Pelampiasan Cinta Remaja

Pelampiasan Cinta Remaja
Episode 36 Rasya Bebas


__ADS_3

"Rasyaaaa" teriak Risma dan Tata memeluk sababatnya itu dengan penuh suka cita, sedangkan Daniel hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah mereka yang seperti tidak berjumpa setahun saja.


"Kalian, makasih ya" kata Rasya terharu dan meneteskan air mata.


"Jangan sedih gitu, kan ada kita disini, ayo senyum" kata Risma menghibur Rasya.


"Iya Ris, gimana caranya kalian bisa bebasin gw, tadi pak Doni juga kesini tapi sia-sia, gw fikir akan disini lama" kata Rasya sambil terus menangis dan menghapus airmatanya.


"Iya Sya, lo tau gak berkat siapa ini semua?" kata Risma lagi.


"Siapa? elo Dan?" kata Rasya melihat ada Daniel disana dan mengira Daniel dan keluarganya yang telah mencabut tuntutannya.


"Maafin kakak gw ya Sya, gw minta maaf atas nama keluarga gw" kata Daniel


"Gw juga minta maaf udah khilaf ke kak Sisi, gimana keadaan kak Sisi" tanya Rasya


"Apaan Sih lo nanyain si Sisi itu segala, lagian bukan keluarga Maheswara lagi yang bebasin lo, mereka jahat banget Sya" kata Tata geram melihat Rasya masih saya perhatian pada Sisi yang telah membuatnya sampai jadi seperti ini.


"Lalu siapa Ta?" tanya Rasya lagi


"Kekasih idamanku" kata Risma dengan gaya centilnya


"Siapa?" tanya Rasya makin penasaran, dia tahu benar Risma kan Jomlo dari orok dan sepanjang hidupnya hanya mengagumi kak Heru dari kejauhan.


"Kak Heru lah, siapa lagi, dia ngumpulin bukti lewat cctv dan saksi-saksi dari semua anak disekolah, sweet banget kan"kata Risma penuh semangat.


"Kalian udah jadian?" tanya Rasya yang jantungnya rasanya mau copot hanya dengan mendengar nama kak Heru, sedangkan Risma hanya senyum-senyum menghayalkan Heru.


"Cie, cemburu ya lo Sya, lagian Risma mimpi sih lo, kak Heru lo sukanya sama..."kata Daniel yang langsung dipotong oleh Tata.


"Apa? lo mau ngomong sukanya sama Sisi kakak jahat lo itu?" kata Tata yang mencoba membantu Rasya menyembunyikan rahasianya. Tata lebih awal menyadari bahwa Heru dan Rasya sebenarnya saling menyukai, ia tahu betul kak Heru selalu ada untuk Rasya dari ketika masa MOS disekolahnya itu, dan ia juga akhirnya mengerti mengapa Rasya menjauhi Heru karena Risma sahabat mereka itu sangat menyukai Heru.


"Oh gitu ya, biarin aja jahat lagian gw bukan mau bilang si kak Sisi" kata Daniel lagi.

__ADS_1


"Ah lo mah sotoy, gw ngantuk banget nih, kita pulang duluan yuk, anterin gw pulang, pleaseeee" kata Tata memohon pada Daniel


"Ih gw lo maunya nganterin Rasya, bukan elo" kata Daniel lagi.


"Rasya biar bapak saja yang antar" kata pak Doni yang datang dengan Heru.


"Pak Doni" kata Rasya lalu menyalimi kepala sekolahnya itu, ia juga sembunyi-sembunyi melihat kearah Heru. Sungguh sebenarnya ia sangat ingin bersandar di bahu orang yang sangat ia cintai itu.


"Iya, Risma nanti pulang dengan kakak ya" kata Heru yang membuat Risma sangat senang dan melayang.


"Siap kak Heru" kata Risma penuh semangat.


Merekapun akhirnya keluar kantor polisi dan langsung diserbu oleh para reporter, beberapa da yang menyuarkan secara langsung. Anehnya, mereka semua langsung menyerbu Heru, karena penasaran siapa Heru mereka mencari informasi dan mengejutkan setelah mengetahui Heru adalah Anak semata wayang dari tuan Herlambang, pengusaha sukses dan terpandang.


