senang dan bersemangat melihat pak Doni datang.
"Bagaimana ya Pak, kami perlu mempelajari kasus ini dahulu, besok saja kalian bisa mendapatkan keputusannya" kata polisi itu binggng harus melakukan apa, karena ia dan tim nya tak ingin gegabah.
"Apa yang bapak fikirkan? sorotan publik? semua orang sudah tau dan bisa menilai mana yang benar dan salah, silakan liat berita ini, kepolisian akan dianggap memihak pelaku pencemaran nama bak jka tidak segera membebaskan nona Rasya" kata pengecara tu menunukkan berita u to date yang sangat cepat beredar ulah Heru da teman-temannya tadi.
"Hmm.. Baiklah Pak, mari tanda tangani berkas-berkas in untuk penangguhan penahanan dan selama penelitian dari kasus ini berjalan"katapolisi tu akhirnya setuju untuk membebaskan Rasya.
"Yeay, Alhamduillah" sangkng senangnya Risma da Daniel sampai tos untuk merayakan keberhasilan mereka membela temannya itu.
__ADS_1