"Tuan muda Herlambang, apakah hubungan anda dengan Nona Rasya hingga anda sangat serius untuk bisa membebaskannya dari tuduhan penganiayaan terhadap Nona Maheswara?" kata salah seorang reporter


"Apakah ada cinta segitiga antara anda, nona Rasya dan Nona Sisi Maheswara, saya dengar anda pernah menjadi kekasih Nona Sisi, bagaimana bisa sekarang anda ada dipihak Nonan Rasya?" kata Reporter lainnya. Mendengar hal itu Rasya sangat khawatir Heru akan mengatakan hal yang tidak ia inginkan didepan publik.


"ya Tuhan, ada apa ini semoga Heru tidak melakukan kesalahan" batin Rasya


"Rasyaaaa.... Rasyaaaaa..." teriak teman-temanya yang lain yang sudah menunggu mereka diluar sejak tadi.  Rasya pun melempar senyum kepada teman-temannya itu.


"Nona Rasya, apakah anda tidak tahu siapa Nona Sisi sebelumnya hingga anda begitu berani melakukan penganiayaan kepadanya?" tanya salah satu Reporter lain yang membuat Heru jadi geram mendengarnya


"Apakah anda tidak tahu mengatakan hal yang belum terbukti bisa di pidanakan?" kata Heru kepada reporter itu dan menarik tangan Rasya keluar dari kerubunan masa itu menuju mobil. Reporter itu pun terdiam mendengar ucapan Heru, ia takut salah bicara dan berurusan dengan keluarga Herlambang. Sedangkan Sisi dan keluarganya yang menonton berita ditelevisi sangat marah melihat berita pembebasan Rasya.


"Mamiiiiii... Papiiiii...."teriak Sisi


"Ada apa sih teriak-teriak?" kata Maminya Sisi


"Liat si Cewek kampung bebas Mi" kata Sisi


"Apa bebas?" kata Tuan Maheswara.

__ADS_1


"Iya Piii.. Papi gimana Sih" kata Sisi kesal


"Sialan, siapa itu yang membebaskannya, gak mungkin si Doni kepala sekolahmu itu, Papi sudah halangi upaya dia membebaskan anak itu"kata tuan Maheswara.


"Itu Pi, Kak Heru, anaknya om Herlambang" kata Sisi


"Bukannya dia pacar kamu, kok bisa dia?" kata Nyonya Maheswara.


"Udah putus Mi, gegara cewek kampung itu" kata Sisi lagi


"Apa, jadi kamu putus sama si Heru, kamu harus pertahankan hubunganmu dengan dia, dia tambang emas kita, hanya kamu yang pantas buat keluarga Herlambang" kata tuan Maheswara.


"Iya Pi, bantuin Sisi makanya Pi" kata sisi kepada papinya itu


"Kamu masuk mobil pak Doni, kamu keliatan sangan lelah, segera istirahat saat sampai rumah" kata Heru sesaat sebelum Rasya masuk mobil.


"Kak Heru yuk pulang, dah Rasyaaa" teriak Risma yang baru datang menyusul dari belakang bersama pak Doni.


"ya Ris, makasih banyak ya Ris, kak Heru" kata Rasya dan mengakhiri perkataannya dengan menatap Heru yang juga sedang menatapnya.


"Iya Sya, salam buat Ayah Bunda" jawab Risma yang membuat Heru dan Rasya tersadar dari tatapan mereka yang dalam.


"Iya Ris" kata Rasya.


"Hati-hati ya Her, kabari Bapak jika kalian sudah sampai rumah, anak-anak yang lain ayo kita pulang" kata Pak Doni


"Iya makasih ya kalian semua" kata Rasya kepada teman-temannya yang lain


"Iya Sya, kita seneng akhirnya kamu bisa bebas, kita pamit pulang ya Sya, Pak doni" jawab salah seorang anak.


"Hati-hati dijalan, langsung pulang kerumah" kata Pak Doni


"Iyaa Pak" jawab anak-anak bersamaan.

__ADS_1


"Ayo Pak kita berangkat" kata pak Doni kepada Supirnya


__ADS_2